Umat Muslim Dunia Berpotensi Tak Sholat Tarawih di Masjid karena Corona COVID-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id  Pandemi Virus Corona COVID-19) mempersulit berbagai kegiatan di tempat umum. Banyak pusat perbelanjaan tutup dan sekolah melakukan distance learning demi menyetop penyebaran virus baru ini. 

Satu kegiatan yang paling terdampak dari Virus Corona adalah ibadah berjamaah. Seperti ibadah Paskah 2020 di berbagai negara yang sepi karena umat Kristiani tak bisa datang ke gereja.

Baca Juga:  Tim Mahasiswa dan Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin Mengadakan Program Psikoedukasi Penyalahgunaan Obat Resep di UPT SMPN 2 Galesong Utara

Menjelang Bulan Suci Ramadan, berbagai kegiatan umat Muslim turut terdampak. Beberapa negara sudah meminta agar sholat tarawih agar ditunda dahulu untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

- Iklan -

Seperti diketahui, Virus Corona mudah menyebar melalui kontak fisik dekat. Virus ini terutama sangat berbahaya bagi lansia atau orang yang sudah punya penyakit seperti diabetes, asma, penyakit jantung, atau hipertensi. 

Baca Juga:  Tim Mahasiswa dan Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin Mengadakan Program Psikoedukasi Penyalahgunaan Obat Resep di UPT SMPN 2 Galesong Utara

Penularan Virus Corona juga bisa terjadi tanpa gejala. Jadi bisa saja ada anak muda tertular, namun tak menunjukan gejala, tetapi menularkan ke anggota keluarga yang berusia tua atau sakit. Akibatnya bisa fatal. 

Ada beberapa negara mayoritas Muslim yang meminta agar sholat tarawih ditunda, termasuk di Arab Saudi dan Mesir. (WLD/*)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU