Saturday, September 26, 2020

UNM, LPTK Terbanyak Terima Pendanaan PKM Kemdikbud

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Universitas Negeri Makassar terus mengukir sejarah. Yang terbaru, kampus yang baru saja merayakan dies natalisnye ke-59 itu berhasil meloloskan 85 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Total pembiayaan yang diterima UNM mencapai Rp412 juta.

Ketua Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar, Prof Bakhrani Rauf mengatakan capaian ini sangat membanggakan karena jumlah proposal yang lolos sangat besar.

Dari pengumuman yang dirilis Kemdikbud, UNM menempati posisi pertama universitas Lembaga Pendidikan Tenaga Pendidik (LPTK) atau universitas bekas IKIP yang paling banyak meloloskan proposal PKM tahun ini.

“Secara nasional UNM berada di peringkat delapan perguruan tinggi penerima pendanaan proposal PKM. Tetapi khusus LPTK, UNM peringkat pertama,” katanya.

Tim yang proposalnya lolos ini selanjutnya akan melakukan penelitian. Hasil pelaksanaan dan presentasi kelompok mahasiswa PKM nantinya yang dinilai oleh tim Monev PKM Belmawa untuk direkomendasikan ke Pimnas 33 tahun ini.

Rektor UNM, Prof Dr Husain Syam mengapresiasi capaian ini. “Alhamdulillah. Saya bangga dan mengapresiasi kerja keras dan kerja nyata teman-teman dosen dalam membimbing mahasiswa dalam menunjukkan kualitasnya sehingga mampu bersaing dgn PTN/PTS papan atas di Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan UNM tiga tahun terakhir sudah mencatatkan diri dan sangat diperhitungkan sebagai PTN yang berkualitas terutama ketika dilihat dari hasil kompetisi PKM secara nasional. Capaian ini bukan secara kebetulan. Karena tahun lalu UNM diposisi ke 6 bersama Unhas meloloskan PKMnya di Grand Final dan akhirnya UNM mengungguli Unhas dalam perolehan medali pada PIMNAS ke 32 di Denpasar sekaligus UNM mencatatkan PTN terbaik di luar pulau Jawa.

Menurut dia, catatan prestasi sukses UNM yang diperoleh tahun 2019 menjadi modal untuk kembali bisa berjaya di PIMNAS ke 33 di Surabaya tahun ini. “Saya yakin teman-teman dosen yang cukup berkualitas akan bisa membimbing dan menggenjot kemampuan individu dan kelompok mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmia berkialitas untuk bisa meloloskan sebanyak mungkin ke grand final nanti,” harapnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Kampanye Germas di Era Pandemi Covid-19

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Bangkala Kabupaten Jeneponto dan Mahasiwa Magang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat, melakukan kegiatan...

Terbaik di Indonesia Timur, Komitmen Pemda Barru dalam Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - 'Paritrana' adalah bahasa sansekerta yang bermakna perlindungan, Tidak banyak daerah yang memiliki progresivitas dalam memberikan perlindungan kepada Tenaga Kerja...

Bupati Suardi Sebut Keistimewaan Profesi Bidan di Muscab IBI Cabang Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Musyawarah cabang ketujuh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Barru, digelar di Gedung Tower Kantor Bupati Barru dan dibuka oleh Bupati...

Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru Madrasah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kemenag Luncurkan Garda Kagum; Gerakan Pemberdayaan Komunitas Guru MadrasahPeluncuran Garda Kagum KemenagKab. Barru - Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan...

DPK Sulsel Gelar Bimtek Perpustakaan untuk Peningkatan Performance Pengelola Perpustakaan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh Hasan Sijaya, S.H., M.H membuka acara Bimbingan Teknis Perpustakaan Angkatan...

REKOMENDASI