- Advertisement -

48 Ide Tema Kegiatan Maulid Nabi 2022, Meneladani Rasulullah

Tema Kegiatan Maulid Nabi 2022. Setiap bulan Rabiul Awal diberbagai belahan dunia muncul perayaan hari kelahiran (Maulid Nabi) sosok Nabi Muhammad SAW. Ini unik memang karena semasa hidup Rasullah tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Dan perayaan itu juga terkesan ‘sekedar’ meniru praktik agama lain.

Namun karena sudah menjadi tradisi dan juga menjadi bukti kecintaan kepada Rasullah SAW perayaan ini terus berlansung dan  bahkan sudah menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia. Di dalam umat Islam sendiri harus diakui ada yang pro dan kontra, meski mayoritas pendapat pro dengan perayaan hari kelahran (Maulid) nabi.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kendati telah menjadi semacam tradisi, memang diakui sampai sekarang masih terjadi silang pendapat tentang kapan sebenarnya Maulid Nabi mulai diperingati umat Islam. Jika ditelusuri dalam kitab tarikh (sejarah), perayaan Maulid Nabi ternyata tidak ditemukan pada masa sahabat, tabiin, hingga tabiit tabiin, dan empat imam mazhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad).

Uniknya, mereka itulah adalah orang-orang yang sangat mencintai dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Mereka pula kalangan yang paling bersemangat dan menghayati setiap ajaran-ajaran yang diwariskan olehnya.

Beberapa kalangan berpendapat bahwa Maulid Nabi pertama kali muncul pada zaman Shalahuddin al-Ayyubi (1193 M). Shalahuddin disebut menganjurkan umatnya untuk melaksanaan perayaan Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum Muslim. Kala itu, Shalahuddin dan umat Islam memang berada dalam fase berperang melawan pasukan atau tentara Salib.

BACA JUGA:  Bacaan Injil Katolik Hari Ini Rabu 25 Januari 2023, Lengkap dengan Pengantar Injil
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kendati demikian, pendapat tersebut juga masih diperdebatkan. Mereka yang menolak bahwa Shalahuddin sebagai pelopor maulid beralasan, tidak ditemukan catatan sejarah yang menerangkan perihal Shalahuddin menjadikan Maulid Nabi sebagai bagian dari perjuangannya dalam Perang Salib.

Menurut beberapa pakar sejarah Islam, peringatan dan perayaan Maulid Nabi dipelopori oleh Dinasti Ubadiyyun atau disebut juga Fatimiyah (silsilah keturunannya disandarkan pada Fatimah). Al Maqrizi, salah satu tokoh sejarah Islam mengatakan, para khilafah Fatimiyah memang memiliki banyak perayaan sepanjang tahun.

Antara lain perayaan tahun baru, hari Asyura, Maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Ali Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah al Zahra, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Syaban, perayaan malam pertama Ramadan, perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan malam Al Kholij, perayaan hari Nauruz (tahun baru Persia), dan lainnya. (Al Mawa’izh wal I’tibar bi Dzikril Khutoti wal Atsar, 1/490. Dinukil dari Al Maulid, hal. 20 dan Al Bida’ Al Hawliyah, hal. 145-146)

Asy Syekh Bakhit Al Muti’iy, seorang mufti dari Mesir, dalam kitabnya Ahsanul Kalam (hal.44) juga menyebut, yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid, salah satunya adalah Maulid Nabi adalah Al Mu’izh Lidnillah (keturunan Ubaidillah dari Dinasti Fatimiyah) pada 362 Hijriah.

BACA JUGA:  Kalender Liturgi Januari 2023 Lengkap Bacaan Doa Harian

Selain mereka, dalam beberapa buku sejarah juga disebutkan bahwa Dinasti Fatimiyah memang yang menginisiasi perayaan Maulid Nabi. Perlu diketahui sebelumnya, pemerintahan Fatimiyah berdiri pada 909 Masehi di Tunisia. Enam dekade kemudian, mereka memindahkan pusat kekuasaan ke Kairo, Mesir. Dua tahun setelah masuknya Shalahuddin al-Ayubbi ke Mesir, yakni sekitar tahun 1171, Dinasti Fatimiyah runtuh.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Adanya perayaan Maulid Nabi oleh Dinasti Fatimiyah disebutkan antara lain oleh dua sejarawan dan ilmuwan pada masa Dinasti Mamluk, beberapa abad setelah masa hidup Shalahuddin. Salah satu sejarawan tersebut adalah yang telah disebutkan sebelumnya, yakni al-Maqrizi (1442) dan al-Qalqashandi (1418).

Al-Qalqashandi menyebutkan tentang perayaan Maulid Nabi oleh Dinasti Fatimiyah secara ringkas dalam kitab Subh al-A’sya jilid III (1914: 502-3). Perayaan itu dilakukan pada tanggal 12 Rabiul Awwal, dipimpin oleh Khalifah Fatimiyah dan dihadiri oleh para pembesar kerajaan seperti Qadhi al-Qudhat, Da’i al-Du’at, dan para pembesar kota Kairo dan Mesir. Acara tersebut diterangkan dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran dan khutbah oleh tiga penceramah.

Bagikan

BACA JUGA:

Apakah Puasa Makruh Apabila Kumur-kumur Saat Berwudhu?

Setiap umat Muslim yang sudah memenuhi syarat diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Jadi ketika berkumur-kumur, apakah dapat membatalkan puasa? Berikut penjelasan...

Buat Hati Tentram, Ini Kata-kata Mutiara dari Hadist (Bagian 2)

Hadist adalah pedoman hidup kedua setelah Al-quran. Hadist merupakan perwujudan dari perkataan dan perbuatan Rasulullah SAW. Di dalam Hadist juga terdapat banyak kata-kata mutiara...

Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal, Saat mendengar kabar duka, tentu kita harus memanjatkan doa bagi orang tersebut serta keluarga yang ditinggalkan....

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2022 Tema ‘Mengetuk Pintu Surga’

Contoh Teks Khutbah Idul Fitri 2022 Tema 'Mengetuk Pintu Surga'. Khutbah merupakan salah satu rangkaian yang wajib saat melaksanakan sholat idul ritri di hari...

2 Amalan Dahsyat Mengatasi Segala Masalah Hidup, Kata Syekh Ali Jaber

Siapa pun yang berharap hajat segera terkabul, amalan ini Insy Allah akan mempercepat. Pernah dalam salah satu ceramah, Syekh Ali Jaber mengatakan soal 1...

POPULER