5 Alasan Anak Putus Sekolah Selama Pandemi Covid-19

Hasil pengawasan Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, sejak Januari 2021 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah anak putus sekolah selama masa pandemi Covid-19.

Ada lima alasan yang menyebabkan anak putus sekolah, yaitu karena menikah, bekerja, menunggak iuran SPP, kecanduan game online, dan meninggal dunia.

Pemantauan dilakukan dengan pengawasan langsung di beberapa kota dan Kabupaten, dan wawancara secara online dengan  guru dan Kepala Sekolah jaringan guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), pada Februari 2021

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama setahun, seharusnya pemerintah daerah sudah dapat memetakan permasalahan pendidikan di wilayahnya, sehingga tidak ada peserta didik yang putus sekolah.

BACA JUGA :   OASE KIM Bersama Ibu Negara Kuatkan Profil Pelajar Pancasila Jenjang PAUD

“Namun faktanya, KPAI justru menemukan data-data lapangan yang menunjukan angka putus sekolah cukup tinggi, terutama menimpa anak-anak yang berasal dari keluarga miskin,” ungkap Retno Listyarti dalam rilisnya yang diterima RRI Cirebon hari ini.

Ada beberapa rekomendasi yang disampaikan, diantaranya Negara harus hadir untuk mencegah anak-anak putus sekolah selama pandemik, karena masalah ekonomi atau karena ketiadaan alat daring.

BACA JUGA :   Seleksi CPNS 2023, Ini 5 Formasi untuk Lulusan SMA
- Advertisement -

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus segera melakukan pemetaan peserta didik yang putus sekolah beserta alasannya. Hasil pemetaan dapat digunakan sebagai intervensi pencegahan oleh Negara. Hak atas pendidikan adalah hak dasar yang wajib di penuhi Negara dalam keadaan apapun.

Bagikan

BACA JUGA:

Mendikbud Ingatkan Efisiensi dan Efektivitas dalam Pengelolaan Anggaran Pendidikan dan Kebudayaan 

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan anggaran Pendidikan dan kebudayaan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengingatkan jajarannya agar...

Vaksin Gotong Royong, Riwayatmu Kini 

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mendadak menarik rem, Jumat (16/7). Menyudahi polemik Vaksin Gotong Royong yang memicu kegaduhan di tengah ketidakberdayan masyarakat menghadapi...

Breaking News! Gempa M 4,5 Guncang Halmahera Utara

Gempa berkekuatan magnitudo 4,5 terjadi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Pusat gempa berada di darat. jarak 33 km dari arah barat daya Tobelo....

Dewan Kehormatan PWI Ingatkan Pentingnya Kompetensi dan Penaatan Kode Etik Wartawan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Dewan Kehormatan PWI Pusat kembali mengingatkan pentingnya wartawan memiliki kompetensi dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik. "Kami prihatin dengan banyaknya kekeliruan pemberitaan dan pelanggaran kode...

Nadiem Bentuk Pokja, Upaya Menangani Isu “Tiga Dosa Besar” Dunia Pendidikan

Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) mengungkapkan bahwa saat ini dunia pendidikan Indonesia mengalami tantangan besar dengan adanya "tiga dosa...

POPULER

Apa Itu LGBTQ+ dan Megapa Dilarang di Piala Dunia Qatar?

10 negera ini terang-terangan mempromosikan inklusi dan kesetaraan, termasuk hak-hak LGBT. Mereka adalah Inggris, Belanda, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Wales. 10...