Rabu, Januari 20, 2021

Ada 4 Jenis Makanan, Pencegah Corona

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Ada seseorang bernama, Toni Gede yang menanyakan bagaimana mengeluarkan dahak tersebut. Aji Soko Santoso menjawabnya sebagai berikut. ‘’Untuk mencairkan dahak, atau mucus dari paru-paru, pasien harus diberi minum obat mukolitik atau pencair dahak seperti ambroxol, mucohexin, erdostein, atau n-acetyl cysteine (yang terkuat).

Bila tidak bisa minum, harus dialirkan lewat selang. Tanpa bantuan mukotik, dahak kental yang memenuhi bronkus, tidak akan bisa keluar. Dengan bantuan obat di atas, dahak akan menjadi encer, dan dapat dikeluarkan lewat batuk atau suction pump low pressure.

Lalu bagaimana, kalaupun sudah diberikan mukotik dan sudah dilakukan suction tetapi dahak tetap tidak mau keluar ? Menurut penulis, dalam kasus seperti ini Bronchoscopy bisa menjadi pilihan.

Baru – baru ini, juga dikabarkan bahwa, penggunaan ventilator pada pasien covid 19, ternyata banyak menimbulkan efek negative. Tidak seperti yang diharapkan.
Berikut ini ada 4 jenis makanan, pembersih paru-paru. Bila kamu setiap hari menghirup asap kendaraan, atau perokok pasif, terutama lagi perokok aktif. Ada 4 makanan alami yang bisa membersihkan paru-parumu.

  1. Buah Nanas
    Buah nanas, selain mengandung vitamin B dan C, juga mengandung enzim blomerain. Enzim tersebut, mampu menjadi penawar racun nikotin di paru-paru.
  2. Jahe
    Jahe, mengandung zat antiseptic dan antibakteri. Dengan kandungan zat tersebut, selain dapat melegakan pernafasan, juga mampu membersihkan saluran pernafasan.
  3. Bawang Putih
    Bawang putih, mengandung anti oksidan, alicin, anti imflamasi dan antibiotik. Dengan kandungan zat tersebut, bawang putih tidak hanya mampu membersihkan paru-paru, juga mencegah kanker paru-paru.
  4. Jeruk Bali
    Buah jeruk Bali, selain mampu atasi penyakit jantung dan kolesterol, zat dan vitamin dalam jeruk Bali, dapat menghambat tumbunya sel kanker paru-paru.
    Masih ada lagi 7 Cara Alami Membersihkan Paru-Paru dari Tumpukan Lendir Polusi. Simak di esisi berikutnya. (P/Ana)
- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Istri Bupati Barru Hasnah Syam Berikan Bantuan Para Korban Gempa Sulbar yang Mengunsi di Barru

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Memegang amanah sebagai "Istri Kepala Daerah" sekaligus "Tokoh Nasional" merupakan dua anugerah yang dapat memberi manfaat besar bagi sebanyak...

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

REKOMENDASI