Selasa, Maret 2, 2021

Antisipasi Kecelakaan Pesawat, Ini Rancangan Insiyur Asal Ukraina

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sampai saat ini pesawat masih menjadi kendaraan tercepat yang sering digunakan untuk melintas dengan jarak lintas dalam negeri maupun keluar negeri. Namun, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak pada Sabtu 9 Januari 2021 sore di Kepulauan Seribu menjadi kabar buruk untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Kejadian seperti ini menjadikan kita khawatir hingga takut untuk menggunakan pesawat, karena kecelakaan seperti ini, kemungkinan  untuk bisa selamat itu kecil dan bahkan jarang terjadi.

Tetapi baru-baru ini video viral yang tersebar di masyarakat mengenai rencana pesawat yang masih belum terealisasikan sampai saat ini yang di ajukan oleh salah satu Insiyur Pesawat sekaligus pengusaha asal Ukraina yang bernama Vladimir Tatarenko.

Ide cemerlang dari Tatarenko ini telah lama ia rancang. Dan bahkan ia mengunggah rancangan pesawat masa depannya ini dalam channel youtube Vladimir Tatarenko, yaitu pada tahun 2013 dan 2015

“Bertahan dalam kecelakaan pesawat adalah mungkin,” ungkap Tatarengko.

Tatarenko merancang pesawat dengan pesawat yang berfungsi sebagai kabin penumpang yang dapat diistilahkan sebagai escape capsule system atau sistem kabin penyelamat. Kabin penyelamat ini dapat melepaskan diri sesaat setelah lepas landas maupun sesaat sebelum mendarat.

Jika ada indikasi kecelakaan udara, bagian belakang pesawat akan terbuka, sebuah pelontar akan menembakkan parasut keluar dari pesawat, dan gerbong penumpang yang berbentuk kapsul langsung terlepas dari badan pesawat tersebut.

Pada kapsul ini terdapat dua tali parasut, yang masing-masing tali memekarkan tiga parasut. Kemudian total enam parasut ini akan mengembang sehingga kapsul yang berisi penumpang dapat mendarat dengan mulus di daratan maupun di perairan.

Sebelum benar-benar mendarat, sebuah roket di bawah kapsul memperlambat laju penurunan kapsul agar tidak menghantam permukaan dengan keras. Roket ini aktif menyala beberapa saat sebelum kapsul menyentuh permukaan di darat maupun di perairan.

Jika mendarat di air, pelampung di sisi bawah kapsul juga siap mekar guna membuat kapsul tetap mengapung, sehingga para penumpang beserta pilot dan awak pesawat bisa selamat dari kecelakaan pesawat tersebut.

Karena hal itu, semoga rancangan ini cepat terlaksana sehingga bisa mengurangi kekhawatiran dalam kendaraan pesawat yang masih tetap menjadi kendaraan yang paling dibutuhkan saat ini dan seterusnya.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Bupati Bone Resmikan Jembatan Senilai Rp 2 Miliar

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi meresmikan Jembatan Pekkawae di Desa Mattoanging, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Selasa (2/3/2021).

BAN-PT Visitasi Prodi PPKn Unim Bone Secara Daring

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melakukan visitasi secara daring terhadap Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganeraan (PPKn) Universitas Muhammadiyah...

Komunitas Anak Pelangi Gelar Festival Hari Ibu

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Rahman Maman Abdurahman Rumadai yang akrab disapa Kak Maman bersama seluruh jajaran pengurus dan anggota...

Sentuh Pustaka Poles Perpustakaan SMPN 24 Makassar Jadi Indah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan SMP Negeri 24 Makassar yang diberi nama Perpustakaan Carakdek atau istilah yang diambil dari bahasa daerah Makassar yang berarti...

Tim Unsulbar dan UIN Alauddin Kunjungi RS Terapung Korban Gempa Majene

FAJARPENDIDIKAN.co.id -  Sivitas akademik Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melakukan kunjungan silaturahmi bersama tim dosen dari Universitas Islam Negeri Alauddin...

REKOMENDASI