Batas Kelapangan Seorang Hamba Sehingga Sangat Dianjurkan Berkurban

Oleh Akhuukum Fillaah :

Abu Hashif Wahyudin Al-Bimawi

بسم الله الرحمن الرحيم

- Iklan -

الســـلام عليــكم ورحــمة اﻟلّـہ وبركاته

إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بلله مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نَبِيَّ بَعْدَهُ

Tanamkanlah Budaya Membaca Sampai Selesai, Agar Tidak Gagal Faham. SELAMAT MEMBACA….!!

- Iklan -

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Di dalam madzhab Imam Syafi’iy, seseorang di katakan memiliki kelapangan apabila dia memiliki nafkah untuk diri dan keluarga yang di tanggungnya pada hari Idul Adha dan ketiga hari tasyriq (tanggal 11, 12 dan 13 Dzul-hijjah). Jika semua orang yang memiliki kelapangan mau berqurban In Syaa’ Allah daging qurban akan melimpah di masyarakat kaum muslimin, sehingga seluruh kaum muslimin bergembira dengan hari raya qurban ini.

BOLEHKAH ORANG YANG BER-QURBAN MENGIKUTKAN PAHALANYA UNTUK KELUARGANYA…?

Hukumnya BOLEH, sebagaimana dilakukan oleh para sahabat di zaman dahulu.

- Iklan -

Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallaahu ‘anhu bahwasanya dia berkata:

كَانَ الرَّجُل فِي عَهْد النَّبِيّ يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْل بَيْته فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ حَتَّى تَبَاهَى النَّاس فَصَارَ كَمَا تَرَى

“Dulu pernah ada seorang laki-laki di zaman Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyembelih kambing untuk dirinya dan keluarga, kemudian mereka pun makan dan memberi makan (orang lain), kemudian orang-orang berlomba-lomba untuk melakukannya, hingga menjadi seperti yang engkau lihat.” (HR. At-Tirmidzi no. 1505 dan Ibnu Majah no. 3147. Di shahihkan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)

Baca Juga:  Renungan Harian Kristen, Selasa, 7 Mei 2024: Membangun untuk Kekekalan

LAFADZ-LAFADZ NABI SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM KETIKA HENDAK MENYEMBELIH HEWAN QURBAN

Diwajibkan mengucapkan (بسم الله) / Bismillah ketika menyembelih dan di sunnahkan menambahkannya dengan (والله أكبر) / Wallaahu akbar.

Ada beberapa riwayat yang menunjukkan lafadz penyembelihan nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya:

1️⃣Hadits yang sedang kita bahas ini.

2️⃣ RasulullahShallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam:

بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Dengan nama Allah. Ya Allah terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan Umat Muhammad.”  [HR Muslim 1967]*

3️⃣ RasulullahShallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ، عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ مَنْ شَهِدَ لَكَ بِالتَّوْحِيدِ وَشَهِدَ لِي بِالْبَلاَغِ

“Dengan nama Allah. Ini dari Muhammad dan umatnya yang bertauhid kepada-Mu dan bersaksi bahwa aku telah menyampaikan (risalah).” [HR. Musnad Abi Ya’la no. 1792]

4️⃣ Dan ada beberapa lafadz lagi yang mirip dengan di atas, sebagian riwayatnya lemah (dha’if).

HUKUM MENGUCAPKAN NAMA ORANG YANG BER-QURBAN

Baca Juga:  Hukum Arisan dan Berhutang untuk Berkurban

Di sunnahkan mengucapkan nama-nama orang yang ber-Qurban jika dia mewakilkannya kepada orang lain.

Hal ini sebagaimana di riwayatkan dari ‘Ali bin Abi Thalib, Ibnu ‘Abbas, Al-Hasan Al-Bashri bahwa mereka menyembelih dengan mengucapkan tambahan lafadz “(اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ فُلاَنٍ) / Ya Allah terimalah dari si Fulan.”

Hadits yang sedang kita bahas ini terdapat keumuman bahwa Rasulullah mengucapkan qurbannya tersebut untuk dirinya dan orang lain. [Lihat Syu’abul-Iman. Imam Al-Baihaqi, Hadits no. 6958 dan Lihat As-Sunan Al-Kubra. Imam Al-Baihaqi. Hadits no. 19642]

Nantikan Pembahasan Selanjutnya:

“JENIS HEWAN QURBAN YANG LEBIH UTAMA SAPI ATAU KAMBING…?”

Selesai… Al-Hamdulillaah…!!

Selamat Menantikan Materi Berikutnya…!!

Demikian Faedah Ilmiyah dan Mau’izhoh Hasanah pada hari ini. Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita di atas sunnah Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam dan Tidak berbicara agama dengan menggunakan Akal dan Hawa Nafsu melainkan dengan Dalil Yang Shohih sesuai dengan pemahaman para ulama salaf.

🌹 والله اعلم بالصواب وهو ولي التوفيق والهداية

🌹 وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

🌹 سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك واتوب اليك

Kota Bima-NTB : Sabtu, 02 Dzulqo’idah 1445 H / 11 Mei 2024 M

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU