Tuesday, July 14, 2020

BEM Sastra Unibos Ajak Siswa SMA Kritis Melalui Karya Sastra

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Mengajak siswa memahami sastra dan tetap melestarikan karya sastra, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sastra Universitas Bosowa (Unibos) gelar Lomba Karya Sastra, Baca dan Tulis Puisi Tingkat SMA. Kegiatan ini digelar di Lobby Gedung I Unibos, Jumat, 3 Mei 2019.

Kegiatan ini diikuti 23 peserta dari beberapa sekolah termasuk SMA 6 Makassar, SMK Telkom Makassar, SMA 19 Makassar, SMAN 13 Makassar, SMAN 17 Makassar, SMKS Mutiara Ilmu, MAN 3 Makassar, SMA Wahyu Makassar dan SMA 10 Makassar.

Dengan mengusung tema, “Pendidikan Karakter Melalui Lomba Karya Sastra Memperingati Hari Pendidikan”, Ketua BEM Sastra Unibos menuturkan maksud lomba dilaksanakan untuk memperingati hari pendidikan nasional.

Suasana lomba karya sastra, baca dan tulis puisi tingkat SMA.[Foto:/Ist.]
Suasana lomba karya sastra, baca dan tulis puisi tingkat SMA.[Foto:/Ist.]
“Ini merupakan lomba pertama kami di tahun 2019. Dengan harapan sastra yang terlupakan akan tetap abadi di generasi bangsa. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa memacu siswa kembali menghidupkan kembali karya sastra dengan lomba puisi. Ini juga kami peruntukan agar generasi bangsa dapat mengembangkan potensi supaya lebih kritik dengan cara yang berbaur dengan seni,” terang Peterclaver Roessel Batoteng.

Sebab kritik itu, kata Peterclaver, lebih terpahami jika tersampaikan dalam puisi dan prosa. “Semoga generasi tidak semakin masa bodoh dengan sastra yang kian terlupakan,” harapnya.

Hal tersebut juga diutarakan salah satu Dosen Sastra Unibos yang menjadi juri dalam lomba ini.

“Kegiatan ini akan memberi wadah generasi menyalurkan pikiran lewat bakat seni dan bisa memberi peluang bagi mahasiswa fakultas sastra juga untuk mengimplementasikan ilmunya. Ini bisa menjadi acuan dan cermin kecerdasan gen muda kita dalam menulis kritik melalui kata yang lebih indah,” ungkap Dra. Dahlia D Moelier, M.Hum.

Dalam lomba ini, selain Dra. Dahlia D. Moelier, M.Hum panitia juga mengajak beberapa juri eksternal seperti Nursyamsilis, M.Pd dan  Akbar Slamet, S.Psi yang merupakan penggiat seni. Lomba ini memiliki beberapa kriteria penilaian, termasuk kecermatan, cara mengekspresikan puisi dan pesan yang disampaikan dalam puisi. (FP)

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Bupati Barru Tegaskan, Proses Rapid Test Gratis Masyarakat Dipermudah

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh, mengimbau kepada Tim Gugus Tugas (TGT) Coronavirus deseases 2019 (Covid-19) Barru, agar mempermudah pelayanan rapid...

Posal Pinrang Lantamal VI Ikuti Apel Gabungan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 di Makodim 1405/Mlts Parepare

Parepare, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan Covid-19 Kotamadya Parepare Sulsel, Personel Pos TNI AL (Posal) Pinrang Lantamal VI mengikuti...

OPINI: Era Digitalisasi Perpustakaan dan Budaya Keilmuan

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Sebenarnya metode ini sangat populis dan cukup diterima oleh berbagai kalangan terutama generasi muda yang setiap hari berkutat dengan gadget mereka. Kaitannya...

Mengapa Burung Nggak Pernah Nyasar?

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Studi baru mengatakan bahwa keberadaan protein tertentu di mata adalah faktor kunci dalam sistem navigasi burung. Navigasi memiliki nilai...

Adu Balap Burung-burung Tercepat di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Hingga saat ini, para peneliti belum sepakat tentang burung apa yang paling cepat di dunia. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengulas...

REKOMENDASI