Sabtu, September 18, 2021

Cacatan Ilham Bintang :Menyoal Data Pertumbuhan Ekonomi 7,7 % Kuartal 2-2021

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Badan Pusat Statistik ( BPS) Kamis ( 5/8) membawa kabar gembira. Pusat Statistik Indonesia itu mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II ( April s/d Juni ) -2021 mengalami kenaikan 7,7 %. Dibandingkan priode sama tahun 2020 yang minus 5,3 % — jelas melegakan. Mengharukan, istilah zaman now. Apalagi terjadi di tengah kondisi ekonomi yang sudah 18 bulan ikut terpapar pandemi virus Covid19. Kondisi yang menyebabkan ribuan perusahaan tutup. Jutaan pekerja kehilangan pekerjaan sehingga semakin mendongkrak jumlah pengangguran.

Menurut data Kementerian Tenaga (Kemnaker) sampai bulan Maret lalu 29,4 juta orang terdampak pandemi Covid-19. Jumlah itu termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah hingga pengurangan jam kerja dan upah.
“Ada 29,4 juta orang terdampak pandemi ini. Baik mereka yang di-PHK, dirumahkan, dikurangi jam kerjanya. Ini situasi yang sangat susah,” kata Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi dalam suatu diskusi daring lima bulan lalu.

Fakta yang ada memang seperti itu adanya.Masih banyak pihak yang meragukan data terbaru BPS itu. BPS dianggap hanya “melegitimasi” program “pencitraan” Presiden Jokowi . Kebetulan orang ingat, beberapa waktu lalu, Jokowi manyatakan optimis, kuartal II ekonomi kita akan bertumbuh 7 %. BPS dianggap mengamini saja pernyataan itu.

Betulkah angka pertumbuhan ekonomi Q2-2021 tidak valid ? Tidak menggambarkan keadaan sesungguhnya?

” Itu riil, Bang. Parameter yang digunakan BPS untuk mengukur pertumbuhan ekonomi sudah baku. Dari dulu begitu. Tidak mungkin main-main lah..Bisa hancur ekonomi kita,” kata Suryopratomo, mantan host program ” Economic Chalenges” di Metro TV, Jumat (6/8) pagi.

Tommy, panggilan akrab wartawan senior kini yang Dubes RI di Singapura. Ia menegaskas data BPS valid.Pertumbuhan di berbagai sektor ekonomi kita, nyata. Dia menunjuk ekspor kita yang menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan itu.
Kondisi ekonomi global yang membaik menyebabkan ekspor komoditi kita seperti sawit dan batubara paling panen. Kebetulan pas global sangat butuh harganya bagus sekali.

Belanja Lebaran 

Dalam rilis BPS, bukan hanya ekspor yang meningkat tetapi juga belanja pemerintah yang mengalami kenaikan sekitar 8 %. Belanja konsumsi masyarakat pun naik sekitar 5 %.
Harap dicatat kenaikan konsumsi masyarakat didominasi oleh belanja keperluan Lebaran atau perayaan Idul Fitri. Mencapai 50 % dari belanja konsumsi.

” Bahwa pertumbuhan belum secara menyeluruh, belum menyentuh semua sektor, memang demikian. Kita harus akui itu. Yang penting ada perbaikan. Pemerintah kan terus mengupayakan perbaikan menuju ke keadaan normal seperti sebelum pandemi,” terang mantan Ketua Forum Pemred yang saya wawancarai tadi pagi.

Tertinggi DKI :10,91%

Pertumbuhan ekonomi kuartal II- 2021 terkonfirmasi juga di beberapa daerah “ kunci “ ekonomi kita.Tertinggi DKI, pertumbuhannya di atas 10 %. Menyusul Sulawesi Selatan (7,7 %), Jawa Timur (7,05 %), Jawa Barat (6,13 %) Jawa Tengah (5, 6 %), Sumatera Barat (5,76%) Sumatera Selatan (5,71%), dan Sumatera Utara (4.95 %).

Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu jumlah penduduk, jumlah stock barang-barang modal, luas tanah, dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Ajib Hamdani menilai pertumbuhan ekonomi II 2021 belum absolut.
Mesti dilihat dengan hati-hati, karena ini bersifat angka statistik. Kalau tumbuhnya 7,7 persen, tapi tahun lalu kita minus 5,3 persen — kalau secara riil mestinya dibandingkan dengan sebelum COVID-19 (secara agregat). Maka pertumbuhannya hanya sekitar 2 persen,” jelasnya.

“Jadi kalau dilihat angka di headline memang benar tinggi, tapi kalau dilihat secara detail, angka di dalamnya 7 persen itu sebenarnya tidak setinggi yang diperkirakan karena secara statistik tahun lalu sangat rendah,” jelas Ajin Hamdani seperti dikutip “Kumparan” (5/8).

Curhat pengusaha

Sampai hari ini kita memang masih mendengar keluhan para pengusaha atas kenyataan terpuruknya usaha mereka. Membayar overhead cost kantornya saja, sudah setengah mati. Banyak yang memilih menutup usaha dan memutus hubungan kerja dengan karyawan.

Curahan hati yang lebih menyayat disuarakan pengusaha kecil dan menengah. Buat makan keluaga saja harus utang kiri kanan.Suara mereka nyaring meminta pemerintah mengakhiri PPKM Darurat maupun Level 4 yang sudah sebulan diberlakukan di Jawa – Bali.

Ekonom Rizal Ramli yang dihubungi tadi pagi memberi tanggapan sama dengan pengusaha HIPMI. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang ramai diberitakan itu adalah pertumbuhan ekonomi kuartal II- 2020 berbanding kuartaI lI 2021 yang tidak menggambarkan keadaan sebenarnya.

“Kalau dilihat pertumbuhan ekonomi secara kuartalan dengan membandingkan pertumbuhan kuartal II 2021 dengan pertumbuhan kuartal I 2021, ya hanya tumbuh 3,3 %. Perhitungan BPS itu di kalangan ekonom dikenal sebagai “low base effect” Membanding data yang tinggi dengan data jelek, yang paling rendah. Maka tampilannya seakan sukses. Lihat saja nanti kuartal III – 2021 bakal anjlok lagi, “ urai ekonom terkenal itu.

Kok anjlok ?
“ Ya karena ekspor kita penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021, kini menghadapi persoalan berat. Beberapa negara di dunia “melogout”
Indonesia atau melarang kita masuk negaranya lantaran penanganan pandemi kita buruk. Paling hanya sawit dan batubara yang bisa dirkspor. Itupun yang eksportirnya sudah langganan baik dan kenalan lama dengan importir di luar negeri. Eksportir ikan dan hasil laut yang lain pasti paling menderita. Pembeli di luar negeri takut beli barang buat dimakan saat ini. Jangan lupakan belanja Lebaran yang mendominasi belanja konsumsi masyarakat. Juga sektor otomotif yang panen besar selama triwulan itu karena pajak PPn BM nya dihapus pemerintah” jelas Rizal mengunci keterangan.

.

Reses Berbeda Legislator PKS Ibrahim Daru Sambangi Daerah Pelosok 

Sidrap, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Anggota DPRD Kabupaten Sidrap Fraksi PKS Ibrahim Daru lakukan Reses titik kedua pada masa persidangan III tahun 2021 di Dusun Banga-Banga Desa...

Sebelum Gantung Diri, Mahasiswi Unhas Tulis Wasiat

Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Diduga penyebab korban...

Stunting di Tea Musu Bone: Kader, Penganggaran hingga Mobil Layanan Disoal

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kader desa, alokasi anggaran hingga pelayanan mobil layanan sosial (ambulan desa) mencuat dalam Rembuk Stunting untuk perencanaan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa...

Vaksinasi Tingkat Kelurahan, Fatma Minta Ada Bilik Khusus Perempuan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi berharap agar setiap kelurahan menyediakan bilik atau ruangan vaksin khusus perempuan. Hal itu disampaikan sehubungan dengan program...

Di SMAN 15 Bone, Polisi Ajak Siswa jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bhabinkamtibmas Polsek Ulaweng Polres Bone Aiptu Dharmawangsa mengajak siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Hal ini disampaikan saat hadir dalam kegiatan Latihan...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

.

.

.

10 Skill dan Keterampilan Ini Dibutuhkan Mahasiswa di Dunia Kerja!

World Economic Forum (WEF) pada Oktober 2020 lalu merilis artikel terkait 10 skill atau keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2025 mendatang. 10...

Beasiswa Kalla Dibuka, Khusus Domisili Sulawesi, Begini Cara Daftarnya!

Sulawesi, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Yayasan Hadji Kalla membuka pendaftaran beasiswa Kalla tahun ajaran 2021-2022 bagi mahasiswa yang berdomisili di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan...

Yuk, Pelajari Berbagai Macam Beasiswa Kuliah yang Perlu Kalian Tahu!

Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Beasiswa pendidikan, saat ini semakin banyak yang telah disalurkan kepada masyarakat. Selain itu pemerintah juga banyak dari pihak swasta. Kemudian cakupan beasiswa...

Beasiswa Bertajuk Bersama Kelola Alam Adil Lestari Pemimpin Luluskan 58 Calon dari 22 Provinsi

 Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program beasiswa bertajuk "Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin" diberikan kepada para Emerging Leader yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang...

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

Departemen Epidemiologi FKM Unhas Gelar Pelatihan Mobile Data Collection

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Antusias sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin pada kegiatan Pelatihan Mobile Data Collection (MDC) menggunakan Kobo Toolbox pada awal September...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

Guru Honorer Berusia 57 Tahun Tak Lolos Tes PPPK, Nitizen Minta Bantuan Nadiem

Viral di media sosial, kisah seorang guru honorer berusia 57 tahun yang gagal lolos tes seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kisah tersebut dibagikan...

Sosialisasi Assesment Clinic HOTS, UNM Target Peningkatan IKU

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam rangka Revitalisasi LPTK tahun 2021. Rektor UNM Prof. Dr. Ir....

Ini Poin Keputusan Menpan-RB Nomor 1127 Tahun 2021 untuk PPPK Guru 2021

Perlu digarisbawahi, dokumen dengan Nomor 1127 Tahun 2021 ini adalah Keputusan Menpan-RB, jadi bukan Permenpan-RB 1127 Tahun 2021. Keputusan ini diteken Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara...

.