Cara Rasulullah SAW Menjalani Usia ‘’Pensiun’’

Cara Rasulullah SAW Menjalani Usia Pensiun. Hampir semua pekerja, baik swasta maupun pegawai negeri, bila tiba masa pensiunnya, 56 tahun untuk staf, dan 60 tahun level pimpinan, benar-benar tidak menggunakan lagi waktunya untuk beraktivitas.

Baik aktivitas sosial, maupun melanjutkan pekerjaannya dengan berbisnis, atau berwiraswasta. Baik itu skala kecil-kecilan, menengah, lebih–lebih bisnis skala besar. Mereka cenderung,  beristirahat dan duduk  manis di rumah. Atau menggunakan waktunya, jalan-jalan, pesiar, atau mengurusi cucu, bagi yang sudah punya cucu. Sambil menunggu ajal menjemput.

Rata-rata mereka berpendapat, akan menikmati masa pensiunnya, hingga ajalnya menjemput. Mungkin karena itulah, sehingga banyak yang telah memasuki pensiun, tak lama sesudahnya, meninggal. Atau sakit-sakitan. Uang pensiun, akhirnya, keluar untuk pengobatan. Yah, mugkin karena tadinya fisik dan pikiran, aktif terus, saat pensiun, tiba-tiba stop bergerak.

Padahal, usia 60 tahun, termasuk masih energik, lebih-lebih yang berusia 55 tahun. Bahkan di sebuah artikel menyebutkan, usia di 55 tahun, 60an tahun, pemikirannya justru lebih matang, untuk menghasilkan pendapat, dan kesimpulan, solusi dari sebuah masalah. Atau hal – hal yang perlu dirumuskan.

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik Senin 28 November 2022: Banyak Orang akan Datang dari Timur dan Barat Masuk Kerajaan Surga
- Advertisement -

Dan ternyata seperti itulah, cara Rasulullah menjalani usianya, hingga berpulang ke Rahmatullah. Tidak ada jedanya berusaha, hingga Malaekat maut “menjemput nyawanya”.

Sebuah sumber mengungkapkan kitab Sirah Nabawiyah, yang menceriteakan, pola hidup Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah memulai hidup baru di usia 40 tahun. Demikian pula sahabat-sahabatnya. Abu Bakar Siddiq yang lebih muda 2 tahun enam bulan dibanding Rasulullah. Di usia itu, Rasulullah dan para sahabat memasuki perjuangan baru, meninggalkan kenyamanan yang selama ini mereka rasakan.

Harta, mereka infaqkan. Martabat manusia mereka perjuangkan. Bukannya bersantai dan stagnan, tapi mereka makin aktif dan dinamis. Di usia tua Rasulullah tidak sibuk dengan shalat dan membaca Al Quran saja. Mulai usia 53 tahun,  beliau makin aktif membina hubungan dengan sesama manusia.

BACA JUGA :   Kenapa Rasulullah Bernama Muhammad?

Membangun masyarakat madani (civil society) di Madinah. Tidak hanya hubungannya dengan Allah, tapi juga hubungan dengan manusia. Beliau makin bermasyarakat, makin terlibat dalam kehidupan sosial.

Ada baiknya,  pola hidup Rasulullah, diikuti. Tidak berdiam dan membuang sisa waktu hidup, yang tidak bermanfaat. Baik bagi keluarga, maupun kepada masyarakat.

Pensiun Rasulullah saw karena kematian…Begitu juga sahabat-sahabatnya, sama dengan pola hidup Rasulullah. Mereka pun pensiun setelah wafat. Diantara sahabtnya, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib. Abu Ayyub al-Anshari, lebih hebat lagi,  berangkat  berperang menghadapi Byzantium di usia 93 tahun.

Konsep pensiun yang umum dipahami masyarakat, semakin bertambah usia, kesempatan hidup makin berkurang. Padahal manusia sukses versi Islam, menurut hadist adalah: “Manusia terbaik di antara manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya”.

itulah Cara Rasulullah SAW Menjalani Usia Pensiun.

Bagikan

BACA JUGA:

Doa mandi junub laki-laki, Jangan Sampai Salah

Doa mandi junub laki-laki, Jangan Sampai Salah, Doa mandi junub laki-laki perlu dipahami oleh seluruh pria di dunia yang memeluk agama Islam. Mandi junub ini...

Renungan Harian Katolik 31 Mei 2022: Kabar Suka Cita

Renungan harian katolik. Renungan Katolik 31 Mei 2022 hari Minggu Paskah VII. Bacaan pertama Zefanya 3:14-18a dan bacaan injil Lukas 1:39-56. Mazmur Tanggapan: Yesaya 12:2-3.4bcd.5-6. Bacaan Pertama:...

Kultum Ramadhan Singkat Tema ‘Keutamaan Sikap Ikhlas di Bulan Ramadhan’

Kultum Ramadhan Singkat Tema 'Keutamaan Sikap Ikhlas di Bulan Ramadhan'. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, dan penuh berkah. Bulan Ramadhan juga menjadi saat...

Hukum Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Keutamaan dan Cara Mengerjakannya

Hukum Puasa 6 hari bulan Syawal setelah hari raya Idul Fitri 2022 adalah sunnah. Puasa yang dapat dilakukan langsung sejak 2 Syawal 1443 H...

Sahabat Bunda Percayakan Paket Sembako ke Laznas BMH

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pandemi Covid-19 tidak menghalangi siswa Tk-Playgroup-Daycare Sahabat Bunda untuk tetap berbagi melalui Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Memanfaatkan momen ramadhan, para siswa yang didampingi...

POPULER