Cari Solusi Tanggulangi Bencana, Bupati Barru Hadiri Rakonas BNPB

FAJAR Pendidikan

Barru, FAJARPEBDIDIKAN.co.id – Dalam rangka mencari solusi atasi maraknya bencana angin kencang dan banjir akhir-akhir ini melanda Kabupaten Barru, Bupati Barru H Suardi Saleh bergegas menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2020 yang digelar di Sentul International Convention Center, Selasa 4 Februari 2020.

Tak hanya sendiri, H Suardi Saleh hadir bersama para delegasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barru dan utusan kabupaten/kota se-Indonesia.

Diketahui selain hadiri Rakornas yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat itu, juga Suardi Saleh beserta jajarannya mengikuti rangkaian seminar nasional yang melibatkan berbagai pakar untuk menambah wawasan peserta, terutama delegasi BPBD se Indonesia.

Pada penyampaiannya Bupati Suardi Saleh bahwa, dari pengarahan langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), terutama solusi-solusi dalam melakukan penanggulangan bencana.

BACA JUGA :   HUT RI ke-77 Tahun, Panitia Tanete Riaja Mengunakan Angaran dengan Sukarela

Menekankan pentingnya mencegah potensi bencana dan mengurangi kerusakan. Karena itu, sangat penting melakukan berbagai persiapan, baik soal tahapan manajemen bencana, maupun melakukan penanganan pasca-bencana. Seperti memperbaiki kerusakan infrastruktur, penanganan penyintas atau pun saat pemulihan.

“Arahan Presiden, meminta kepada seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama, bersinergi untuk upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah daerah perlu melakukan pengendalian tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana. Sigap terhadap potensi ancaman bahaya sesuai dengan karakteristik wilayah, baik geologi, vulkanologi, limbah, hidrometeorologi, biologi, pencemaran lingkungan,” kata Suardi Saleh mengutip arahan Presiden RI di Rakornas Penanggulangan Bencana.

Selain itu, Presiden juga meminta kepada gubernur, bupati dan walikota harus segera menyusun rencana kontinjensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-betul dilaksanakan semua pihak dan harus siap menangani bencana secara tuntas.

BACA JUGA :   Lounching Kerjasama Perumahan KPRI LLDIKTI IX dengan PT Cenderawasih Bangun Lestari

Begitu pun, penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, ‘Pentahelix’ yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik.

“Pesan lain dari Presiden, yakni pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan kepemimpinan dan pengembangan sumberdaya manusia yang handal dalam penanggulangan bencana, penataan kelembagaan yang mumpuni, termasuk program dan anggaran yang harus ditingkatkan sesuai prioritas RPJMN 2020-2024,” tambah Suardi Saleh terkait arahan Presiden.

Reporter: Abd Latif Ahmad

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI