Selasa, Mei 11, 2021

Cerita Mendidik yang Sarat Makna, Sejarah dan Budaya [Resensi Buku]

Judul Buku: RUPAMA (Dongeng Pengantar Tidur) Jilid I

Penulis: Zainuddin Tika, Adi Suryadi Culla, Hamzah Daeng Temba, Yahya Syamsuddin

Penerbit: Lembaga Kajian Sejarah Budaya Sulawesi Selatan

Jumlah Halaman: 94 halaman

Tahun Terbit: 2019

Jenis Buku: Cerita Anak

Diresensi oleh: Tulus Wulan Juni [Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar]

Buku dapat dibaca di: Dinas Perpustakaan Kota Makassar [Koleksi Deposit]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sulawesi Selatan memiliki banyak cerita rakyat dan oleh orang tua dahulu selalu dituturkan kepada anak-anaknya sebelum tidur atau untuk memberi semangat saat mereka membantu orang tuanya bekerja.

Cerita lisan ini dihimpun oleh empat penulis yang rata-rata mereka adalah seorang penulis dan jurnalis dalam sebuah buku yang diberi judul Rupama atau yang diartikan sama dengan Dongeng.

Buku yang merekam cerita rakyat dengan latar belakang kehidupan masyarakat dahulu di kerajaan Gowa dan sekitarnya ini mengandung unsur pendidikan yang sarat makna, sejarah dan budaya. Sehingga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa pun dalam sambutan di buku ini mengharapkan agar Kepala Sekolah dan guru-guru di Kabupaten Gowa mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA menjadikan buku ini sebagai muatan lokal di Sekolah.

Buku Rupama jilid I ini terdiri dari 15 cerita dan setiap cerita diakhiri dengan pesan moral sehingga setiap pembaca dapat mengetahui hikmah dibalik cerita rakyat tersebut.

Cerita pertama dibuka dengan kisah Karaeng Sinrik Jala Penguasa Sungai Tallo. Nah, yang sering penasaran dengan kemunculan cerita buaya putih dan buaya hitam di Sungai Tallo Makassar dapat membaca kisahnya di buku ini.

Cerita Kedua Pung Darek-Darek Na Pung Kura-Kura atau persahabatan Monyet dan Kura-Kura yang masing-masing menanam pohon pisang. Namun si Monyet berhati jahat dan memperdaya si Kura-Kura. Untunglah kepiting memberi pelajaran sehingga si Monyet sadar akan perbuatannya.

Cerita fabel ini menarik bagi anak-anak dan tentunya lucu.

Cerita ketiga tentang Legenda Putri Anak Sappu yang konon mereka disebut Anak Sappu karena disemburkan oleh anak panah (sappu) karena tidak sengaja memainkan senjata sakti milik Kerajaan Bajeng yang diambil oleh Kerajaan Gowa melalui Karaeng Galesong.

Kisah ini meninggalkan jejak sejarah seperti Kerajaan Bontobiraeng yang sekarang menjadi sebuah kelurahan dan jejak Kerajaan Bajeng yang kini menjadi kecamatan Bajeng di Kabupaten Gowa.

Cerita keempat mengisahkan putra dan putri raja yang hampir tidak bisa bertemu diakibatkan niat jahat I Oro yang bermuka dan berhati jelek yang ingin bersanding dengan putra raja.

Cerita ini sangat seru namun ada unsur kekerasan dalam cerita ini yang seharusnya bisa diminimalisir jika akan diceritakan kepada anak-anak.

Cerita kelima tentang kisah cinta I Fatimah yang memiliki gelar Tabbu Te’nena Sanrangang di Negeri Sanrangang.

I Fatimah jatuh hati dengan I Maddolangang anak petani miskin yang lihai bermain bola raga. Kisah cintanya nyaris seperti Siti Nurbaya namun akhirnya bisa bersama.

Cerita keenam kisah I Dayang Mulli dan I Lailara. Kisah ini bisa menguras air mata bagi yang membacanya sama dengan kisah dicerita keduabelas yakni Kisah Putri yang Terbuang.

I Mulli dan I Lailara serta Putri Bunga dan Putri Bulang kisah kecilnya sangat menyedihkan namun dengan usaha kerasnya setelah dewasa mereka bisa hidup bahagia.

Cerita ketujuh mengisahkan seorang petani miskin bernama I Lajana. Kisah petani miskin ini sama dengan Basora dicerita ketiga belas yang berjudul Si Miskin dan Dewi Sri dan cerita ke empat belas yang berjudul Rante-Rante Patola. Namun cara memperoleh kesuksesan ketiganya berbeda.

I Lajana memiliki akal licik untuk meraih keberhasilan sedangkan Basora dan Rante Patola sebaliknya dengan usaha kerasnya.

Cerita kedelapan, kesebelas dan kelima belas sedikit berbeda dibandingkan dengan cerita lainnya. Selain alur ceritanya lebih pendek, pembaca sebenarnya masih dibuat penasaran dengan judul ceritanya.

Seperti Cerita kesebelas, Lima Pendekar Alam ternyata isinya kisah tentang Raksasa beserta keluarganya. Walaupun begitu ketiga cerita ini menggambarkan sebuah daerah kita dimasa lampau.

Kisah kesembilan menceritakan Raja Kerbau yang bernama I Tambak Laulang. Jika I Tambak Laulang sedang berjalan semua kerbau yang melihat pasti mengikutinya, wow..hebat dan juga lucu seperti kisah yang ke sepuluh, Kisah persahabatan I buta dan I Peso atau Si Buta dan Si Lumpuh yang bisa mengalahkan raksasa.

Semua kisah yang tertulis dibuku ini sebenarnya sudah dilengkapi gambar ilustrasi namun gambar yang digunakan belum kuat untuk menggambarkan ilustrasi sesuai dengan tokoh yang diceritakan dan mungkin nantinya butuh seorang ilustrator agar pembaca khususnya anak-anak lebih mudah memahami isi buku.

Tetapi untuk orang tua, guru dan terlebih para pendongeng, kisah-kisah ini sudah cukup sebagai bekal memulai aksi melanjutkan peran orang tua kita dahulu, menebarkan kebaikan melalui pesan dari sebuah cerita.(*)

ANDA MUNGKIN SUKA

BERITA DAERAH TERBARU

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Mau Tahu Realisasi Dana Desa di BOSOWA, Cek di Inovasi Ini!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Sobat Desa di Bone, Soppeng dan Wajo (BOSOWA) tentu ingin tahu penyaluran Dana Desa oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN)...

Begini Kolaborasi BPJS, KPPN dan Pemda BOSOWASI Tingkatkan Validitas Data

“Validitas data merupakan hal utama dalam menciptakan laporan yang akuntabel dan dapat di andalkan” demikian sebait kalimat yang diucapkan oleh Kepala BPJS...

Begini Cara Polres Bone Edukasi Masyarakat Agar Tak Mudik

Sosialisasi larangan mudik lebaran Idul Fitri di tahun ini tidak melulu dilakukan di jalanan. Polres Bone memiliki cara tersendiri untuk mengedukasi masyarakat...

Babak Baru Nasib Stadion Andi Mattalatta-Mattoangin Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Diskusi terbuka tentang Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin Makassar bersama Forum Pimpinan Redaksi Sulawesi Selatan (LFPR Sulsel) yang dipimpin ketuanya,...

Bupati Wajo Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Tahun 2021 di Mapolres Wajo

Bupati Wajo H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2021 yang di ikuti oleh Para Forkopimda...

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Masjid At Tabayyun : Manusia Merdeka Iktikaf di Tenda Arafah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tenda " Arafah" Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya mendapat kunjungan "Manusia Merdeka " hari Minggu (9/5) pukul...

Canangkan Beasiswa Pendidikan Putra Putri Maros, Polibos Rajut Kerja Sama dengan Bupati Maros

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktur Politeknik Bosowa (Polibos) Asrul Hidayat M,T yang didampingi langsung oleh Wakil Direktur I Yoan Elviralita M.T,  Wakil Direktur II...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

La Liga : Sevilla vs Real Madrid Berakhir Seri

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Laga pekan ini, Sevilla vs Real Madrid berkahir seri, pada pertandingan kali ini, real madrid mengejar puncak klasemen namun tertahan oleh...

REKOMENDASI