Sabtu, September 18, 2021

Cerita Mendidik yang Sarat Makna, Sejarah dan Budaya [Resensi Buku]

Judul Buku: RUPAMA (Dongeng Pengantar Tidur) Jilid I

Penulis: Zainuddin Tika, Adi Suryadi Culla, Hamzah Daeng Temba, Yahya Syamsuddin

Penerbit: Lembaga Kajian Sejarah Budaya Sulawesi Selatan

Jumlah Halaman: 94 halaman

Tahun Terbit: 2019

Jenis Buku: Cerita Anak

Diresensi oleh: Tulus Wulan Juni [Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar]

Buku dapat dibaca di: Dinas Perpustakaan Kota Makassar [Koleksi Deposit]

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sulawesi Selatan memiliki banyak cerita rakyat dan oleh orang tua dahulu selalu dituturkan kepada anak-anaknya sebelum tidur atau untuk memberi semangat saat mereka membantu orang tuanya bekerja.

Cerita lisan ini dihimpun oleh empat penulis yang rata-rata mereka adalah seorang penulis dan jurnalis dalam sebuah buku yang diberi judul Rupama atau yang diartikan sama dengan Dongeng.

Buku yang merekam cerita rakyat dengan latar belakang kehidupan masyarakat dahulu di kerajaan Gowa dan sekitarnya ini mengandung unsur pendidikan yang sarat makna, sejarah dan budaya. Sehingga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa pun dalam sambutan di buku ini mengharapkan agar Kepala Sekolah dan guru-guru di Kabupaten Gowa mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA menjadikan buku ini sebagai muatan lokal di Sekolah.

Buku Rupama jilid I ini terdiri dari 15 cerita dan setiap cerita diakhiri dengan pesan moral sehingga setiap pembaca dapat mengetahui hikmah dibalik cerita rakyat tersebut.

Cerita pertama dibuka dengan kisah Karaeng Sinrik Jala Penguasa Sungai Tallo. Nah, yang sering penasaran dengan kemunculan cerita buaya putih dan buaya hitam di Sungai Tallo Makassar dapat membaca kisahnya di buku ini.

Cerita Kedua Pung Darek-Darek Na Pung Kura-Kura atau persahabatan Monyet dan Kura-Kura yang masing-masing menanam pohon pisang. Namun si Monyet berhati jahat dan memperdaya si Kura-Kura. Untunglah kepiting memberi pelajaran sehingga si Monyet sadar akan perbuatannya.

Cerita fabel ini menarik bagi anak-anak dan tentunya lucu.

Cerita ketiga tentang Legenda Putri Anak Sappu yang konon mereka disebut Anak Sappu karena disemburkan oleh anak panah (sappu) karena tidak sengaja memainkan senjata sakti milik Kerajaan Bajeng yang diambil oleh Kerajaan Gowa melalui Karaeng Galesong.

Kisah ini meninggalkan jejak sejarah seperti Kerajaan Bontobiraeng yang sekarang menjadi sebuah kelurahan dan jejak Kerajaan Bajeng yang kini menjadi kecamatan Bajeng di Kabupaten Gowa.

Cerita keempat mengisahkan putra dan putri raja yang hampir tidak bisa bertemu diakibatkan niat jahat I Oro yang bermuka dan berhati jelek yang ingin bersanding dengan putra raja.

Cerita ini sangat seru namun ada unsur kekerasan dalam cerita ini yang seharusnya bisa diminimalisir jika akan diceritakan kepada anak-anak.

Cerita kelima tentang kisah cinta I Fatimah yang memiliki gelar Tabbu Te’nena Sanrangang di Negeri Sanrangang.

I Fatimah jatuh hati dengan I Maddolangang anak petani miskin yang lihai bermain bola raga. Kisah cintanya nyaris seperti Siti Nurbaya namun akhirnya bisa bersama.

Cerita keenam kisah I Dayang Mulli dan I Lailara. Kisah ini bisa menguras air mata bagi yang membacanya sama dengan kisah dicerita keduabelas yakni Kisah Putri yang Terbuang.

I Mulli dan I Lailara serta Putri Bunga dan Putri Bulang kisah kecilnya sangat menyedihkan namun dengan usaha kerasnya setelah dewasa mereka bisa hidup bahagia.

Cerita ketujuh mengisahkan seorang petani miskin bernama I Lajana. Kisah petani miskin ini sama dengan Basora dicerita ketiga belas yang berjudul Si Miskin dan Dewi Sri dan cerita ke empat belas yang berjudul Rante-Rante Patola. Namun cara memperoleh kesuksesan ketiganya berbeda.

I Lajana memiliki akal licik untuk meraih keberhasilan sedangkan Basora dan Rante Patola sebaliknya dengan usaha kerasnya.

Cerita kedelapan, kesebelas dan kelima belas sedikit berbeda dibandingkan dengan cerita lainnya. Selain alur ceritanya lebih pendek, pembaca sebenarnya masih dibuat penasaran dengan judul ceritanya.

Seperti Cerita kesebelas, Lima Pendekar Alam ternyata isinya kisah tentang Raksasa beserta keluarganya. Walaupun begitu ketiga cerita ini menggambarkan sebuah daerah kita dimasa lampau.

Kisah kesembilan menceritakan Raja Kerbau yang bernama I Tambak Laulang. Jika I Tambak Laulang sedang berjalan semua kerbau yang melihat pasti mengikutinya, wow..hebat dan juga lucu seperti kisah yang ke sepuluh, Kisah persahabatan I buta dan I Peso atau Si Buta dan Si Lumpuh yang bisa mengalahkan raksasa.

Semua kisah yang tertulis dibuku ini sebenarnya sudah dilengkapi gambar ilustrasi namun gambar yang digunakan belum kuat untuk menggambarkan ilustrasi sesuai dengan tokoh yang diceritakan dan mungkin nantinya butuh seorang ilustrator agar pembaca khususnya anak-anak lebih mudah memahami isi buku.

Tetapi untuk orang tua, guru dan terlebih para pendongeng, kisah-kisah ini sudah cukup sebagai bekal memulai aksi melanjutkan peran orang tua kita dahulu, menebarkan kebaikan melalui pesan dari sebuah cerita.(*)

.

Hari Kedua Pembekalan BPSDM RI Wawali Fatmawati Ikuti 4 Materi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi menghadiri pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementrian Dalam Negeri...

Ceramah Latsar Angkatan LVI dan LVII, Sekda Kota Makassar Berbagi Motivasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Sekretaris Daerah Kota Makassar, Muhammad Ansar, memberikan ceramah dalam latihan dasar (Latsar) angkatan LVI (56) dan LVII (57) yang digelar di Hotel...

Vaksinasi Tingkat Kelurahan, Fatma Minta Ada Bilik Khusus Perempuan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi berharap agar setiap kelurahan menyediakan bilik atau ruangan vaksin khusus perempuan. Hal itu disampaikan sehubungan dengan program...

Di SMAN 15 Bone, Polisi Ajak Siswa jadi Pelopor Keselamatan Berlalulintas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bhabinkamtibmas Polsek Ulaweng Polres Bone Aiptu Dharmawangsa mengajak siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalulintas. Hal ini disampaikan saat hadir dalam kegiatan Latihan...

Ketua PKK Pangkep, Minta Tim Penggerak PKK Jadi Garda Terdepan Pengelolaan Gizi Buruk

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pelaksanaan Lokakarya program penangan gizi buruk terintegrasi lintas sektor (PGBT) di hadiri Ketua Tim Penggerak PKK, kegiatannya di laksanakan di aula Dinas...

Sebelum Gantung Diri, Mahasiswi Unhas Tulis Wasiat

Seorang mahasiswi Universitas Hasanuddin (Unhas) diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di dalam rumahnya Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Diduga penyebab korban...

.

.

.

Beasiswa Kalla Dibuka, Khusus Domisili Sulawesi, Begini Cara Daftarnya!

Sulawesi, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Yayasan Hadji Kalla membuka pendaftaran beasiswa Kalla tahun ajaran 2021-2022 bagi mahasiswa yang berdomisili di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan...

BAZNAS Buka Beasiswa Santri, Begini Cara Daftarnya!

Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BAZNAS membuka pendaftaran untuk Beasiswa Santri BAZNAS 2021. Pendaftaran dibuka mulai 14 September 2021 sampai dengan 30 September 2021. Sedangkan pengumuman yang...

Beasiswa Bertajuk Bersama Kelola Alam Adil Lestari Pemimpin Luluskan 58 Calon dari 22 Provinsi

 Beasiswa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program beasiswa bertajuk "Bersama Kelola Alam Adil Lestari (BEKAL) Pemimpin" diberikan kepada para Emerging Leader yakni para pemimpin muda ataupun calon pemimpin yang...

10 Skill dan Keterampilan Ini Dibutuhkan Mahasiswa di Dunia Kerja!

World Economic Forum (WEF) pada Oktober 2020 lalu merilis artikel terkait 10 skill atau keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja pada tahun 2025 mendatang. 10...

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

Departemen Epidemiologi FKM Unhas Gelar Pelatihan Mobile Data Collection

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Antusias sivitas akademika Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin pada kegiatan Pelatihan Mobile Data Collection (MDC) menggunakan Kobo Toolbox pada awal September...

Pemkab Pangkep Gandeng KNPI dan PMI Vaksin Massal Jenjang SMP

Pangkep, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Pangkep, melaksanakan kegiatan Vaksin Massal untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pelaksanaan tersebut melibatkan organisasi KNPI dan PMI, di Pelataran Rumah...

Guru Honorer Berusia 57 Tahun Tak Lolos Tes PPPK, Nitizen Minta Bantuan Nadiem

Viral di media sosial, kisah seorang guru honorer berusia 57 tahun yang gagal lolos tes seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Kisah tersebut dibagikan...

Sosialisasi Assesment Clinic HOTS, UNM Target Peningkatan IKU

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar sosialisasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam rangka Revitalisasi LPTK tahun 2021. Rektor UNM Prof. Dr. Ir....

Ini Poin Keputusan Menpan-RB Nomor 1127 Tahun 2021 untuk PPPK Guru 2021

Perlu digarisbawahi, dokumen dengan Nomor 1127 Tahun 2021 ini adalah Keputusan Menpan-RB, jadi bukan Permenpan-RB 1127 Tahun 2021. Keputusan ini diteken Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara...

.