Saturday, October 24, 2020

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni dan seniman.

Berbagai aktivitas dilakukan demi menjaga agar semangat berkarya tetap terjaga. Salah satunya adalah dukungan program yang memungkinkan seniman tetap berkarya dan mendapatkan penghargaan atas karya tersebut.

Latar belakang ini pula yang mrmbuat komite Seni Rupa Dewan Kesenian Makassar (DKM) dengan dukungan penuh dari Ibu Gubernur Sulawesi Selatan Liesty F Nurdin untuk menggelar program Pameran Karya Semangat 2020. Pameran tersebut bakalan digelar pada 25 September hingga 25 Oktober 2020.

Pameran tersebut berisi karya-karya dari seniman undangan dan ‘open call’, dimana jumlah peserta terdaftar sebanyak 83 orang dengan karya 185 buah.

“Dengan berangkat dari Falsafah Sumange’ yang berarti daya hidup, daya juang, dan daya tahan pameran ini menawarkan peluang untuk berbagi dan bersilaturrahim melalui karya tulis,” kata Anggraini Herman selaku Ketua Departmen seni rupa Dewan Kesenian Makassar pada Konferensi Pers, Jum’at 18 September 2020.

Sementara itu, Irfan Arifin Koordinator Pameran mengatakan bahwa pameran ini memilih sejumlah karya untuk dipamerkan secara daring di laman www.dewankesenianmakassar.com dan berbagai media sosial lainnya selama satu bulan.

“Melihat gagasan dan semangat ditawarkan pameran ini adalah upaya menghadirkan ‘semangat’ dalam konsep lokal/global dalam mengaitkannya dalam konteks kekinian dengan tidak membatasi usia dan genre dari karya,” ungkapnya

Dikatakannya, program ini dengan sendirinya selain memberi ruang pada ekspresi seniman yang sudah ada, program ini menawarkan gagasan keterbukaan pada beragam ekspresi dan berpihak pada keberlanjutan.

Adapun Ika W Burhan yang menjadi kurator pameran ini. Adapun karya yang terkurasi sebanyak 54 peserta, terdiri dari 32 peserta open call dan peserta undangan 22 orang perupa.

Reporter: Ahadri

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Gandeng Dewan Pers, RSPP, dan Pertamina Berikan Tes Swab PCR Gratis 105 Insan Media

Jakarta, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Dengan menggandeng Dewan Pers, Pertamina memberikan pelayanan tes usap polymerase chain reaction (PCR) gratis kepada 105 insan media. Pelaksanaan tes...

Pramuka Saka Bahari Makassar Sambut Danlantamal VI Dengan Tiupan Pluit Khas TNI AL

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Anak – anak Pramuka Saka Bahari Makassar sambut kedatangan Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI ) Laksamana...

Wujudkan Kedokteran yang Berkeadilan, PSPD FKIK UIN Alauddin Miliki Jalur Afirmasi Agama dan Ekonomi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan  (PSPD FKIK) UIN Alauddin Makassar telah resmi menerima mahasiswa baru sejak...

OPINI : The Real Impostor Negara Dan Suara Masyarakat

FAJARPEBDIDIKAN.co.id - Awal mulanya Omnibus Law menyuarakan tentang kenaikan gaji,pengurangan jam kerja dan semakin banyaknya lapangan kerja. Padahal realitanya Omnibus law menjadi...

Vidcon Antisipasi Covid-19, Libur akhir Oktober

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober 2020, sebagaimana ditetapkan dalam Keppres no 17 tahun 2020...

REKOMENDASI