- Advertisement -

Doa Mengendalikan Hawa Nafsu dan Perlindungan Diri dari Setan

Doa Mengendalikan Hawa Nafsu dan Perlindungan Diri dari Setan, Manusia tidak lupuk dalam kesalahan karena tidak dapat mengendalikan dirinya terhadap hawa nafsu yang bisa membawanya pada perlakuan yang tidak baik atau buruk.

Oleh karena itu, penting bagi manusia untuk menuntut ilmu yang bermanfaat dan memperbanyak doa agar dapat mengendalikan hawa nafsu yang bisa saja membawanya kepada perkara yang buruk.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dilansir dari berbagai laman, berikut ini Doa Mengendalikan Hawa Nafsu dan Perlindungan Diri dari Setan.

Doa Mengendalikan Hawa Nafsu

“Allohumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal ‘amaali wal ahwaa.”

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek).” (HR Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadis ini hasan) (HR. Tirmidzi, no. 3591. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadis ini sahih)

BACA JUGA:  Bolehkah Mengeraskan Membaca Al-Qur'an Ketika Ada Yang Sholat ?
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Qaala rabbis-sijnu ahabbu ilayya mimmaa yad’uunanii ilaiih, wa illaa tasrif ‘annii kaidahunna asbu ilaihinna wa akum minal-jaahiliin.”

Artinya: “Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (surah Yusuf ayat 33).

Bacaan Doa Takwa dan Kesucian Jiwa

“Allaahumma aati nafsii taqwaahaa wazakkihaa, anta khairu man zakkaahaa, anta waliyyuhaa wa maulaahaa.”

Artinya: “Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku ketakwaaan jiwa, dan sucikanlah ia karena Engkau-lah sebaik-baik Rabb yang menyucikannya, Engkau Pelindung dan Pemeliharanya.”

BACA JUGA:  Doa Ketika Marah dan Sakit Hati Lengkap

Bacaan Doa Mohon Perlindungan dari Kejahatan Diri, Setan, dan Bala Tentaranya

“Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy-syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy-syaythooni wa syirkihi.”

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Artinya: “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya.”

Itulah Doa Mengendalikan Hawa Nafsu dan Perlindungan Diri dari Setan, semoga bermanfaat.

Sumber Doa : Bola.com

Bagikan

BACA JUGA:

Renungan Harian Katolik, Sabtu 12 November 2022: Bukankah Allah akan Membenarkan pada Pilihan-Nya yang Berseru Kepada-Nya?

Renungan Harian Katolik hari ini, Sabtu 12 November 2022 berjudul: “Bukankah Allah akan Membenarkan pada Pilihan-Nya yang Berseru Kepada-Nya?”. Renungan Harian Katolik hari ini, Sabtu...

Renungan Harian Katolik, Senin 17 Oktober 2022: Berbahagialah Orang yang Miskin di Hadapan Allah, Karena Merekalah yang Empunya Kerajaan Surga

Renungan Harian Katolik hari ini, Senin 17 Oktober 2022 berjudul: “Berbahagialah Orang yang Miskin di Hadapan Allah, Karena Merekalah yang Empunya Kerajaan Surga”. Renungan Harian...

Renungan Harian Katolik, Senin 11 Juli 2022: Damai atau Pedang?

Renungan Harian Katolik hari ini, Senin 11 Juli 2022 berjudul: “Damai atau Pedang?”. Renungan Harian Katolik hari ini, Senin 11 Juli 2022 dikutip dari halaman website renunganlenterajiwa. Sebagai penulis...

Renungan Harian Katolik, 13 April 2022: Murid yang Berhasil

Renungan Harian Katolik, 13 April 2022 berjudul: “Murid yang Berhasil“. Dengan bacaan Alkitab Yesaya 50:4b, "Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid". Hari...

Renungan Harian Katolik, Sabtu 5 November 2022: Jika Kalian Tidak Setia Mengurus Mamon Durhaka, Siapakah yang Mau Mempercayakan Harta Sejati Kepadamu?

Renungan Harian Katolik hari ini, Sabtu 5 November 2022 berjudul: “Jika Kalian Tidak Setia Mengurus Mamon Durhaka, Siapakah yang Mau Mempercayakan Harta Sejati Kepadamu?”. Renungan...

POPULER