Wednesday, July 8, 2020

Dosen Unismuh Jadi Pembicara Seminar Nasional

Bandung, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pogram studi PGMI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar nasional 2019. Seminar yang mengusung tema, “Pengembangan Karakter Calon Guru MI” itu diadakan di Kampus II UNIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 21 Oktober 2019.

Kegiatan Seminar Nasional ini menghadirkan nara sumber yaitu, Drs Anas Salahuddin, M Pd (Ketua Asosiasi Jurusan PGMI Se-Indonesia), H Yayan Carlian, M Pd (Dosen UIN SGD Bandung) Muh Erwinto Imran, M.Pd (Dosen Unismuh Makassar), Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd (Dosen UBP Karawang), MT Hartono Ikshan, M.Pd (Dosen STKIP Sebelas April Sumedang), dan Neni Nadroti Muslihat, S.Pd.i., M.Pd (Dosen IPI Garut Bandung)

Dosen PGSD Unismuh Makassar, Muh Erwinto Imran, M. Pd, yang juga calon kandidat doktor Pendidikan dasar SPs UPI menjelaskan pembentukan Karakter dapat dimulai dari membiasakan berbagai kegiatan yang positif.

“Pembelajaran multiliterasi dapat menjadi sarana bagi guru dalam menanamkan benih nilai-nila karakter dari tanggungjawab, disiplin, komunikasif dan berbagai nilai karakter lainnya,” terangnya.

Ketua jurusan PGMI UIN SGD Bandung,H. Yayan Carlian, M.Pd  mengatakan , Prodi PGMI rutin melaksanakan kegiatan seminar dalam membekali mahasiswa yang merupakan calon guru MI berbagai kompetensi.

Guru memiliki tanggung jawab dalam mendidik khusunya membantu dan menginspirasi  peserta didik dalam melakukan tindakan positif di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Para pembicara lainnya juga menyampaikan peran memiliki nilai-nilai karakter sebagai seorang guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dalam sebuah sambutan mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolaborasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. (Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI