Tuesday, May 26, 2020

Dosen Unismuh Jadi Pembicara Seminar Nasional

- Advertisement -

Bandung, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pogram studi PGMI UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar nasional 2019. Seminar yang mengusung tema, “Pengembangan Karakter Calon Guru MI” itu diadakan di Kampus II UNIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 21 Oktober 2019.

Kegiatan Seminar Nasional ini menghadirkan nara sumber yaitu, Drs Anas Salahuddin, M Pd (Ketua Asosiasi Jurusan PGMI Se-Indonesia), H Yayan Carlian, M Pd (Dosen UIN SGD Bandung) Muh Erwinto Imran, M.Pd (Dosen Unismuh Makassar), Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd (Dosen UBP Karawang), MT Hartono Ikshan, M.Pd (Dosen STKIP Sebelas April Sumedang), dan Neni Nadroti Muslihat, S.Pd.i., M.Pd (Dosen IPI Garut Bandung)

Dosen PGSD Unismuh Makassar, Muh Erwinto Imran, M. Pd, yang juga calon kandidat doktor Pendidikan dasar SPs UPI menjelaskan pembentukan Karakter dapat dimulai dari membiasakan berbagai kegiatan yang positif.

“Pembelajaran multiliterasi dapat menjadi sarana bagi guru dalam menanamkan benih nilai-nila karakter dari tanggungjawab, disiplin, komunikasif dan berbagai nilai karakter lainnya,” terangnya.

Ketua jurusan PGMI UIN SGD Bandung,H. Yayan Carlian, M.Pd  mengatakan , Prodi PGMI rutin melaksanakan kegiatan seminar dalam membekali mahasiswa yang merupakan calon guru MI berbagai kompetensi.

Guru memiliki tanggung jawab dalam mendidik khusunya membantu dan menginspirasi  peserta didik dalam melakukan tindakan positif di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Para pembicara lainnya juga menyampaikan peran memiliki nilai-nilai karakter sebagai seorang guru.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy dalam sebuah sambutan mengatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang memiliki karakter kuat berdampingan dengan kompetensi yang tinggi, yang tumbuh dan berkembang dari pendidikan yang menyenangkan dan lingkungan yang menerapkan nilai-nilai baik dalam seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hanya dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang tinggilah jati diri bangsa menjadi kokoh, kolaborasi dan daya saing bangsa meningkat sehingga mampu menjawab berbagai tantangan era abad 21. (Rls)

- Advertisement -

TERKINI

7 Warga Barru Terjangkit Coronan sudah Negatif di Swab Pertama

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Tujuh warga Barru yang positif corona, kini mulai membaik, Pasalnya hasil swab pertama semenjak menjalani masa isolasi di Makassar, kini...

Jangan Kaget Liat Seluruh Personel Lantamal VI Pakai Gelang Warna-warni, Ini Tujuannya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Personel dan keluarga Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) Makassar sekarang ini telah memakai gelang warna-warni sebagai identifikasi...

Kapan Mulai Masuk Sekolah? Ini Penjelasan Mendikbud

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Sebelumnya, ramai diberitakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mengaktifkan kembali aktivitas di sekolah pada bulan Juni...

Toleransi Beragama Di Pos Covid-19 Rumdis TNI AL Lantamal VI Dewakang B1

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Toleransi dan Wujud kerukunan terkadang berawal dari hal-hal sederhana, dan mudah ditemui di sekitar kita. Salah satunya dicontohkan oleh...

REKOMENDASI