Wednesday, July 8, 2020

Dosen UPI dan Unismuh Makassar Bahas Multiliterasi di NTNU Taiwan

Taiwan, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Beberapa dosen dari beberapa Universitas di Indonesia (Hany Handayani, Dyah Lemasya, Mubarok Sumantri, Dr. Wahyu Sopandi, dan Muh. Erwinto Imran) melakukan kunjungan dan FGD ( Focus Group Discussion) di NTNU (National Taiwan Normal University), Jum’at (19/04/2019).

Dalam kegiatan FGD yang dilakukan bersama salah satu professor di NTNU Prof. Hsin Kai Wu terkait kurikulum dan model pembelajaran. Dalam kesempatan ini, Dosen UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Dr. Wahyu Sopandi mengemukakan padatnya isi kurikulum di Indonesia mengharuskan adanya suatu model yang dapat mengakomodasi tujuan kurikulum dan pembelajaran.

Disisi lain, Ia juga mengenalkan Model RADEC (Read-Answer-Discuss-Explai-Create) dan tahapannya yang dapat mengakomodasi beberapa keterampilan yang harus dimiliki siswa saat ini.

“Model RADEC ini saya buat dengan menyesuaikan karakter dan budaya di Indonesia. Tentu saya berharap ini menjadi suatu terobosan terbaru dalam dunia pendidikan khususnya menjadi sarana dalam mengajarkan Keterampilan Abad 21 (4C dan Multiliteracy),” tuturnya.

Hal ini turut di amini oleh Muh. Erwinto Imran salah satu Dosen PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Universitas Muhammadiyah Makassar yang juga hadir dalam kegiatan ini.

Ia menyampaikan pentingnya kemampuan Multiliterasi dimiliki oleh siswa di Indonesia agar dapat menyesuaikan dengan kemajuan teknologi dan tuntutan abad 21.

“Hal ini ditinjau sangat perlu. Oleh karena itu proyek pengembangan instrumen multiliterasi yang saat ini dilakukan, dimana instrumen yang dikembangkan dapat mendukung pembelajaran multiliterasi di kelas,” pungkasnya.

Terlebih lagi, Prof. Hsin kai Wu juga mendukung sebuah instrumen yang dapat memotret dan mengukur suatu proses pembelajaran.

Reporter: Ahadri

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dies Natalis Unhas ke-64, Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Workshop Penulisan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin memprakarsai terselenggaranya workshop yang bertajuk “Research Skills Upgrade: Penulisan Systematic Review...

Danlantamal VI Terima Audiensi Perwakilan Alumni AKABRI 1995

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas menerima audiensi alumni AKABRI Tahun...

Ini 5 Perpustakaan Terkeren di Dunia

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Terlebih untuk generasi milenial, yang pasti lebih suka nongkrong di cafe hits ketimbang di perpustakaan. Padahal banyak perpustakaan sekarang...

Bukti Nyata Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, Danyon C Pelopor Teteskan Air Mata Gegara Ini

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Keharuan dan isak tangis mewarnai pelepasan mantan Kapos Basarnas Kabupaten Bone Andi Sultan ke tempat tugas dan jabatan barunya...

Yuk, Intip Studio Mini Milik Perpustakaan Umum Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Perpustakaan Umum Kota Makassar telah memiliki "studio mini" sederhana untuk pengambilan gambar kegiatan online. Untuk program...

REKOMENDASI