Jumat, Oktober 22, 2021

Editorial Majalah FAJAR PENDIDIKAN Edisi 367: Rawat Kebinekaan, Survei Lingkungan Belajar Harus Didukung

spot_imgspot_img

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Setiap siswa berhak mendapatkan hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman, tanpa diskriminasi. Survei Lingkungan Belajar yang tercakup dalam Asesmen Nasional (AN) adalah salah satu cara berbasis data yang akan mampu mendorong terciptanya lingkungan belajar dengan iklim keamanan dan kebinekaan yang baik, sebagai prasyarat pendukung pembelajaran yang berkualitas.

Survei ini memotret berbagai aspek pembelajaran, seperti kepemimpinan kepala sekolah, praktik guru, iklim keamanan, dan kebinekaan sehingga informasi yang diterima guru, kepala sekolah, dan kepala dinas pendidikan lebih bermanfaat.

Dalam AN ada beberapa indikator terkait kebinekaan, salah satunya adalah menghargai perbedaan. Toleransi ini didefinisikan nyaman bergaul, nyaman bekerja, dan nyaman berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan belajar yang berasal dari latar belakang berbeda.

Salah satu ciri sekolah yang punya iklim kebinekaan baik adalah ketika murid merasa bebas dan nyaman untuk menyampaikan pendapatnya tentang apapun yang sedang dibahas di sekolah. Jika guru berhasil menciptakan suasana di mana orang dihargai pendapatnya hingga mereka nyaman mengungkapkan pendapatnya, itu salah satu ciri sekolah dengan suasana kebinekaan yang baik.

Diluncurkan pada 2019 sebagai Merdeka Belajar episode pertama, AN mencakup tiga komponen besar, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi dan Numerasi, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Hasil akhir AN murni bertujuan untuk perbaikan mutu pembelajaran dan tidak akan memberikan konsekuensi terhadap individu pesertanya.

Toleransi bukan hanya menghargai, tetapi ada hal yang lebih mendalam, adalah memperluas makna toleransi. Kalau hanya ‘menghargai’ bisa jadi hanya seperti; kamu melakukan caramu dan aku menghormati caramu. Akan tetapi ‘memperluas’ adalah; murid bisa bekerja sama dan berkolaborasi dalam satu aktivitas bersama.

Misalnya menjelang hari besar keagamaan di sekolah, murid dapat bersama-sama membantu dalam mempersiapkan kegiatan tanpa perlu mengikuti kegiatan ibadahnya. Itu cara-cara untuk memperdalam toleransi tersebut.

Kebinekaan harus dirawat sejak dini, yaitu sejak anak-anak duduk di bangku sekolah. Untuk mendorong hal tersebut, maka Survei Lingkungan Belajar harus didukung.

Salam, Redaksi

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI