Emak-Emak ‘Mengamuk’, Alat Berat Disangka Seret Material

Barru – Sebuah video amatir yang memperlihatkan sekelompok emak-emak memprotes keberadaan alat berat viral di grup Info Kejadian Barru (IKB). Dalam video itu, seorang lelaki tanpa baju tampak berada di dekat ekskavator, memicu kemarahan warga yang mengira aktivitas tersebut berkaitan dengan kegiatan tambang di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Lisu, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Jumat (28/11/2025). Para ibu-ibu terdengar kesal dan dalam bahasa Bugis mengatakan, “Mau’ kak mengamuk,” karena menduga alat berat itu bagian dari operasi tambang.

Kecurigaan warga mengarah pada aktivitas PT Bumi Barru Sejahtera, perusahaan tambang sirtu (pasir batu) yang mengantongi IUP Nomor 08032401854730008 tertanggal 24 September 2025. Perusahaan berstatus Operasi Produksi itu berlokasi di Desa Lompo Tengah dan telah mengantongi izin lingkungan PPKPLH Nomor 1203110134 sejak 22 Juli 2025.

Namun dugaan tersebut dibantah oleh Rappe, warga Dusun Lisu yang juga menjadi salah satu pihak yang menandatangani persetujuan pembukaan tambang. Ia menegaskan bahwa alat berat dalam video viral itu tidak sedang melakukan aktivitas penambangan.

“Bohong itu, Pak. Kemarin ada pertemuan dengan warga. Kalau ada yang bilang tidak ada pertemuan, itu tidak benar,” ujarnya kepada Fajar Pendidikan.

Rappe turut menunjukkan lokasi yang terekam dalam video. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah perbaikan sungai dan pemasangan bronjong yang berada tepat di samping rumah warga.

Baca Juga:  Kamus Bahasa Mbay Diluncurkan, Pemerintah Nagekeo Tegaskan Komitmen Jaga Bahasa Ibu

“Saya yang minta supaya dikerjakan dekat rumah. Yang di-video-kan itu bukan lokasi tambang. Saya suruh kerja dulu di sini karena bronjongnya harus diperbaiki. Tidak ada batu yang diambil,” tegasnya.

Ia mengaku telah menjaga kawasan sungai itu sejak tahun 1990-an. Menurutnya, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan dapat semakin parah dan mengancam permukiman warga.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Pemerintah Desa Lompo Tengah bersama pihak kepolisian dan Danramil Tanete Riaja langsung turun ke lokasi untuk mengecek situasi. Kepala Desa Lompo Tengah, Arifuddin Pabiseang, membenarkan bahwa persoalan ini bermula dari kesalahpahaman antarwarga.

- Iklan -

Kemarin warga minta supaya pinggir rumahnya dikerjakan karena ada abrasi. Tapi ada warga lain yang keliru, dikira alat berat itu mengambil material,” jelasnya.

Ia menyebut pihak desa telah melakukan mediasi dan sepakat menunda sementara kegiatan di lapangan hingga sosialisasi lanjutan dilaksanakan.

Memang sudah dijadwalkan sosialisasi tanggal 27, tapi ditunda karena Pak Kadis ada kegiatan lain. Sosialisasi pertama sudah ada dan sudah dijelaskan,” katanya.

Baca Juga:  Polres Barru Standby Total Awasi Jalur Napas Tilas Pacekke

Menurut Arifuddin, perusahaan juga telah memenuhi salah satu syarat perizinan, yakni menyetorkan uang jaminan reklamasi sebesar Rp25 juta per hektare kepada dinas terkait.

Memang ada perbedaan pendapat. Ada warga yang mempersoalkan, ada juga yang tidak. Tapi sementara kami minta dihentikan dulu sampai sosialisasi berikutnya,” ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Tanete Riaja Iptu Mudhafar menegaskan bahwa perusahaan memiliki izin resmi, namun keberatan warga tetap harus diakomodasi.

Mereka itu ada izin. Di sisi lain ada masyarakat yang mempertanyakan. Ini hanya kesalahpahaman. Nanti ahli yang paham soal tambang akan memberikan penjelasan,” katanya.

Polisi memastikan situasi tetap kondusif dan meminta warga menunggu proses sosialisasi lanjutan dari pemerintah dan perusahaan.

Masih akan ada sosialisasi lagi. Akan ada ahli atau ekspert tambang yang meninjau dan menjelaskan secara detail,” tambahnya.

Sosialisasi Dijadwalkan Ulang

Pihak desa, aparat, dan perusahaan sepakat menjadwalkan ulang sosialisasi resmi. Langkah ini diharapkan mampu meluruskan informasi sekaligus memastikan warga memahami bahwa lokasi yang viral tersebut bukan merupakan area operasi tambang.

 

Hengki

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU