Sunday, September 20, 2020

Fakta Dibalik Kecelakaan Pesawat Lion Air JT-610

Makassar, FajarPendidikan.co.id— Setelah bencana alam yang menimpa beberapa daerah di Sulawesi Tengah, Minggu 28 Oktober 2018 lalu, masyarakat Indonesia kembali berduka atas kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang menewaskan 181 orang.

Dalam peristiwa tersebut beberapa awak pesawat  yang mencapai 10 orang juga menjadi korban. Satu dari 10 orang tersebut, diantaranya dalah Bhavye Sunaje, yang merupakan pilot dari pesawat naas tersebut. Sebagai pilot yang telah bergabung dengan maskapai ini sejak tahun 2011, dapat dikatakan pengalaman yang ia miliki amat luar biasa. Setidaknya, bersama Lion ia telah mengangkasa selama 600 jam.

Dan ternyata bukan hanya warga sipil yang berada didalam peristiwa tersebut, terdapat korban yang berasal dari kementerian keuangan. Dari Ditjen Kekayaan Negara, Ditjen Perbendaharaan dan KPP Pratama Bangka. Tercatat ada 31 orang yang bekerja ditempat tersebut menjadi korban.

Dan menurut ketua Komisi Nasional Keselamatan Terbang (KNKT), mode transportasi umum ini masuk dalam jenis pesawat  yang baru dan jika dilihat dari track record nya, pesawat ini baru catatkan terbang sekira 800 flight hour.

Bahkan dari desas desus yang beredar pesawat ini bahkan baru mengangkasa untuk kebutuhan komersial, dua bulan belakangan. Lion Air JT-610 sendiri merupakan pesawat pengembangan dan boing 737 klasik dan merupakan series yang paling modern.

Insiden Lion Air JT-610 ini mungkin bukan yang pertama, rentetan peristiwa udara di Indonesia yang terjadi memang sering meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban yang ada di dalam kecelakaan pesawat.

Terlepas dari berbagai pemberitaan tentang peristiwa Lion Air, sebagai masyarakat Indonesia tentunya kita turut merasakan pilu yang keluarga korban rasakan.(Int)

 

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Awali Kepengurusan, LD Al-‘Aafiyah FKM Unhas Gelar Daurah Pengurus

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Lembaga Dakwah Al-'Aafiyah FKM Unhas melaksanakan daurah pengurus pada hari sabtu, 19 September 2020. Kegiatan ini dilaksanakan melalui  zoom cloud...

Kapolres Barru Serukan Pilkada Damai 2020, Di Takkalasi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Barru AKBP Welly Abdillah, menyerukan Pemilukada Damai, saat menggelar kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai 2020 dan...

Danyonmarhanlan VI Hadiri Rakor Pemilu dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Pemkot Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Batalion Marinir Pertahanan Pangkalan VI (Danyonmarhanlan VI) Letnan Kolonel Marinir Gigih Catur Pramono, S.H, M.T.r. Opsla menghadiri Rapat...

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

REKOMENDASI