Friday, July 10, 2020

Gandeng PPDI, BPBD Sosialisasi Desa Siaga Bencana


Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone menggelar sosialisasi desa siaga bencana peduli difabel (Daeng Siba) yang digelar di aula kantor kecamatan Libureng Kabupaten Bone, Kamis 2 Agustus 2018.

Kepala BPBD Kabupaten Bone, Bahar Kadir mengatakan dalam sosialisasi tersebut pihaknya menggandeng penyandang disabiltias dari PPDI Bone sebagai pembicara utama. Sementara tujuan kegiatan tersebut untuk mengedukasi masyarakat dalam siaga bencana, kata Bahar, Penyandang disabilitas adalah ‘kelompok rentan’ yang mendapatkan prioritas saat terjadinya bencana.

“Yang berbicara adalah penyandang disabilitas, tentu sudut pandangnya berbeda karena mereka mengalami secara langsung, dan sebagai kelompok rentan, mereka juga penting mengetahui terkait kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana,” kata Bahar Kadir.

Kata dia, kegiatan tersebut digelar lima hari berturut-turut di kecamatan Cina, Dua Boccoe, Awampone, Libureng dan Tanete Riattang Barat dengan sasaran penyandang disabilitas, keluarganya dan aparat pemerintahan setempat agar memahami program desa siaga bencana peduli difabel.

Camat Libureng Andi Rahmat Musyra mengatakan kegiatan tersebut sangat penting dilaksanakan di wilayahnya, kata dia penyandang disabilitas berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan non disabilitas tanpa diskriminasi.

“Untuk itu kami mengapresiasi kegiatan BPBD Bone disini, ini juga baru pertama kali dilakukan, harapan kami tentu ada tindak lanjut kegiatan ini agar tetap berkesinambungan,” tukas Rahmat ditemui di kantor camat Libureng.

Perwakilan Persatuan penyandang disabilitas Indonesia (PPDI) kabupaten Bone, Abdul Waris Hasrat mengatakan penyandang disabilitas di Indonesia telah dilindungi undang-undang dan peraturan daerah untuk pemenuhan hak-hak disabilitas, termasuk informasi kebencanaan tersebut.

“Setiap orang dalam setiap detik berpeluang menjadi penyandang disabilitas, untuk itu aturan dan perundang-undangan ini sebenarnya bukan hanya untuk melindungi penyandang disabilitas namun semua orang pada umumnya,” kata Waris Hasrat dalam rilis yang diterima FAJAR PENDIDIKAN.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Basarnas Bone Bekali Ilmu Kebencanaan Anggota RAPI Wilayah 05 Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Guna memberikan keterampilan serta pengetahuan kepada seluruh anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 05 Kabupaten Bone yang berkaitan...

OSIS-MPK SMP Islam Athirah 1 Gelar Webinar Student Exchange

FAJARPENDIDIKAN.co.id - OSIS-MPK Covtharka SMP Islam Athirah 1 Makassar menggelar webinar dengan tema “Study Hard to Explore the World.” Kamis (9/7/2020). Lebih...

Tes Kepribadian: Pilih Satu Pola untuk Mengetahui Cara Kerja Pikiranmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Namun, sebagian orang belum mengetahui bagaimana cara mereka berpikir. Situs web themindsjournal.com membagikan tes kepribadian dengan cara memilih satu dari delapan pola.

Pj. Walikota Makassar : Komplek TNI AL Lantamal VI Patut Menjadi Contoh Penerapan Manajemen Protokol Kesehatan Covid-19

Makassar, FAJARPENDIDIKAN. co.id - Komplek TNI AL Lantamal VI patut menjadi contoh untuk penerapan manajemen protokol kesehatan Covid-19, hal ini diungkapkan Pj...

Motivasi dan Tingkatkan Semangat Belajar, Ini Kata-kata Mutiara Tentang Pendidikan Buatmu

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Dengan memiliki ilmu kita dapat menggenggam dunia, dan mengejar mimpi besar yang kita punya. Sehingga akan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat...

REKOMENDASI