Wednesday, August 5, 2020

Gunakan Aggaran Pribadi Perbaikan Jalan, Warga Pertanyakan Dana ADD

Suasana Perbaikan Jalan

Sinjai, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Warga masyarakat Desa Bonto kecamatan Sinjai Tengah Kabupaten Sinjai menggelar aksi pengumpulan dana kemudian secara bergotong royong memperbaiki jalan rusak yang hingga kini tak kunjung diperbaiki, Senin 6 Agustus 2018.

Kepedulian warga desa Bonto di kecamatan Sinjai Tengah layak diacungi jempol, sebab walau terdapat ruas jalan di desanya yang mengalami kerusakan dan tak kunjung diperbaiki, namun mereka tak lagi berharap banyak dari pemerintahnya untuk perbaikan jalan itu.

Karenanya, mereka berinisiatif untuk bersama-sama berpartisipasi hingga terkumpul sejumlah sumbangan untuk membenahi jalan tersebut.

Pengumpulan dana masyarakat untuk perbaikan jalan itu diungkapkan oleh Kepala Desa Bonto, Mappiare, melalui tulisannya di salah satu grup whatsApps (WA).

“Warga desa Bonto berpartisipasi mengumpulkan dana untuk perbaikan jalanan ruas Bonto-Tangkulu sepanjang 30 meter,” katanya.

Tetapi di sisi lain, prihal itu justru dicibir warga setempat lantaran desanya sendiri telah memperoleh kucuran Anggaran Dana Desa (ADD) yang jumlahnya milyaran rupiah.

Salah seorang tokoh pemuda desa setempat, Yudhy, mengatakan ada yang aneh dalam persoalan ini, mengingat adanya ADD yang dapat membiayai perbaikan jalan itu tetapi ternyata menjadi beban warga masyarakat yang notebene dari kalangan petani.

“Kan sangat aneh, jalan yang berlobang diperbaiki menggunakan dana yang bersumber dari “Cari Kawan” (CK) yang dikumpul-kumpul warga masyarakat. Jadi dana ADD yang milyaran itu digunakan apa saja,” kata Yudhy heran.

Dia menambahkan dengan nada sindiran, ini merupakan tamparan keras bagi kami selaku warga desa Bonto bahwa anggaran untuk pembangunan desa yang semakin meningkat jumlahnya, namum pemandangannya terlihat berbeda dengan yang terjadi di desa Bonto yang justru warga petani desa yang dibebani.

Hingga berita ini disiarkan, Kepala Desa Bonto belum berhasil dikonfirmasi.

Reporter: Iskandar

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Anggota Komisi E DPRD Sulsel Lakukan Kunjungan Kerja ke Perpustakaan Nasional RI

FAJARPENDIDIKAN.co.id - 17 orang Anggota Komisi E Bidang Kesra DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin Ketuanya Ir. H. Rusdin Tabi, M. BA melakukan...

Dorong Mahasiswa Lakukan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Minta Dukungan Rektor IAIN Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Hj Jumriah lakukan audiensi rencana Workshop terkait sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Rektor IAIN...

Persiapan Panen Raya dan Vicon Dengan Kasal, Wadan Lantamal VI Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Karuwisi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Makassar, Wakil Komandan (Wadan) Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H, M.M melaksanakan kunjungan ke lahan ketahanan pangan Karuwisi Lantamal...

Wisuda Purna Tugas Wujud Penghormatan Lanal Kendari Terhadap Jasa-Jasa Perwiranya Selama Berdinas Di TNI AL

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kendari, Selasa, (04/08/2020) Lanal Kendari mengadakan Upacara Wisuda Purna Tugas dan Acara Tradisi Pelepasan yang dikemas secara menarik dan mengharukan...

Irjen Pol Merdisyam Ditunjuk Jadi Kapolda Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Republik IndonesiaJenderal Idham Azis mutasi Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, digantikan Irjen Pol Merdisyam.Kapolri, Jenderal Idham Azis...

REKOMENDASI