Rabu, April 21, 2021

Hadiri FGD PERSAKMI, Muhammad Husni Thamrin: Desa Punya Peran Kuat Tingkatkan Kesehatan

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Sulawesi Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Meneropong Status Kesehatan Masyarakat di Sulawesi Selatan tahun 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Februari 2021 yang dilakukan secara daring.

Ketua PERSAKMI Sulsel, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD, yang juga sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, mengatakan: “Sedianya kegiatan ini dilaksanakan di awal Januari 2021, namun karena terjadi gempa di Sulawesi Barat, dimana kita semua juga memberikan perhatian penuh kepada korban yang ada disana sehingga kegiatan ini mundur dan baru sempat dilaksanakan,” terang Prof Sukri.

Kegiatan FGD ini dimaksudkan adalah untuk melihat masalah kesehatan secara keseluruhan di Sulawesi Selatan, dan juga memprediksi bagaimana kondisi ke depan.

Ada kecenderungan bahwa dalam masa pandemi Covid-19 ini, semua energi, sumber daya, anggaran dan kebijakan diarahkan pada penanganan Covid-19.

Menurut Prof Sukri, Hal itu tentu tidak salah, karena merupakan wabah yang harus diselesaikan, namun terdapat banyak masalah kesehatan yang juga membutuhkan perhatian dan energi dan anggaran, misalnya penanganan stunting, sanitasi, air bersih, penanganan berbagai penyakit menular dan tidak menular, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan sebagainya.

FGD ini dibagi atas dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Ilham Syam, SKM, M.Kes. Salah satu pemateri pada sesi pertama, yaitu Muhammad Husni Thamrin, SKM, M.Kes.,

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan itu, membawakan materi berkaitan dengan upaya yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dalam meningkatkan derajat kesehatan.

Ia banyak mengurai berkaitan dengan penanganan stunting, pemberdayaan posyandu, PKK dan organisasi kemasyarakatan pada level desa atau kelurahan.

Dalam penanganan kesehatan ditingkat desa, ia menekankan bahwa desa sebetulnya memiliki peran yang kuat dalam meningkatkan kesehatan.

“Desa dapat membuat peraturan desa sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat desa, termasuk dalam hal ini masalah stunting,” jelasnya.

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Polsek Urban Pitumpanua Kembali Bubarkan Balapan Liar

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Personil Polsek urban Pitumpanua bubarkan balapan liar dilaksanakan anak muda dikaluku desa lauwa kecamatan Pitumpanua dijalan Poros Sengkang-siwa, Selasa (20/4/2021).

Segar Buat Buka Puasa, Ini Resep Praktis Es Pisang Ijo yang Yummy!

Untuk mendapatkan adonan es pisang ijo yang mantap dengan rasa yang premium, lebih baik gunakan pewarna makanan alami seperti daun suji dan...

Jadwal Buka Puasa Hari Ini Selasa 20 April 2021

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Jadwal buka puasa merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari rutinitas puasa bagi umat Islam. Umat Islam yang menyegerakan...

Keutamaan Pahala Berpuasa

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bulan Ramadan merupakan puasa yang dilaksanakan pada bulan Ramadan yang jumlah harinya antara 29 dan 30 hari. Menurut ajaran islam, puasa di bulan Ramadan dapat...

Doa Buka Puasa yang Benar

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ...

REKOMENDASI