Hadirkan Pemateri dari Cornell University, Konferensi Internasional Gizi dan Kesehatan Masyarakat Ke-2 Bahas Dampak Pandemi Covid-19

FAJAR Pendidikan

International Conference on Nutrition and Public Health (ICNPH) Ke-2 kembali dilaksanakan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Kegiatan ini adalah merupakan rangkaian Dies Natalis FKM Unhas Ke-39.

Dalam keynote speech yang disampaikan oleh drg. Kartini Rustandi, M.Kes, yang mewakili Menteri Kesehatan menyatakan bahwa Indonesia saat ini mengalami triple burden permasalahan gizi.

Masalah gizi makro yang meliputi stunting dan wasting, masalah gizi lebih yang terjadi pada orang dewasa dan lansia, serta masalah defisiensi anemia pada ibu hamil dan remaja putri.

Namun, di tengah permasalah tersebut, Indonesia memiliki target yang harus dipenuhi di tahun 2024, yaitu penurunan stunting menjadi 14% dan wasting menjadi 7%.

Pandemi covid-19, menjadi tantangan terbesar untuk pencapaian target. Sebagai penutup ia menyampaikan percepatan perbaikan gizi harus terus dilakukan, dengan memperkuat kreativitas dan inovasi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul dan berdaya saing.

Setelah keynote speech dari Menteri Kesehatan, dilanjutkan dengan Plenary Session 1 yang diisi oleh 3 pemateri.

BACA JUGA :   Kejar Target, FKM Unhas Gelar Workshop Indikator Kinerja Utama

Sebagai moderator pada Plenary Session 1 adalah Dr. Healthy Hidayanty, SKM, M.Kes.

Pemateri pertama adalah  Dr. Ir Suprayoga Hadi, MSP yang saat ini menjabat sebagi Deputy for Human Development and Equality, Kantor Wapres, dengan materi “Impact of COVID-19 on Stunting Reduction Acceleration in Indonesia”.

Dalam presentasi yang disampaikan bahwa dampak pandemic Covid-19 di Indonesia adalah terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,7%, peningkatan angka kemiskinan 9,22%; 2,56 juta orang kehilangan pekerjaan; 24,03 juta orang mengalami penurunan jam kerja.

Pada 5 Agustus 2021, Presiden telah mengeluarkan Perpres 72/2021, terkait percepatan penurunan stunting, dengan penekanan penguatan pada 3 hal: 1) penguatan kerangka kelembagaan, dimana BKKBN menjadi ketua tim pelaksana percepatan penurunan stunting; 2) Penguatan kerangka intervensi; serta 3) Penguatan kerangka pendanaan.

Pemateri selanjutnya adalah Dr. Ir Doddy Izwardi, MA yang menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, dengan materi “Impact of COVID-19 on Nutrition Problems in Indonesia during 2020-2021”.

Dalam sesi diskusi, beliau menyampaikan bahwa kemiskinan memiliki hubungan yang sangat kuat dengan stunting.

BACA JUGA :   Mahasiswa Baru FKM Unhas Ikut PKKMB 2022

Pandemi Covid-19 berdampak pada status gizi anak-anak yang merupakan dampak dari kondisi ekonomi di tingkat rumah tangga.

Pemateri terakhir adalah  Assoc. Prof. Dr. Julia L. Finkelstein, ScD, MPH yang berasal dari Cornell University dengan judul materi “Periconceptional Biomarker Surveillance in Southern India: Informing Interventions to Improve Maternal and Child Health in the COVID-19 Era”.

Ia menyampaikan berbagai penelitian intervensi yang telah dilakukan terkait peningkatan Kesehatan ibu dan anak di masa pandemic Covid-19.

Community research program oleh AMC-Cornell Team, peningkatan fasilitas, pendirian laboratorium, bekerja sama dengan World Health Organization (WHO) dan Center for Disease Control and Prevention (CDC) adalah bentuk kegiatan intervensi yang telah dilakukan.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI