Saturday, July 4, 2020

IGI Tamiang Latih Guru Sagusaka

Aceh Tamiang, FajarPendidikan.co.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Aceh Tamiang melatih guru Sagusaka (Satu Guru Satu Koreksi LJK Berbasis Android). Kegiatan yang diikuti 106 guru jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK se-Kabupaten Aceh Tamiang ini berlangsung di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang pada Minggu, 16 Desember 2018.

Ketua Panitia, Ahmad Mersyal dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan Sagusaka bertujuan untuk melatih guru memeriksa LJK secara cepat, tepat dan efisien berbasis TIK. Tingginya minat peserta mengikuti kegiatan ditandai dengan membludaknya pendaftar yang mencapai 106 orang, sementara awalnya hanya berkapasitas 50 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang yang diwakili Kabid GTK, Drs Muhammadsyah saat membuka kegiatan mengucapkan terima kasih kepada IGI Aceh Tamiang yang telah banyak membawa perubahan di dunia pendidikan Aceh Tamiang. Ia menegaskan bahwa undang-undang guru dan dosen menjelaskan organisasi profesi guru bukan hanya menampung aspirasi guru saja tetapi bekerjasama meningkatkan mutu pendidikan.

“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab dinas pendidikan. Kegiatan yang dilakukan IGI Tamiang sudah sesuai dengan fungsi organisasi profesi dan sangat membantu tugas dinas pendidikan,” jelas Muhammadsyah.

Lebih lanjut, Muhammadsyah mengaskan bahwa, IGI saat ini dimana-mana terus bergerak melakukan perubahan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia juga mengapresiasi antusiasme guru dalam mengikuti kegiatan Sagusaka. Kegiatan ini sangat bermanfaat mengikuti perkembangan zaman. Bahkan ia meminta Ketua IGI untuk memberi laporan sekolah mana saja yang tidak mengirim peserta mengingat kegiatan ini sangat penting.

Pada kesempatan yang sama, Ketua IGI Aceh Tamiang, Hadi Firmansyah mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang atas dukungan selama ini kepada IGI. Mulai dari launching buku karya sagusaku saat HGN maupun kegiatan lain yang selalu didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tamiang.

Coach nasional sagusaka, Jon Darmawan, SPd., MPd sangat terharu melihat antusiasme peserta yang rela datang dari daerah pelosok untuk mengikuti kegiatan sagusaka meskipun hari libur. Kepuasan coach semakin nyata saat peserta mampu mengaplikasikan semua ilmu yang diterima. “Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat dibagikan kepada sesama guru lainnya di sekolah,” harapnya.(Rls)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Personel Polres Bone Naik Pangkat, Kapolres: Bersyukurlah kepada Allah

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polres Bone & Yon C Brimob Bone berlansung di Lapangan Tennis Polres Bone, Jum'at...

Lanal Kendari Restorasi Situs Bersejarah Perang Dunia II Di Teluk Kendari

Kendari, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari yang merupakan salah satu jajaran Lanal dibawah Koarmada II Lantamal VI kembali membuat gebrakan...

Doa Bersama Dan Syukuran HUT ke-60 Lantamal VI Berlangsung Sederhana

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Acara doa bersama dan syukuran dalam rangka HUT ke-60 Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI), berlangsung sederhana yang...

Hadapi New Normal, Yon C Pelopor Gelar Senam Bersama Tangguh

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Setelah sekian lama tidak menggelar senam bersama di Mako Batalyon C Pelopor akibat pandemi Covid 19. Pada hari Jumat(03/07/20)...

Dongkelor Kisah Kerja Sama Bersama Kak Heru, Kak Sri dan Momo

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sobat Perpustakaan, Sabtu besok (04/07) Dongkelor untuk episode 10 akan berkisah tentang pentingnya kita bekerjasama bukan kerja sendiri-sendiri, apalagi...

REKOMENDASI