Iron Dome, si ‘Kubah Besi’ Pelindung Israel

Dengan sistem penangkal misil tersebut, para rakyat yang tak bersalah bisa aman dari gempuran yang mematikan.

Tak ada yang tahu kapan serangan militer datang. Negara-negara di daerah yang sedang menghadapi konflik seperti Timur Tengah pun memiliki sistem penangkal misilnya sendiri. Dengan sistem penangkal misil tersebut, para rakyat yang tak bersalah bisa aman dari gempuran yang mematikan.

Salah satu sistem penangkal misil terkemuka di dunia dimiliki oleh Israel dengan Kubah Besi atau Iron Dome atau Kippat Barzel (כִּפַּת בַּרְזֶל‎). Ditempatkan secara strategis agar dapat melindungi bangsa Israel, bagaimana kehebatan Iron Dome dalam menangkal serangan udara?

Dikembangkan untuk Membela diri dari Serangan Udara

7 Fakta Iron Dome, Sistem Pertahanan Udara Andalan Israeliron dome (timesofisrael.com)

Pada Perang Lebanon Kedua (Juli-Agustus 2006) antara Israel dan Lebanon, kelompok ekstremis Hizbollah melontarkan hampir 4.000 roket jarak pendek tipe Katyusha ke Haifa dan wilayah utara Israel. Serangan tersebut menewaskan 44 warga Israel dan mencerai-beraikan 250.000 kaum Yahudi. Diprakirakan, 1 juta rakyat Israel dipaksa berlindung.

Lalu, pada 2000 dan 2008, lebih dari 8.000 serangan udara (4.000 mortir dan 4.000 roket jenis Qassam) dikirim oleh HAMAS dari Gaza ke Israel Selatan. Karena jangkauan roket Qassam telah diperluas dengan peluncur BM-21 Grad, satu juta warga sipil terancam dalam jangkauan.

Jadi, pada Februari 2007, Menteri Pertahanan Israel saat itu, Amir Peretz (עָמִיר פֶּרֶץ) memilih proyek Iron Dome sebagai perlindungan terhadap serangan udara tersebut. Jadi, ditunjuklah Rafael Advanced Defense Systems untuk mengembangkannya. Pada 2009, Iron Dome menunjukkan hasil yang impresif.

Kemudian, AU Israel membentuk tim khusus untuk mengoperasikan Iron Dome, dan pada 2010, tes kendali Iron Dome berjalan lancar menangkal serangan udara mirip roket Katyusha dan Qassam. Pada 2011, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak (אֵהוּד בָּרָק) mengesahkan aktivasi Iron Dome. Sekarang, Israel telah memasang 10 Iron Dome.

Iron Dome beroperasi pada 2012

Setelah IDF membunuh Zohair al-Qaisi, Sekretaris Jenderal Popular Resistance Committee/لجان المقاومة الشعبية‎ (PRC), di Gaza pada Maret 2012, lebih dari 300 roket ditujukan ke Israel. Dari jumlah tersebut, 177 menimpa Israel dan 56 berhasil dicegat oleh Iron Dome.

Kemudian pada November 2012, Iron Dome berpartisipasi pada Operasi Tiang Pertahanan (עַמּוּד עָנָן). HAMAS menembakkan lebih dari 1.500 roket ke arah Israel, dan Iron Dome mencegat lebih dari 420 serangan udara dengan akurasi setinggi 85 persen! Namun, nyawa empat rakyat Israel melayang dalam insiden ini.

Pada 2014, Iron Dome juga disertakan dalam Perang Gaza atau Operasi Perlindungan Tepi. Selama konflik 50 hari tersebut, Iron Dome menghadang 735 misil dari total hampir 4.600 serangan udara dengan akurasi 90 persen. Per akhir Oktober 2014, Iron Dome telah mencegat lebih dari 1.200 roket!

Saat ini Iron Dome berperan penting dalam pertahanan berlapis Israel untuk melindungi dari serangan misil jarak dekat, mortar, dan roket. Iron Dome dapat membedakan antara roket yang mengancam wilayah populasi dan akan jatuh tanpa berpotensi terlalu membahayakan.

3 elemen utama

Menurut Missile Threat, sistem Iron Dome punya tiga elemen utama yakni ELM 2084 Multmission Radar (MMR), battle management and weapon control system (BMC), dan unit penembakan yang dilengkapi senjata roket pencegat Tamir.

Iron Dome inu memiliki roda dan dapat berpindah tempat lantaran mampu mendeteksi serangan roket dari jarak 4 hingga 70 kilometer, kemudian meluncurkan roket pencegat Tamir yang akan menghancurkan roket penyerang di udara.

Aksi Iron Dome menghalau roket dari Gaza dengan meledakkannya di udara sempat ditunjukkan akun Israel Defence Forces di media sosial. Terlihat roket saling bertabrakan dan membuat langit gelap berwarna kemerahan.

Harga satu unit Iron Dome diperkirakan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Satu unit Irone Dome disebut dapat menjaga area seluas 150 kilometer persegi.

Keberhasilan di Atas 80 Persen

Selama konflik dengan Hamas, pejabat Israel mengklaim Iron Dome mencegah 85 persen dari 400 roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza yang diprediksi ditargetkan ke populasi sipil.

Iron Dome memiliki 3-4 peluncur dengan 20 misil pencegat yang siap sedia dan akurat 85-90 persen. Iron Dome juga memiliki kemampuan pencegat peluncuran vertikal, sekering hulu ledak dan jarak dekat, peluncur seluler, dan kompatibel dengan berbagai sistem radar. Hulu ledak sistem Iron Dome membuatnya dapat menyasar serangan udara apa pun.

Setelah mendeteksi serangan udara dari jarak 4-70 kilometer, radar Iron Dome menghitung jalur ancaman dan menganalisis dampaknya. Jika jalur menimbulkan ancaman nyata, maka perintah pencegat ancaman udara akan dieksekusikan Iron Dome. Ancaman udara pun akan diledakkan di atas area netral.

Namun, kelemahan utama Iron Dome adalah bisa kewalahan oleh misil salvo berukuran besar. Selain itu, Iron Dome juga tidak efektif melawan misil kendali, mortir, serta misil jarak pendek. Memang, Iron Dome memiliki celah, namun bukan berarti Iron Dome bisa ditembus begitu saja.

- Advertisement -

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- Advertisment -

TERKINI