Rabu, Juni 23, 2021

Jokowi: Sekolah Tatap Muka Hanya 2 Hari Sepekan, Tak Boleh Lebih 2 Jam Sehari

Presiden Jokowi minta agar murid yang hadir di kelas hanya 25 persen.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan syarat terkait pelaksaan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Apa saja?

Disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Jokowi mengingatkan bahwa PTM harus dilakukan secara terbatas dan ekstra hati-hati.

“Bapak Presiden tadi mengarahkan pendidikan tatap muka yang nanti akan dimulai itu harus dijalankan dengan ekstrahati-hati, tatap mukanya dilakukan tatap muka terbatas. Terbatasnya itu apa, pertama hanya boleh maksimal 25 persen dari murid yang hadir, tidak boleh lebih dari dua hari seminggu, jadi seminggu hanya dua hari boleh melakukan maksimal tatap muka. Kemudian setiap hari maksimal hanya dua jam,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers virtual, Senin (7/6/2021).

Budi mengatakan, meski sudah ada aturan terkait sekolah tatap muka terbatas di bulan depan, izin anak ke sekolah tetap di tangan orang tua. Dia juga mengatakan guru harus divaksinasi lebih dulu sebelum sekolah tatap muka dimulai.

“Jadi mohon bantuan juga kepala daerah karena vaksinnya kita kirim ke kepala daerah prioritaskan guru dan lansia, terutama guru-guru ini harus sudah divaksinasi sebelum tatap muka terbatas yang tadi kami sampaikan dilaksanakan,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah pusat menargetkan pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dimulai pada Juli 2021. Belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin Corona (COVID-19).

Menko PMK Muhadjir Effendy kesuksesan pembelajaran tatap muka tergantung komitmen dari tingkat daerah hingga pusat. Dia meminta pemerintah daerah melakukan sosialisasi terhadap keputusan pembelajaran tatap muka bersama yang dirancang Kemendikbud hingga Kementerian Agama.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek

) Nadiem Anwar Makarim mengatakan sekolah tatap muka mulai dibuka pada Juli 2021. Kebijakan tersebut tidak bisa ditawar lagi. Kemendikbud juga telah menerbitkan panduan PTM agar terhindar dari penularan virus corona.

Nadiem Makarim juga menegaskan pembelajaran tatap muka bakal dilakukan setelah vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan tuntas. Dia mengatakan pembelajaran tatap muka bakal dimulai dari PAUD dan SD lalu bertahap hingga pendidikan tinggi.

.

Terungkap! Fakta Kasus Mayat Terbakar di Maros, Ternyata korban Pembunuhan dan Pelakunya 9 Orang

Maros, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar Press Konference terkait pengungkapan kasus penemuan mayat terbakar di Kampung Tompo Ladang, Desa Padaelo kec. Mallawa,...

Jelang Hari Bhayangkara ke-75, Kapolres Bone Prakarsai Renovasi Makam Raja

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Makam merupakan jejak kehadiran seseorang dimasa lampau, termasuk makam Raja yang layak dikenang atas jasa dan perjuangan mempertahankan eksitensi suatu wilayah kekuasaannya. Jelang...

Kecelakaan Tunggal Mobil Menabrak Pohon, Korban Dilarikan di RS Terdekat

Gowa, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kecelakaan tunggal mobill avanza warna hitam menabrak pohon hingga terjatuh ke sisi kanan jalan dan akibat kejadian itu membuat warga berkerumun, sementara...

Gencarkan Penggunaan Masker,Polsek Pitumpanua Laksanakan Operasi Yustisi

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Polsek Urban Pitumpanua Laksanakan Operasi Yustisi penggunaan masker di wilayah Kec. Pitumpanua, Jumat (18/06/2021). Adapun operasi ini dilaksanakan ditempat yang dianggap ramai seperti...

Grand Opening Dealer MG Pettarani Makassar, Kenalkan Mobil Terbaru MG HS Magnify i-SMART

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Morris Garages (MG) kerja sama dengan PT Sinar Galesong Pratama launching opening dealer MG Pettarani sekaligus kenalkan mobil terbaru MG HS Magnify...

Bupati Barru Serahkan Dua Ranperda ke DPRD

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Bupati Barru Suardi Saleh menyerahkan dua buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada DPRD Barru dalam rapat paripurna yang berlangsung di gedung DPRD...

.

.

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

UINAM Gelar PKTI Sesuai Keilmuan Jurnalistik

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Universitas Alauddin Makassar (UINAM) gelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) bertajuk “Menulis Kritis dan Ilmiah” dalam keilmuan jurnalistik yang dilaksanakan di Gedung...

UNM Lakukan Penandatangan Kontrak Pembangunan Gedung Kampus V Parepare

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan penandatanganan kontrak pembangunan Gedung Kampus V Parepare dengan PT Bumi Permata Kendari. PT Bumi Permata Kendari merupakan perusahaan...

Tim Pulau DPK Sulsel Lakukan Pembinaan Perpustakaan di Barrang Lompo

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Persoalan perpustakaan yang berkaitan dengan koleksi, serta sarana dan prasarana, merupakan beberapa masalah yang ditemukan Tim PULAu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK)...

Cegah Devisit Guru Besar, UIN Alauddin Gelar FGD Akselerasi Guru Besar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - UIN Alauddin Makassar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Akselerasi Guru Besar, Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk luring dan daring. Untuk luring, dilaksanakan di Ruang...

Prodi HI UINAM Gelar Webinar Gaet Kemenkopolhukam, Ciptakan SDM Unggul

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Program Studi Hubungan Internasional (HI) UIN Alauddin Makassar (UINAM)bersama Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) menggelar Webinar dan Kuliah Tamu, berlangsung...

.