Friday, August 14, 2020

Kemenag Gelar Takbiran Virtual Malam Ini, Jokowi-Ma’ruf Dijadwalkan Hadir

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kementerian Agama RI (Kemenag) menggelar Takbir Virtual Nasional. Hal ini dilakukan untuk menyambut Idul Fitri 1441 H di tengah Pandemi Corona (COVID-19).

“Menyambut hari kemenangan 1 Syawal 1441 H, Kemenag berharap seluruh umat muslim tetap dapat bersuka cita meskipun kita harus melaluinya di tengah pandemi. Oleh karenanya, kita membuat program Takbir Virtual Nasional dan Pesan Idul Fitri dari Istiqlal,” kata Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/5/2020).

Adapun, kegiatan ini dimulai pada Sabtu (23/5/2020) pukul 19.30 WIB. Kamaruddin mengungkapkan kegiatan ini akan diikuti oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma’ruf Amin serta tokoh-tokoh muslim lainnya melalui video conference.

“Rencananya akan diikuti oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres KH. Ma’ruf Amin melalui sambungan video conference. “Menag Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid serta tokoh-tokoh muslim pun rencananya akan mengikuti program ini melalui video conference,” ungkapnya.

“Tayangannya akan disiarkan live melalui akun YouTube dan Fanpage resmi Kementerian Agama, serta TV pool TVRI,” sambungnya.

Terakhir, Kamaruddin mengajak masyarakat untuk mengumandangkan takbir di rumah masing-masing.

“Jadi malam ini kita bisa tetap bertakbiran bersama meski lewat virtual. Mari kumandangkan takbir dari rumah kita masing-masing dengan suka cita,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan Takbir keliling pada malam takbiran dilarang diselenggarakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Penerapan sanksi juga diberlakukan bagi masyarakat yang melanggar. Imbauan mengenai pelanggaran takbir keliling telah disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

“Biasanya kita lakukan takbir keliling supaya tidak usah. Saya sarankan supaya takbir di rumah saja,” kata Fachrul melalui siaran langsung di Youtube BNPB Indonesia, Kamis (21/5/2020). (WLD/*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

OPINI : Sekolah Tatap Muka Antara Harapan dan Minimnya Persiapan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 saat ini masih belum usai, selama hampir 4 bulan lebih Indonesia Lockdown yang berarti segala aktivitas seperti sekolah,...

Hasan Sijaya: Seni Budaya Kita di Sulsel Tidak Kalah Dengan Daerah Lain

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya, membuka acara Festival Tari Pakarena Turiolo dan Tunrung Rinci...

Wadan Lantamal VI Bersama Forkopimda Sulsel Ikuti Rakorsus Tingkat Menteri Melalui Vidcon

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Wakil Komandan (Wadan) Lantamal VI Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H., M.M., bersama Forkopimda Sulsel mengikuti Rapat Koordinasi...

Jalin Silaturahmi, STIE Nobel Indonesia Jajaki Potensi Kerjasama dengan HIPMI Sulsel

FAJARPENDIDIKAN.co.id - STIE Nobel Indonesia melakukan pertemuan dengan jajaran pengurus DPD HIPMI Sulsel yang dihadiri langsung oleh ketua dua lembaga tersebut, Dr...

Rasa dan Wanginya Beda-beda, Ini nih Jenis Beras Putih Lokal Favorit Orang Indonesia

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Nasi adalah makanan pokoknya orang Indonesia. Nggak heran kalau ada ungkapan, ‘Belum makan namanya kalau belum makan nasi’. Saking vital...

REKOMENDASI