Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Bengo, Muhammad Akib mengungkap perihal bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tak digunakan sebagaimana peruntukannya. Bantuan PIP, kata dia, digunakan untuk membeli lauk jenis dempo.
Hal tersebut diungkap Akib dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Desa Bengo untuk tahun 2027 digelar di Kantor Desa Bengo, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Rabu (21/1/2026)
Akib mengatakan, bantuan PIP sejatinya diberikan kepada siswa miskin atau rentan miskin. Bantuan ini diperuntukkan untuk biaya personal siswa yang terkait dengan pendidikannya.
“Jika ada anak ta (siswa) terima bantuan PIP, tolong dikoordinir karena ada penerima PIP digunakan semua membeli lauk dempo, tidak dibelikan kelengkapan sekolah, “ungkap Akib dalam bahasa bugis
Akib tak menyebutkan di sekolah mana ada temuan tersebut. Ia hanya menekankan dengan adanya temuan, menjadi pesan bagi sekolah agar turut memastikan penggunaan bantuan PIP tersebut.
Ia tak sepenuhnya menyalahkan orang tua yang menggunakan dana PIP untuk membeli dempo, yang menurutnya mungkin hanya kurang informasi tentang PIP atau sekali untuk kebutuhan mendesak.
“Kita belum tahu pasti kenapa bisa dibelikan (dempo), mungkin kurang paham atau butuh, tapi setidaknya jangan belikan semua dempo, karena ini PIP untuk seragam siswa, tas dan lainnya, “ungkapnya.
Pada kesempatan ini, ia juga meminta mengecek dan memperhatikan data penerima bantuan hingga data yang akan diusulkan menerima bantuan. Baik bantuan PIP, pembangunan hingga mobiler Sekolah.
