Kisah Perjuangan Ibu Imam Asy Syafii Jadikan Anaknya “Imam Besar”

Imam Muhammad bin Idris Asy Syafi’i, yang selalu disebut singkat Imam Asy Syafi’i, adalah salah satu ulama panutan dan andalan di zaman dulu.

Ayahnya dipanggil berpulang, saat usianya masih sangat muda. Ibunyalah yang kemudian membesarkannya, mendidiknya, dan memperhatikannya, bingga sang anak menjadi “Imam Besar”.

Ibunya membawa Idris kecil hijrah dari Gaza ke Mekah. Di kota suci pertama bagi umat Islam itu, Idris mempelajari Al Quran.dan bsrhasil menghafalkannya saat usia 7 tahun.

- Iklan -

Setelah itu, sang ibu mengirimkan Idris ke pedesaan yang bahasa Arabnya masih murni. Sehingga bahasa Arab anak.keturunan Qurays ini tertata dan fasih.

Setelah itu, sang anak pun diarahkan agar bisa berkuda dan memanah.Jadilah ia pemanah ulung. Tercatat 100 anak panah yang pernah ia muntahkan dari busurnya, dan tak satupun yang meleset dari sasaran.

Baca Juga:  Selamat Berpisah Ramadan, Sampai Jumpa di Ramadan Berikutnya (2)

Usia 15 Tahun Sudah Berfatwa

- Iklan -

Berkat taufik dari Allah SWT, kemudian kecerdasan dan pemahamannya saat usianya baru 15 tahun, ia sudah sipercayakan oleh Imam Malik untuk berfatwa.

Hal itu tentu tidak terlepas dari peranan ibunya.sebagai seorang muslimah cerdas, dan terpelajar di bidang ilmu Agama.

Setelah menjadi Imam ;Besar, Imam Asy Syafi’i berceritera tentang masa kecilnya. “Aku adalah seorang anak yatim.Ibukulah.yang mengasuhku. Namun ia tidak memiliki biaya untuk pwndidikanku. Aku menghafal Al Quran saat beruasia 7 tabun. Dan menghafal kitab Almuwaththa saat berusia 10 tahun. Setelah menyempurnakan hafalan Al Quranku, aku masuk mesjid, duduk di majelisnya para ulama. Muhafalkan hadist atau suatu permasalahan kami di msyarakat berbeda. Aku tidak memiliki uang untuk membeli kertas. Akupun menjadikan tulang sebagai tempat menulis”.

- Iklan -
Baca Juga:  Tangisan Khadijah

Namun, walaupun memiliki keterbatsan materi, ibu Imam Asy Syafi’i , tetap memberikan perhartian yang luar biasa terbadap pendidikan anaknya.

Semoga kita dijadikan Allah sebagai orang tua yang mempsrhatikan pendidikan analnya. Dan semoga kelak anak anak ksturunan kita menjadi seorang ulama yang berjuang dalam dunia dakwah yang membanggakan agama, serta orang tuanya. Aamiin. (TV Peduli/ana)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU