Kisah Pilu Perjalanan Hidup Muhammad Sebelum Jadi Nabi

Kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad, sebelum Allah Subhanahu Wataala, mengangkatnya jadi Nabi dan Rasul terbilang sangat memilukan. Namun anak semata wayang itu, sangat tegar menjalaninya.

Saat masih dikandungan ibunnya, Sayyidah Sitti Aminah Binti Wahb, ayah Muhammad,.Abdullah, wafat

Dan setelah dilahirkannya, pada bulan Rajab, ratusan tahun yang lalu, Muhammad tidak tinggal bersama ibunya, dan tidak disusui oleh ibunya.

- Iklan -

Tradisi bangsa Arab, apalagi di jaman dulu, memang tidak menyusukan anaknya. Dicarikan ibu susu. Hingga lepas masa menyusui.

Demikian halnya Muhammad. Disusui penduduk kampung yang jaraknya lumayan jauh dari Mekah.

Setelah lepas masa menyusui Muhammad dikembalikan,.kemudian tinggal bersama ibunya, Sitti Aminah. Sesekali dia dijemput oleh ibu susunya, bila rindu dengan anak susunya tersebut.

- Iklan -

Disanapun dia ikut mengembala kambing, mengikuti pekerjaan saudara sesusuannya.

Sitti Aminah Wafat

Suatu saat, ketika usianya mencapai 5 – 6 tahun, ibunya mengajaknya jalan jalan ke Yastrib yang sekarang bernama Madinah, bersama pengasuhnya. Tak lama di Yastrib, ibunya membawanya pulang ke Mekah. Namun, dalam perjalanan pulang ke Mekah, Aminah, bersama anak tercintanya dan pengasuh anaknya, menyempatkan singgah di kampubgbya, yang bernama Abwa. Disini Aminah jatuh sakit. Dan sakitnya parah, harus menunggu dulu membaik kemudian pulang ke Mekah.

Baca Juga:  Hukum Penggabungan Sunnah dengan Sunnah Lainnya di Bulan Rajab

Namun, takdir berkata lain. Aminah tidak dapat lagi pulang ke Mekah. Dia menghembuskan nafas terskhirnya, di kampungnya tersebut.

- Iklan -

Menurut sebuah riwayat, sebelum meninggal, Aminah sempat menyampaikan ucapan yang memberi semangat dan harapan kepada anak tercintanya, Muhammad, yang tidak lepas duduk disamping kepalanya. “InsyaAllah kamu nanti akan menjadi utusan Allah, Nabi terakhir” ucapnys sambil memandangi wajah Muhammad.

Ucapan Aminah tersebut, di perolehnya dalam mimpinya. Tidak lama setelah mengucapkan kata kata tersebut Aminsh menghembuskan nafas terakhirnya, pas di pangkuan Muhammsd.

Di kampung Abwa, yang jauhnya 264 kilometer itu, di makamkan.

Muhammad akhirnya, hanya pulang ke Mekah bersama pengasuhnya. Anak kesayangan orang.tuanya itu, kemudian diasuh oleh kakeknya dari ayahnya, Abdul Muthalib.

Lsgi lagi, tak lama mengasuh Muhammsd, sang kakek pun wafat. Muhammad lalu diasuh oleh pamannya, salah satu dari saudara ayahnya.

Saat di pamannya itu, Muhammad kerap ikut berdagabg ke kota Syam, hingga bertemu Siti Khadijah, juragan terkaya di kota Mekah.yang kemudian menjadi isterinya.Muhammad dan Khadijah, terpaut jauh usianya. Muhammad berusia 25 tahun, Khadijah berusia 40 tahun. Dan melahirkan 6 orang Anak

Baca Juga:  Harta Tidak Menambah Umur, Sedekahlah!

Makam Aminah Memilukan

Bagi kaum muslimin yang berhaji dan umroh ke dua tanah “haram”, Madinatul Munawwarah dan Makkatul Mukarramah, pasti berziarah ke makam Rasulullah, berjuta juta orang setiap tahun.

Namun, hampir semua perjalan Haji dan Umroh, tidak ada paket menziarahi makam Sayyidah Sitti Aminah Binti Wahb. Sedangkan wanita tersrbut, sangat berjasa melahirkan manusia paling mulia, utusan Allah SWT, di muka bumi. Kenapa ?

Makam ibunda Rasulullah tersebut sangat sulit dijangkau. Selain jauh dari Mekah, 264 kilometer, untuk menjangkaunya penuh perjuangan

Menurut cetita, Alman Maulana yang pernah mencoba, menziarahi makam ibunda Rasulullah, luar biasa perjuangannya. “Saya hampir frustasi”, ucapnya, dalam.video yang diunggahnya di youtube.

Makamnya di perkampungan, Abwa yang sangat terpencil. Tidak ada orang bisa ditanya disana. Kondidi mskamnya memprihatinksn. Karena berada di lembsh gunung bebatuan dan sangat jauh ke mana-mana.

Untuk sampai kesana, penuh perjuangan. Panasnya luar biasa. Tidak ada satu pun pohon. Dan harus berangkat sebelum subuh, karena saking panasnya. Allahu Akbar ! (Nurhayana Kamar)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU