- Advertisement -

Kuliah Saat Pandemi, Dosen STKIP Muhammadiyah Bone Ditantang Lebih Kreatif

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Para Dosen di Kampus STKIP Muhammadiyah Bone ditantang lebih kreatif dalam memberi perkuliahan kepada mahasiswa. Pihak kampus mengharapkan dosen untuk lebih kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran atau perkuliahan saat pandemi Covid-19.

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hal tersebut menjadi agenda pembahasan saat pihak Kampus STKIP Muhammadiyah Bone menggelar rapat persiapan pembelajaran untuk tahun akademik 2020/2021 di Aula Kampus setempat, Kamis (3/9/2020).

Plt Ketua STKIP Muhammadiyah Bone Dr Muhammad Safar SPd MPd saat dihubungi FAJAR PENDIDIKAN mengatakan, terdapat dua agenda utama yang menjadi pembahasan dalam rapat saat itu. Pertama, persiapan dosen untuk menghadapi tahun akademik 2020/2021 dan kedua koordinasi mahasiswa baru.

“Pada agenda persiapan tahun akademik 2020/2021 dosen diharapkan untuk lebih kreatif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Apalagi saat ini kita masih dalam kondisi pandemi. Itu artinya pembelajaran harus dilaksanakan secara online atau daring,” ungkap Dr Safar

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN-T Angkatan 53 Universitas Bosowa Gelar Seminar Budidaya Ikan di Desa Moncongloe Bulu
-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Untuk itu, lanjutnya, dosen harus merancang RPS terutama metode pembelajaran yang disusun berdasarkan capaian pembelajaran yang diharapkan. Menurutnya, di zaman serba digital ini, segala aktivitas di dalam kehidupan seakan sudah bisa dilaksanakan dengan jarak jauh, begitu pula dengan aspek pendidikan. Untuk itu perguruan tinggi harus memfasilitasi dengan e-learning atau pengadaan LMS (Learning Manajement Sistem).

“Hal ini bisa terwujud berkat adanya upaya perguruan tinggi melakukan pengadaan layanan LMS. Hal ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2012 , yang mengatur pendidikan jarak jauh,”jelasnya

BACA JUGA:  Kenalkan APBN, KPPN Watampone Goes To Campus

“Berkat sistem ini, maka kegiatan pembelajaran dapat lebih memanfaatkan teknologi informasi, komunikasi, dan media terkini, khususnya digital. Apabila hal ini tercapai maka program Kampus Merdeka dan Merdeka belajar lebih mudah direalisasikan,”tambahnya

-Iklan- Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Adapun agenda kedua tetang koordinasi mahasiswa baru, Dia selaku Ketua Panitia dan sekaligus Plt Ketua STKIP Muhammadiyah Bone mengharapkan dosen punya strategi dalam menyosialisasikan perekrutan mahasiswa baru.

“Penerimaan mahasiswa baru untuk gelombang kedua berakhir hingga 30 September 2020. Semua dosen diharap punya andil dalam perekrutan mahasiswa baru,”ungkapnya

Reporter: Abustan

Bagikan

REKOMENDASI UNTUK ANDA
- Advertisment -

POPULER: