Selasa, Januari 19, 2021

Kunker, Di Desa Kading Kabid Infokom BBPOM Sulsel Dan Anggota DPR RI Komisi IX

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kepala Bidang Infokom BBPOM Provinsi Sulsel Dra.Erni Arnida bersama Anggota DPR RI Komisi IX Drg. Hj. Hasnah Sy am adakan Sosialisasi Pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Obat-obat Tradisional, Kosmetik dan Pangan di Gedung Futsal Waenungnge Kecamatan Tante Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (25/11/20).

Dalam sosialisasi tersebut nampak warga Desa Kading antusias mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh para pemateri terkait penggunaan obat yang baik dan benar tentunya dengan mengutamakan Protokol kesehatan covid-19.

“Pemilihan obat sangatlah perlu diperhatikan, apalagi banyaknya obat yang tidak terdaftar di BBPOM sehingga saya berharap masyarakat teliti dalam memilih obat, apalagi yang namanya obat tradisional harus betul-betul diteliti,” ujar Dra. Andi Aisyah Hafid saat membawakan materi terkait obat dan obat tradisional.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Dr. Amis Rivai Kabupaten Barru mengatakan, tujuan sosialisasi ini agar masyarakat tidak tersesat dalam memilih makanan dan obat-obatan.

“Setiap obat perhatikan kemasan, Lebel, karena disitu semua ada aturan paketnya, dan tentunya ada izin edarnya, dan lebih penting harus juga diperhatikan tanggal produksinya,” kata Amis.

Lanjut Amis, Karena jika sudah lewat tanggal produksinya sangatlah berbahaya bagi kita yang menkomsumsinya, karena ini bisa berakibat fatal karena dapat mengalami keracunan obat.

Diera Digital tentunya banyak juga masyarakat jika mengalami sakit sering mencari obat lewat media Sosial.

“Banyak juga saya lihat orang jika mengalami sakit sering melihat obat apa yang cocok lewat media Sosial akan tetapi, ingat harus hati-hati agar dapat menghindari Hoax.” Tegas Amis.

Sedangkan kepala bidang Infokom BBPOM Prov.Sulsel,Dra.Erni Arnida Mengatakan, hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mengetahui informasi terkait obat, obat tradisional, Kosmetik, dan Suplemen kesehatan.

“Dalam hal ini masyarakat Barru diajak agar cerdas saat membeli produk, baik makanan ataupun obat agar aman untuk dirinya dengan cara mengecek kemasan, lebelnya, dan izin edarnya,” jelasnya.

Reporter : Borahima

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI