Thursday, July 9, 2020

Lantik 22 Pejabat, Rektor UNM Harap Tunjukkan Professionalisme

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Husain Syam kembali melantik 22 pejabat baru struktural dalam lingkup UNM, di gedung Phinisi Jl AP Pettarani, Senin (5/11/2018).

Pelantikan merupakan hal biasa dalam sebuah organisasi kata Prof Husain. Tujuannya untuk memaksimalkan profesionalisme kerja keorganisasian, sehingga diperlukan penyegaran dalam reposisi kepengurusan.

Sementara pengangkatan pejabat didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan sebelumnya.

“Ini adalah proses yang biasa saja karena dalam organisasi harus selalu terjadi pergantian sebagai penanda organisasi tersebut adalah organisasi yang sehat. Dan yang kedua hasil dari evaluasi kinerja. Ini supaya kami menempatkan posisi sesuai dengan kinerjanya,” ungkap Prof Husain.

Lebih lanjut, mantan Dekan Fakultas Teknik dua periode ini berharap pejabat yang baru dilantik mampu menunjukkan loyalitas dan profesionalisme kerjanya sehingga bisa membawa UNM menjadi kampus yang lebih baik lagi kedepannya, khusunya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Perkembangan zaman sangat cepat. Pejabat yang dilantik hari ini semangat kerja yang telah ditujukan kepada teman-teman sebelumnya bisa diteruskan semangatnya, dan mampu menunjukkan pelayanan yang maksimal, sehingga kedepan UNM lebih baik dari hari ini, baik pimpinan fakultas yang telah sukses menjalankan programnya masing-masing,” tambah guru besar pertanian ini.

Husain berharap, pejabat yang baru dilantik ini bekerja keras dan cepat sehingga UNM melaju menjadi perguruan tinggi bertaraf Internasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Abdul Asman yang ikut dilantik menjadi dekan termuda lingkup UNM saat ini. Abdul Asman menggantikan Dr Abdullah yang masa jabatannya telah usai.

Usai pelantikan, pria kelahiran Bone ini akan bekerja keras bersama civitas akademika khususnya di FIP agar mampu bersaing dalam industri 4.0.

“Kedepan kita inginkan, civitas akademika didorong untuk membiasakan diri dan bersiap untuk menghadapi persaingan di era industri yang semuanya sudah dalam sistem digitalisasi,” tandasnya

Reporter : Ahadri

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Suardi Saleh Sebut Pemkab Barru Siapkan Anggaran Pilkada 2020

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Bupati Barru Suardi Saleh menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru bersama jajaran penyelenggara pilkada, berkomitmen telah menyiapkan anggaran untuk mensukseskan...

Komandan Lantamal VI Pimpin Apel Khusus

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Hanarko Djodi Pamungkas memimipin apel khusus bertempat di...

Bahas Persiapan Pilkada Bersama Mendagri, Bupati Barru Komitmen Sukseskan Pilkada

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Pemerintah Kabupaten Barru bersama jajaran penyelenggara pilkada, berkomitmen untuk menyukseskan perhelatan politik lokal 9 Desember 2020 mendatang.

Pemkab Barru Tercepat Terapkan Elektronik Transaksi

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barru selangkah lebih cepat lagi dalam hal digitalisasi pembayaran di masyarakat. Di bawah kepemimpinan Suardi Saleh-Nasruddin...

Dies Natalis Unhas ke-64, Departemen Ilmu Gizi FKM Unhas Gelar Workshop Penulisan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin memprakarsai terselenggaranya workshop yang bertajuk “Research Skills Upgrade: Penulisan Systematic Review...

REKOMENDASI