Rabu, Januari 20, 2021

Makassar Miliki Ensiklopedia Kesusastraan Daerah

FAJARPENDIDIKAN.co.id – “Buku Ensiklopedia Kesusastraan Daerah masih langka padahal sangat penting untuk referensi bagi kita semua khususnya generasi muda tentang sastra daerahnya sendiri,” ungkap penulis, Dr. Suradi Yasil, M.Si dalam kegiatan Bedah Buku Terbitan Daerah Kota Makassar Tahun 2020 “Ensiklopedia Kesusastraan Daerah: Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Massenrempulu” yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan Kota Makassar di Hotel Golden Tulip Essential Makassar, Kamis (22/10).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari unsur SKPD, penulis, penerbit, mahasiswa, komunitas dan masyarakat umum itu dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Andi Siswanta A. Attas dengan menerapkan protokol Kesehatan.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut seluruh Kepala Bidang, Kepala Seksi dan Pustakawan Dinas Perpustakaan Kota Makassar serta dari Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Bidang Layanan, Alih Media dan Teknologi Informasi.

“Dinas Perpustakaan Kota Makassar setiap tahunnya memberikan apresiasi kepada penulis dengan kegiatan bedah buku khususnya yang bernilai kearifan lokal sebagai upaya melestarikan khazanah karya cipta manusia. Buku yang dibedah telah melalui proses seleksi dan tentunya buku tersebut telah diserahkan kepada Dinas Perpustakaan Kota Makassar,” ungkap Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Andi Siswanta A. Attas dalam sambutannya.

Bedah Buku diawali dengan penampilan pertunjukan syair yang dibawakan oleh salah satu pendongeng dari tim Dongkel Perpusling, Muliadi AbdMunir Hustim.

Kemudian dilanjutkan dengan bedah buku yang dipandu oleh moderator, Madia Gaddafi yang juga tim Dongkel Perpusling dan seorang penulis buku cerita daerah. Hadir sebagai pembedah seorang penulis dan sastrawan, Muhammad Amir Jaya.

Pembedah sangat mengapresiasi isi buku dan kualitas cetakan buku yang sesuai standar. Ia berharap buku ini bisa dicetak secara masif dan menjadi buku referensi di perpustakaan termasuk di perpustakaan sekolah.

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI