Manfaat Pendidikan Seks Bagi Anak dan Remaja

Pendidikan seks di Indonesia masih dianggap menjadi satu hal yang tabu untuk diberikan kepada anak-anak dan remaja. Orang tua dan orang dewasa merasa risih dan enggan saat anak-anak dan remaja menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan seks dan memilih untuk mengalihkan pembicaraan atau mengatakan pada mereka jika mereka akan tahu dengan sendirinya saat dewasa.

Lantas, apa saja manfaat dari pendidikan seks bagi anak dan remaja? Berikut rangkumannya.

Berikan Informasi yang Benar dan Jelas

Manfaat dari pendidikan seks bagi anak dan remaja yang pertama adalah dapat memberikan informasi yang benar dan jelas tentang perkembangan tubuh di masa peralihan anak ke remaja.

- Iklan -

Pada masa ini ini ada beberapa perubahan fisik pada remaja, seperti bertambahnya tinggi atau berat badan, perubahan suara atau tumbuhnya jakun pada laki-laki atau bertambah besarnya payudara atau menstruasi pada perempuan. Hal ini kadang membuat remaja merasa tidak nyaman dan kurang percaya diri, disinilah peran orangtua untuk menjelaskan bahwa semua perubahan tersebut normal terjadi pada masa peralihan dari anak-anak ke dewasa dan mereka tidak perlu merasa khawatir dan tidak percaya diri dengan perubahan tersebut.

Cegah Remaja Melakukan Seks Bebas

Dengan diajarkan nilai-nilai tentang kegiatan seksual yang seharusnya dilakukan oleh orang yang sudah sah sebagai suami istri menurut agama dan negara, hal ini akan membuat remaja memilih untuk tidak melakukan seks di luar nikah karena alat reproduksi yang belum tumbuh sempurna di usia remaja dan belum siapnya mental mereka.

Cegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Pendidikan seks dapat mencegah kekerasan dan pelecehan seksual dengan menyadari bahwa mereka harus menghargai dan menjaga tubuh mereka.

- Iklan -
Baca Juga:  Begini Cara Berikan Edukasi Seks Pada Anak dengan Autisme

Dengan diberikannya pengetahuan seks yang disertai dengan nilai-nilai agama dan moral, remaja dapat mengerti dengan konsep menghargai tubuh mereka dan tubuh orang lain dengan tidak menyentuh atau melecehkan orang lain.

Anak dan remaja diajarkan tentang konsep “consent”, dimana mereka berhak menolak orang lain untuk menyentuh tubuh tanpa persetujuan mereka. Misalnya, orang lain tidak berhak menyentuh bagian dada mereka dan jika tetap memaksa, mereka dapat berteriak dan lari untuk meminta tolong kepada orang lain. Hal ini berlaku juga untuk orangtua atau keluarga mereka, karena saat ini tidak jarang pelaku kekerasan dan pelecehan seksual adalah orangtua atau keluarga terdekat mereka.

Cegah Aborsi Akibat Kehamilan di Luar Nikah

Dilansir dari CNN Indonesia, menurut data SDKI 2008, nilai rata-rata angka kematian ibu melahirkan mencapai 228 per 100 ribu kelahiran hidup dan dari angka tersebut, kematian akibat aborsi mencapai 30%. Aborsi tersebut dilakukan oleh perempuan yang kebanyakan remaja berusia 15-19 tahun dengan angka sebesar 78% di perkotaan dan di pedesaan sebesar 40%. SDKI menambahkan, jika 48% dari total pernikahan nasional dilakukan oleh anak di bawah usia 18 tahun.

- Iklan -

Peningkatan angka aborsi disebabkan dengan meningkatnya angka pernikahan di usia dini terutama di Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Penyebab pernikahan usia dini di kota-kota besar di Indonesia adalah perilaku seks bebas akibat minimnya pengetahuan seksual oleh anak-anak dan remaja di Indonesia.

Baca Juga:  Pentingnya Pendidikan Seks untuk Anak dan Remaja

Cegah Pernikahan di Usia Dini

Dilansir dari BKKBN, hasil dari Survei Sosial dan Ekonomi Nasional di tahun 2016 tercatat bahwa 1 dari 9 anak perempuan di Indonesia menikah di bawah usia 18 tahun dan dari angka tersebut hanya 1 dari 9 anak perempuan yang melanjutkan sekolah lagi. Dari survei tersebut terungkap bahwa lebih dari 60% perkawinan anak di Indonesia berakhir dengan perceraian setelah 1 tahun menikah dan perceraian ini disebabkan oleh ketidaksiapan anak atau remaja dalam membangun rumah tangga. Pernikahan tersebut hampir semua terjadi dengan alasan hamil di luar nikah.

Cegah Penularan Penyakit Kelamin

Seperti yang dilansir dari laman Hello Sehat, ada 4 jenis penyakit kelamin yang dapat ditularkan melalui hubungan seks: klamidia (secara global tercatat 131 juta orang terkena penyakit ini setiap tahunnya), gonore (kencing nanah), sipilis atau raja singa dan herpes genital. Selain 4 penyakit tersebut, ada juga HIV/AIDS yang dapat ditularkan melalui hubungan seks yang tidak sehat.

Remaja Mampu Menghadapi Tekanan

Anak dan remaja bisa menolak saat teman-teman mengajak mereka untuk melakukan kegiatan yang menyimpang, seperti menonton film porno, seks bebas atau melecehkan orang lain bersama. Dengan memberikan pendidikan seks, anak akan menjadi lebih dekat dengan orangtua dan orangtua bisa lebih mudah memonitor pertemanan anak-anak.

Memelihara Tegaknya Nilai-nilai Moral

Dengan memberikan nilai-nilai agama dan moral saat memberikan pendidikan seks, hal ini akan membuat para anak remaja akan menjaga tegaknya nilai-nilai agama dan moral di diri mereka dan dapat menjaga diri mereka dari penyimpangan-penyimpangan seksual

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU