Tuesday, September 22, 2020

Masker Corona Ini Terhubung ke Ponsel Pintar, lho

Sebuah perusahaan startup Jepang, Donut Robotics, mengembangkan sebuah masker pintar yang bisa terkoneksi ke ponsel pintar.

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Teknologi yang dibuat untuk menghadapi pandemi virus corona (Covid-19) yang diprediksi masih berlangsung hingga beberapa tahun mendatang.

Masker yang bernama c-mask membutuhkan jaringan koneksi Bluetooth untuk terkoneksi dengan ponsel. Nantinya, pengguna masker bisa membuat pesan atau melakukan panggilan tanpa perlu membuka masker.

Melansir CNET, fitur yang terpasang pada c-mask awalnya dikembangkan Donut Robotics untuk robot bernama Cinnamon. Akan tetapi, Donut Robotics mengalihkan teknologi itu seiring pandemi Covid-19.

“Kami bekerja keras selama bertahun-tahun untuk mengembangkan robot dan kami telah menggunakan teknologi itu untuk menciptakan produk yang menanggapi bagaimana virus corona telah mengubah kehidupan masyarakat,” kata kepala eksekutif Donut Robotics, Taisuke Ono.

Selain mengolah pesan dan panggilan, c-mask dapat menerjemahkan ucapan ke berbagai bahasa. Fitur lain yang menarik adalah kemampuan untuk mengirimkan suara dari ponsel.

Mungkin sulit untuk mendengar orang berbicara dari balik masker. Jadi konsep pengeras suara digital itu bisa berguna di ruang kelas atau ruang pertemuan ketika pengguna c-mask berada jauh dari orang yang diajak bicara.

Donut Robotic mengaku akan segera membuka preorder c-mask di Jepang dengan harga sekitar US$40 (£32 atau AU$60). Perusahaan berharap dapat mengirim c-mask akhir tahun ini.

Selain Jepang, Donut Robotic menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk menjual produknya ke negara lain.

Melansir Japan Times, Donut Robotics sengaja membuat produk tersebut untuk membantu perusahaan bertahan dari pandemi. Sebab, kontak robot pemandu dan penerjemah di Bandara Haneda yang dikembangkan Donut Robotics menjadi tidak pasti.

Sebanyak 5.000 c-mask buatan Donut Robotics akan dikirim ke pembeli di Jepang mulai bulan September.

Donut Robotics hanya membutuhkan waktu sebulan untuk mengembangkan masker yang terhubung dengan ponsel. Desain masker diketahui menggunakan desain salah satu insinyur perusahaan, Shunsuke Fujibayashi, empat tahun lalu untuk proyek menafsirkan pidato dengan memetakan otot wajah. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Unibos dan UTH Malaysia Tandatangani Kerja Sama

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Bosowa (Unibos) kembali lakukan kerja sama. Kali ini dilakukan dengan Universitas Tun Hussein Malaysia (UTHM) secara online.

Sah! Unibos dan Pemprov Sulsel Jalin Kerja Sama

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Bosowa (Unibos) kembali lakukan penandantanganan kerja sama dalam rangka pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat. Kerja...

Kukuhkan 881 Wisudawan, Rektor: Alumni UIN Alauddin Makassar Bisa Tonji

FAJARPENDIDIKAN.co.id -  Rapat Senat Terbuka Luar Biasa UIN Alauddin dalam rangka pengukuhan wisudawan dan wisudawati angkatan 87 periode September dibuka secara resmi...

Sambut HUT Ke–75 TNI, Personel Lantamal VI Donor Darah di Kodam XIV/HSN

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Menyambut HUT ke -75 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Personel Lantamal VI terdiri dari Personel militer 71 orang dan PNS...

Danlantamal VI Terima Kunjungan Pangdivif 3 Kostrad Di Mako Lantamal VI

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP, menyambut kunjungan...

REKOMENDASI