Wednesday, July 8, 2020

Melihat Dunia ‘Dari Layar’ dalam Sudut Pandang Laze

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Apa yang dilihat di media sosial tidak selamanya seperti apa yang dijalani pada kenyataan. Apa yang kita tampilkan di sosial media merupakan hal-hal yang terkurasi sedemikian rupa hingga terlihat menarik.

Hal itu yang setidaknya ingin Havie Parkasya alias Laze katakan lewat lagu barunya ‘Dari Layar’ yang rilis baru-baru ini. Menurutnya, lagu itu adalah gabungan dari hasil observasinya pada lingkungan sekitarnya sekaligus pengalaman pribadi yang pernah dialaminya.

“Misalnya teman-teman kita selalu nge-post kesuksesan atau pencapaian atau kebahagiaan, itu semua di-post di layar, di Instagram atau di Facebook. Kebahagiaan atau kesuksesan seperti mereka, kita mikir hidup mereka enak banget ya seru,” buka Laze dalam wawancara virtual dengan detikHOT.

Meski apa yang terlihat dari balik layar tampak sempurna, Laze meyakini pasti semua orang memiliki permasalahan dan perjuangannya masing-masing. “Tapi pasti di balik itu ada perjuangannya, ada susah-susahnya, tapi itu nggak diperlihatkan,” sambungnya.

Inspirasi dari penulisan lagu itu pun berangkat dari pengalaman pribadinya ketika suatu hari ada orang menghampirinya dan mengatakan dirinya begitu tampak berbeda di media sosial.

“Padahal apa yang terjadi di medsos, entah likes atau komentar, kadang-kadang jumlah atau angka yang ada di situ nggak berbanding lurus dengan dunia nyata,” jelas Laze lagi.

Akan tetapi, secara ide Laze mencoba memberikan sudut pandang yang cukup positif pada para pendengarnya. Ia ingin menggarisbawahi bahwa kita tidak perlu merasa gusar dan tertinggal apabila melihat teman sebaya yang tampak lebih dulu sukses.

“Makanya ini ditekenin banget, nggak semua yang dilihat dari layar itu seenak itu, buat yang ngelihat orang lain dan rendah diri untuk nggak jatuh semangatnya, karena ada perjuangan yang nggak lo lihat atau mereka tutupin,” ungkapnya.

Dalam penggarapan lagu tersebut, Laze menggandeng Randy MP dan Riza Rinanto. Rencananya ‘Dari Layar’ akan menjadi salah satu lagu yang rilis ada dalam album keduanya yang direncanakan rilis pada akhir 2020. (WLD/*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Tiga Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus Ikut Ujian di UNM Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tiga peserta Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK) dengan berkebutuhan khusus mengikuti ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)...

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020). Dari...

Pustakawan dan Organisasinya

REFLEKSI HUT IPI KE 47 | 7 JULI 1973 -  7 JULI 2020Oleh: Tulus Wulan Juni (Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar)

Dosen Unhas Segera Lakukan Rapid Test, Berikut Jadwalnya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Upaya melakukan pemutusan rantai penularan Covid-19, sebanyak 1.652 dosen Universitas Hasanuddin dari seluruh fakultas dan program studi akan segera...

Dear Mahasiswa, Ini Syarat Penerima Bantuan Keringanan Biaya Kuliah di Masa Pandemi

FAJARPENDIDIKAN.co.id-Pemerintah mengeluarkan aturan keringanan uang kuliah tunggal bagi mahasiswa yang terkena dampak Covid-19. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun...

REKOMENDASI