Wednesday, August 5, 2020

Mengenal Kadedemes, Kuliner Unik Khas Sumedang yang Terbuat dari Kulit Singkong

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Selama ini Sumedang dikenal dengan kuliner tahunya yang otentik sekaligus melegenda. Namun, siapa sangka jika kota yang berada di kawasan pegunungan ini ternyata menyimpan kuliner yang unik berbahan kulit singkong.

Kuliner bernama Kadedemes ini ternyata sudah lama ada dan sangat identik dengan kota dengan ikon tahu goreng tersebut.

Berawal Dari Sisa Singkong yang Tak Terpakai

kadedemes khas sumedang

Kulit Singkong yang tak terpakai digunakan untuk membuat kadedemes

Dilansir dari tempatwisataindonesia.id, Kadedemes berasal dari kulit ketela atau ubi kayu yang tidak terpakai dan sayang untuk dibuang, dan hanya digunakan sebagai pakan hewan ternak seperti sapi atau kambing peliharaan warga setempat.

Namun, jika dikutip dari sejarah yang mengacu pada kamus besar Basa Sunda, karangan Raden Satjadibrata, masyarakat Sumedang tidak serta merta menemukan kuliner unik ini.

Pada kamus tersebut tertulis bahwa orang Sunda pada masa itu selalu merasa sayang pada barang yang dibuang oleh orang lain, (ngarasa lebar kubarang anu ku baturmah biasa tara diarah). Sehingga lebih baik dimanfaatkan untuk diolah menjadi santapan masyarakat setempat, melansir dari Notif.id.

Mengandung Banyak Kandungan Gizi

kadedemes khas sumedang

Walaupun terbuat dari bagian dalam kulit singkong yang tak terpakai, namun Kadedemes sangat kaya akan protein yang berguna bagi tubuh seperti, gizi, sumber karbohidrat dan juga sebagai sumber kalori yang memiliki kandungan vit B, vit C, tanin dan amilum dalam kadar yang cukup tinggi.

Menggugah Selera

kadedemes khas sumedang

Kuliner ini biasanya diolah menjadi sajian yang menggugah selera berupa oseng-oseng pedas, dengan irisan cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau yang makin memperkaya rasa dan sangat cocok dengan wilayah pegunungan.

Kadedemes sangat cocok disajikan saat masih hangat dengan menambahkan nasi panas yang makin membuat lidah kita bergoyang ketika menikmati pedas gurih dari kuliner yang mengandung sumber protein tersebut. (WLD/*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Dorong Mahasiswa Lakukan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Minta Dukungan Rektor IAIN Bone

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bone Hj Jumriah lakukan audiensi rencana Workshop terkait sosialisasi pengawasan Pemilu dengan Rektor IAIN...

Persiapan Panen Raya dan Vicon Dengan Kasal, Wadan Lantamal VI Tinjau Lahan Ketahanan Pangan Karuwisi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Makassar, Wakil Komandan (Wadan) Kolonel Laut (P) Baroyo Eko Basuki, S.H, M.M melaksanakan kunjungan ke lahan ketahanan pangan Karuwisi Lantamal...

Wisuda Purna Tugas Wujud Penghormatan Lanal Kendari Terhadap Jasa-Jasa Perwiranya Selama Berdinas Di TNI AL

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kendari, Selasa, (04/08/2020) Lanal Kendari mengadakan Upacara Wisuda Purna Tugas dan Acara Tradisi Pelepasan yang dikemas secara menarik dan mengharukan...

Irjen Pol Merdisyam Ditunjuk Jadi Kapolda Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kepolisian Republik IndonesiaJenderal Idham Azis mutasi Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, digantikan Irjen Pol Merdisyam.Kapolri, Jenderal Idham Azis...

SMP Islam Athirah 1 Makassar Edukasi Siswa Perihal Esensi Kurban Melalui Webinar

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kegiatan kurban merupakan salah satu agenda tahunan yang dilaksanakan oleh SMP Islam Athirah 1 Makassar. Kegiatan kurban tahun ini dibagi...

REKOMENDASI