Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadan (1)

Akan datang tamu mulia, menghampiri detik-detik kehidupanmu membawa serangkaian kabar gembira.

Setiap pahala amal ibadah dilipatgandakan, dosa-dosa diampuni, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, penghuni neraka dibebaskan.

Ada satu malam dimana niat ibadah pada malam itu, melebihi nilai ibadah selama seribu bulan. Ramadan itulah tamu mulia mengetuk pintu rumahmu.

- Iklan -

Ibnu Rajab rahimullah berkata, “Mu’alla bin Al Fadhl rahimullah berkata, “Dahulu (para salaf), mereka berdoa selama 6 bulan, agar mereka dipertemukan dengan bulan Ramadan, dan berdoa setelahnya 6 bulan agar amal ibadah mereka diterima.” (Lataa’iful Ma’aaeif hal 148).

Sudahkah kita berdoa seperti itu? Di antara mereka yang berdoa sebelum Ramadan, seperti Yahya bin Abi Katsir rahimahullah yang berdoa, “Allahumma sallimni ilaa romasloona wa sallim lii ila romasloona watasallamhu minni mutaqobbalaa”. Artinya Ya Allah sanpaikanlah aku kepada.bulan Ramadan, dan sampaikanlah bulan Ramadan kepadaku, dan terimalah amalku. (Lataa’idul Ma’aarif hal 158).

Baca Juga:  Mengetuk Pintu Langit di Bulan Ramadan (2)

Kenapa mereka berdoa seperti itu? Karena mereka tahu keutamaan, keistimewaan, kelebihan Ramadan yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan lainnya.

- Iklan -

Bayi yang Baru Lahir

Karena mereka sangat rindu ingin kembali merasakan kenikmatan, kelezatan dan manisnya bsribadah selama bulan Ramadan. Karena mereka ingin mendapatkan ampunan dari segala dosa.dosa, sebagaimana bayi yang baru lahir dari kandungan ibunya.

Nabi SAW beraabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadan dan beribadah (salat taraweh) pada malam hari karena iman dan mengharapkan ganjaran Allah Taala, maka keluarlah ia dari segala dosa-dosanya sebagaimana bayi yang baru lahir dari kandungan ibunya”. (HR Ibnu Majah no 1328 dan Ahmad Iii/128, lihat shahih Sunan Ibnu Majah no.1101, hadist Abdurrahman bin Auf).

“Apabila datang bulan Ramadan, pintu pintu surga dibuka, pintu jahanam ditutup, dan setan pun dibelenggu”. (HR Bukhari no 3277, hadust dari Abu Hurairah)

- Iklan -
Baca Juga:  Puasa dan Tantangan Hidup

Dibukanya pintu surga, bisa berarti Allah membuka pintu hati manusia untuk mudah melakukan berbagai ketaatan kepadaNya.

Jiwa lebih condong kepada kebaikan dan senantiasa melakukan amal saleh yang dapat menggiringnya ke pintu surga.

Ditutupnya pintu neraka, bisa berarti Allah memalingkan hati, mata dan telinga hambaNya dari hal-hal buruk yang dapat menghantarkannya ke neraka.

Adapun si belenggunya setan bisa berarti Allah melemahkan kekuatan setan untuk menggoda manusia. Ketika syahwat ditahan, maka setan pun terbelenggu.

Yang sebelumnya malas beribadah akan kembali sadar. Yang semangat beribadah akan terus bertambah. Yang lalai akan yang wajib, akan sadar kembali. Yang lalai akan zikir pun akan semangat berzikir. Begitu pula yang malas ke masjid akan rajin ke masjid. (berlanjut/ana)

- Iklan -

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU