Meningkatkan Kualitas Pendidikan Siswa Ditengah Wabah Corona

Penulis: Stefanie Ezra

FAJAR Pendidikan

Coronavirus (COVID-19) merupakan sebuah virus yang melanda dunia sejak tahun 2019 akhir. Virus ini berasal dari Wuhan, China. Virus yang menyerang area pernapasan ini menyebar sangat cepat hingga menjadi pandemi di berbagai negara. World Health Organization (WHO) mendeklarasikan darurat bahaya mengenai virus ini pada tanggal 30 Januari 2020. Karena virus ini, banyak sektor kehidupan di berbagai belahan dunia terkena dampak yang sangat besar terutama pendidikan.

Pendidikan di Indonesia saat ini berubah total dibandingkan dua tahun yang lalu karena era pandemi yang disebabkan virus Covid-19. Dahulu pelajar bisa pergi ke sekolah dengan bebas tanpa ada batasan. Saat ini siswa-siswi di Indonesia hanya mengandalkan gadget atau gawai untuk bersosialisasi dengan guru dan teman sekelas selama jam pembelajaran.

Karena masa pandemi ini, kualitas pendidikan di Indonesia semakin menurun. Banyaknya siswa yang menyontek saat ujian, tugas yang tidak diselesaikan, tidak bergabung saat jam pembelajaran, tidak memperhatikan guru di layar laptop, dan lain halnya membuat kualitas pelajar saat ini begitu menurun. Sejak awal, Indonesia sendiri sudah memiliki kualitas pendidikan yang tidak begitu baik bahkan sebelum era pandemi. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh World Population Review, Indonesia berada di peringkat ke-54 dari total 78 negara di dunia pada tahun 2021.

Kurangnya kreatifitas pengajar di Indonesia dalam mengajar menjadi salah satu contoh atau bentuk yang menunjukkan kurangnya kualitas pendidikan di Indonesia. Contohnya adalah penggunaan aplikasi yang hanya mengandalkan audio dan tulisan tanpa visual yang baik menjadi contoh kurangnya kreatifitas para pengajar padahal saat ini teknologi sudah cukup canggih.

Di luar negeri, banyak sekolah yang sudah menggunakan aplikasi yang lebih menarik dan tampilan visualisasi yang bagus sehingga mendorong kreatifitas siswa mereka. Banyak juga siswa yang terus di dorong untuk lebih aktif di kelas agar lebih memperhatikan materi yang mereka pelajari. Sedangkan di Indonesia, banyak siswa yang hanya belajar pasif dan hanya mengandalkan audio saja dalam pembelajaran sehingga kurang mendorong pola pikir siswa.

Jika ini terus berkelanjutan, akan ada banyak siswa yang tidak bisa mengikuti ujian dikemudian hari karena kurangnya ilmu yang dapat mereka pahami dan menghancurkan kualitas diri mereka.

Sekalipun ada banyaknya siswa yang tidak begitu memperhatikan sekitar, tetap ada pelajar yang benar-benar menuntut ilmu di sekolah untuk masa depan mereka. Pelajar-pelajar tersebut biasanya berusaha keras untuk memahami materi walau hanya melalui tulisan di buku san mengandalkan audio di zoom. Kualitas pendidikan di Indonesia yang seperti ini harus ditingkatkan bagi mereka yang benar-benar serius dalam menuntut ilmu. Perkembangan zaman yang cukup menguntungkan dapat menjadi cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Saat ini, banyaknya aplikasi game berbasis open world yang terbuka untuk semua orang dapat menjadi sarana menyenangkan bagi siswa untuk menjalankan pembelajaran. Pembelajaran yang memanfaatkan game dapat meningkatkan kreatifitas siswa dalam proses pembelajaran. Contohnya adalah minecraft, growtopia, dan penggunaan metaverse. Dengan adanya hal seperti ini, siswa akan lebih senang untuk belajar.

Selain hal di atas, pembuatan video atau animasi juga dapat meningkatkan proses pembelajaran karena tidak semua anak suka pembelajaran yang hanya mengandalkan audio saja. Dengan adanya animasi, dapat dipastikan anak-anak yang menyukai pembelajaran dengan tampilan visualisasi akan lebih mengerti dan tidak mudah bosan.

Selain itu, karena seringnya berada di layar gadget, ada baiknya Indonesia yang memiliki kurikulum teoritis juga perlahan mengarah ke pembelajaran yang lebih banyak praktik agar siswa dapat lebih menafsirkan pembelajaran yang sudah mereka pelajari. Hal seperti ini akan berpengaruh bagi siswa di masa depan. Praktik untuk siswa juga tidak harus diadakan secara langsung atau offline terutama di masa pandemi seperti saat ini. Penggunaan laboratorium online juga dapat meningkatkan kreatifitas dan soft skills siswa di masa pandemi saat ini.

Berdasarkan hal-hal yang sudah dijabarkan pada teks di atas, kualitas pendidikan di Indonesia sangat mungkin untuk ditingkatkan. Kualitas pendidikan yang baik akan menghasilkan pelajar yang baik. Semakin bagus pendidikan di suatu negara, kualitas sumber daya manusia (SDM) juga pasti akan meningkat.

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI