Jumat, Agustus 6, 2021

Merdeka Belajar: Kelulusan Siswa Tahun Ini Ditentukan Ujian Sekolah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemndukbud) kembali menegaskan kelulusan peserta didik untuk TA 2020/2021 ditentukan melalui ujian sekolah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan berdasarkan penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru. 

Hal tersebut disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2020 tentang “Kebijakan Merdeka Belajar dalam Penentuan Kelulusan Peserta Didik dan Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021,” pada laman resmi Kemendikbud, Minggu (16/2). 

Dalam rangka melaksanakan kebijakan Merdeka Belajar, Kemendikbud mengimbau agar sekolah sebagai satuan pendidikan segera melakukan persiapan berkaitan dengan kebijakan tersebut. 

Ada 5 poin persiapan yang perlu dilakukan sekolah, yakni: 

  1.  Kelulusan peserta didik ditentukan melalui ujian sekolah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan berdasarkan penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh guru. 
  2. Bahan ujian sekolah untuk kelulusan peserta didik (seperti tes tertulis, portofolio, penugasan, dan atau bentuk kegiatan lain) dibuat oleh guru pada masing-masing satuan pendidikan. 
  3. Satuan pendidikan yang belum siap membuat bahan ujian sekolah dapat menggunakan bahan penilaian (tes tertulis, tugas, dan atau bentuk ujian lain) yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti soal-soal yang dibuat oleh Kelompok Kerja Guru dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran. 
  4. Dinas pendidikan tidak dapat memaksa satuan pendidikan untuk menggunakan bahan tertentu dalam pelaksanaan ujian sekolah. 
  5. Kementerian Pendidikan dan menyediakan contoh-contoh praktik baik ujian sekolah melalui laman https://puspendik.kemdikbud.go.id/publikasi. 
Baca Juga :   Seluruh Gerai Giant Resmi Tutup Akhir Juli 2021

Kebijakan tersebut dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1590).

Serta berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2OI9 Nomor 1591).

Baca Juga :   Kemenag Dukung Program Sekolah Ekspor untuk Penguatan Produk Halal Nasional

.

Walikota Makassar Minta Seluruh Camat Pastikan Verifikasi Data Penerima Bansos Secara Tepat

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Walikota Makassar Moh Ramdhan "Danny" Pomanto meminta kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan sosial melakukan verifikasi secara tepat dan tidak...

Wali Kota Makassar Ingatkan Pentingnya Berbagi Informasi Kesehatan dan Waspada Penyebaran Covid 19

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kondisi dewasa ini yang masih bergelut dengan penyebaran virus covid-19 menjadi ketakutan semua pihak. Olehnya itu Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto...

Pasca Vidio Viral, Pesepeda di Makassar Mendapat Bantuan oleh Kemensos

Makassar, FAJARFPENDIDIKAN.co.id - Pasca video viral yang menjadi sorotan, korban kecelakaan sepeda, Rabu (28/7) lalu, Wawan mendapat kunjungan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diwakili...

Danny Pomanto Lakukan Penandatanganan Kerja Sama dengan KM Umsini

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto di hadapan Dirjen Perhubungan Laut RI memaparkan konsep isolasi apung terpadu yang memanfaatkan KM Umsini...

Danny Tinjau Lab PCR Makassar Recover Di RSUD Daya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Walikota Makassar, Moh. Ramdhan "Danny" Pomanto melakukan peninjauan persiapan Laboratorium Makassar Recover, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar. Minggu...

Selain Gaungkan Tagar Bangga Melayani, Ini Upaya Wujudkan ASN Berahklak di Bone

Bone, FAJARPENDIKAN.co.id- KPPN Watampone kembali menggelar kegiatan briefing bertempat di Ruang Pelayanan (FO) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, yang diikuti oleh seluruh pegawai dan...

.

.

.

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

.

UIM Gelar Teknik Expo 2021, Wali Kota Makassar Turut Hadir dan Harapkan Tetap Lestarikan Budaya

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Wali Kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto menyempatkan hadir dalam kegiatan teknik expo 2021 yang di adakan oleh Fakultas Teknik Universitas Islam...

UNM Buka Penerimaan Mahasiswa Jalur RPL Bagi Masyarakat Putus Kuliah

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Universitas Negeri Makassar (UNM) membuka penerimaan mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang digagas Kemendikbud Ristek...

Kampus Berkelas Dunia, ITB Resmi Luncurkan Program International Virtual Course (IVC)

Bandung, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Institut Teknologi Bandung(ITB) resmi meluncurkan program International Virtual Course (IVC) tahun 2021. Program ini merupakan implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Program...

PPKM Level 4 Diperpanjang, Bansos Harus Meningkat

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Anggota Komisi X DPR Netty Prasetiyani memahami perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 adalah pilihan sulit yang harus diambil pemerintah. Dari aspek...

.