Saturday, July 4, 2020

Miris, Ada Sekolah di Bone Berlantai Tanah, Ancam Keselamatan Murid dan Guru

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Fasilitas pendidikan yang memadai untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Bone Cerdas, tampak masih jadi kendala di Kabupaten Bone. Seperti yang terpantau di Sekolah Dasar (SD) Inp 12/79 Tea Musu desa Tea Musu Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan masih jauh dari kata sekolah layak.

Betapa tidak, sekolah yang difungsikan sejak tahun 1999 tersebut hingga saat ini masih belum terealisasi bantuan pembangunan RKBnya. Akibatnya, murid sebagai generasi penerus bangsa harus belajar dengan kondisi ruang kelas yang sempit, berdebu dan berlantai tanah.

Tak sampai disitu, kondisi bangunan sekolah yang retak juga mengancam keselamatan para murid dan guru. Pemandangan miris ini jelas kontras dengan sejumlah sekolah di perkotaan dan desa lainnya yang sudah terbilang memadai.

Meskipun sekolahnya serba keterbatasan dan terancam rubuh, para murid tampak tetap semangat mengikuti pelajaran di sekolah. Mereka antusias menyimak dan merespon materi pelajaran dari gurunya.

Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inp12/79 Tea Musu, Musa Padman SPd MM mengatakan, kondisi sekolah yang dipimpinnya, jauh sebelum dirinya sebagai kepsek memang sudah sangat memprihatinkan. Berbagai upaya perawatan sekolah seadanya pun terus dilakukan hingga upaya pembebasan lahan.

“Sekolah ini sudah pernah mau dapat bantuan namun dialihkan lantaran masalah lahan beberapa waktu lalu. Namun tahun lalu masalah lahan sudah selesai, lahan sudah siap dibanguni ruang kelas, sudah tidak ada kendala lahan (sudah pembebasan lahan),” kata Musa kepada FAJAR PENDIDIKAN, Senin (28/1/2019).

Musa berharap bantuan bangunan untuk sekolahnya bisa terealisasi tahun 2019 ini. Agar para murid dapat belajar dengan fasilitas sekolah yang layak.

“Sekolah ini ada tiga ruang kelas tiap ruang dibagi dua lagi karena murid ada enam rombel. Kami harap bisa ada bantuan tuk sekolah ini, kasian murid belajar dengan kondisi ruang kelas yang berdebu lantaran berlantai tanah,“ harap Musa.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Personel Polres Bone Naik Pangkat, Kapolres: Bersyukurlah kepada Allah

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Personel Polres Bone & Yon C Brimob Bone berlansung di Lapangan Tennis Polres Bone, Jum'at...

Lanal Kendari Restorasi Situs Bersejarah Perang Dunia II Di Teluk Kendari

Kendari, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari yang merupakan salah satu jajaran Lanal dibawah Koarmada II Lantamal VI kembali membuat gebrakan...

Doa Bersama Dan Syukuran HUT ke-60 Lantamal VI Berlangsung Sederhana

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Acara doa bersama dan syukuran dalam rangka HUT ke-60 Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI), berlangsung sederhana yang...

Hadapi New Normal, Yon C Pelopor Gelar Senam Bersama Tangguh

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Setelah sekian lama tidak menggelar senam bersama di Mako Batalyon C Pelopor akibat pandemi Covid 19. Pada hari Jumat(03/07/20)...

Dongkelor Kisah Kerja Sama Bersama Kak Heru, Kak Sri dan Momo

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sobat Perpustakaan, Sabtu besok (04/07) Dongkelor untuk episode 10 akan berkisah tentang pentingnya kita bekerjasama bukan kerja sendiri-sendiri, apalagi...

REKOMENDASI