Selasa, Mei 11, 2021

Musik Campursari, Musik Nasional Kebanggaan Indonesia yang Juga Terkenal di Belanda!

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Pernahkah teman-teman mendengar tentang musik campursari? Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki beragam kebudayaan.

Bagaimana tidak? Negara kita merupakan negara kepulauan yang memiliki 34 provinsi dengan 514 kabupaten dan kota.

Lebih dari itu, hampir setiap daerah memiliki ciri khas dan budayanya masing-masing. Mulai dari rumah adat, makanan tradisional, bahasa, hingga kesenian.

Dalam bidang kesenian bisa dilihat kalau Indonesia memiliki banyak sekali lagu-lagu daerah. Indonesia bahkan memiliki genre musik sendiri, lo.

Nah, musik campursari ini adalah genre musik asli Indonesia. Ia merupakan campuran antara bebrapa jenis musik kontemporer Indonesia. Kita cari tahu lebih lanjut tentang musik campursari, yuk!

Teman-teman mungkin asing dengan istilah musik campursari. Hal itu karena jenis musik ini berjaya pada sekitaran tahu 90-an dan awal tahun 2000.

Sebenarnya apa sih musik campursari itu?

Musik campursari adalah penggabungan beberapa jenis musik tradisional Indonesia (terutama musik jawa) dengan jenis musik modern yang sedikit kebaratan. Jadi alat musik yang digunakan pun adalah campuran antara alat musik tradisional, seperti gamelan dengan alat-alat musik barat, seperti gitar, keyboard, bas, dan lain sebagainya.

Jenis musik ini pertama kali dipopulerkan oleh Pak Manthous pada sekitaran akhir tahun 80-an. Beliau menambahkan instrumen keyboard dalam pertunjukkan gamelan.

Seiring waktu masuklah juga unsur musik khas Indonesia lainnya, seperti keroncong dan dangdut.

Karena kebanyakan lagu-lagu yang dibawakan berbahasa Jawa, musik campursari sering dianggap sebagai salah satu musik budaya khas Jawa.

Musik campursari pernah mengalami kritik karna dianggap mengubah tradisi Jawa. Namun, justru kebanyakan orang berpendapat campursari memberi sentuhan baru pada musik tradisional di Jawa.


Tokoh Musik Campursari

1. Manthous

Pada tahun 1993, Pak Manthous mendirikan Grup Musik Campursari Maju Lancar Gunung Kidul. Garapannya menampilkan kekhasan campursari dengan langgam-langgam Jawa yang sudah ada. Ada warna rock, reggae, gambang kromong, dan lainnya.

Ada juga tembang Jawa murni seperti Kutut Manggung atau Bowo Asmorondono, dengan gamelan yang diwarnai keyboard dan gitar bas.

2. Didi Kempot

Didi Kempot sangat terkenal dan selalu menjadi ikon langgam Jawa dan Campursari.  Pak Didi Kempot tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga Suriname dan Belanda, lo.

Beliau pernah diundang secara langsung oleh presiden Suriname bernama Weyden Bosch saat sedang berkunjung ke Indonesia tahun 1998.

Di tahun 2013 Pak Didi Kempot diundang oleh penyelenggara Pasar Malam Indonesia di Belanda untuk tampil dan menyanyikan lagu-lagu campursari. (WLD/*)

ANDA MUNGKIN SUKA

BERITA DAERAH TERBARU

Cek Petugas Pos Pam dan Pos Yan Ops Ketupat 2021, Kasat Lantas Polres Wajo Beri Semangat

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Selaku Pawas Operasi Ketupat 2021, Kasat Lantas Polres Wajo AKP Hasanang, SH rutin melakukan kontrol pada Posko Pelayanan maupun Posko Pengamanan...

Terungkap,Pelaku Pencurian Spesialis Rumah Kosong diamankan Polsek Pitumpanua

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kapolsek Pitumpanua Kompol Jasman bersama Anggota berhasil mengungkap spesialis pencurian rumah kosong diwilayah Kecematan Pitumpanua yang menggegerkan warga,Sabtu(08/05/2021).

Bupati Wajo Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Tahun 2021 di Mapolres Wajo

Bupati Wajo H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si memimpin apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Ketupat 2021 yang di ikuti oleh Para Forkopimda...

Anda Bendahara? Yuk Ikuti Sharing Session Bendahara Mahir Pajak

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Watampone kembali bersinergi dengan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Watampone menggelar kegiatan “Sharing Session Bendahara...

Begini Kolaborasi BPJS, KPPN dan Pemda BOSOWASI Tingkatkan Validitas Data

“Validitas data merupakan hal utama dalam menciptakan laporan yang akuntabel dan dapat di andalkan” demikian sebait kalimat yang diucapkan oleh Kepala BPJS...

Babak Baru Nasib Stadion Andi Mattalatta-Mattoangin Makassar

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Diskusi terbuka tentang Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoangin Makassar bersama Forum Pimpinan Redaksi Sulawesi Selatan (LFPR Sulsel) yang dipimpin ketuanya,...

RAMADAN KEREN

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Masjid At Tabayyun : Manusia Merdeka Iktikaf di Tenda Arafah

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Tenda " Arafah" Masjid At Tabayyun di komplek Taman Villa Meruya mendapat kunjungan "Manusia Merdeka " hari Minggu (9/5) pukul...

Canangkan Beasiswa Pendidikan Putra Putri Maros, Polibos Rajut Kerja Sama dengan Bupati Maros

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktur Politeknik Bosowa (Polibos) Asrul Hidayat M,T yang didampingi langsung oleh Wakil Direktur I Yoan Elviralita M.T,  Wakil Direktur II...

Operasi Ketupat 2021, Sat Sabhara Polres Wajo Melakukan Pengamanan Serta Penyekatan Arus Mudik

Sengkang, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sat Sabhara Polres Wajo melakasanakan Pam dan pengaturan lalulintas dari arah Kabupaten Bone Sulawesi Selatan untuk dilakukan pemeriksaan serta...

Pekerja Bangunan Ditemukan Tak Bernyawa di Tempat Kerjanya

Wajo, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Seorang pekerja bangunan bernama Husen Bin Johan (46), ditemukan tak bernyawa di tempat kerjanya, di Jln. Bau Baharuddin, Kelurahan...

La Liga : Sevilla vs Real Madrid Berakhir Seri

FAJARPENDIDIKAN.co.id- Laga pekan ini, Sevilla vs Real Madrid berkahir seri, pada pertandingan kali ini, real madrid mengejar puncak klasemen namun tertahan oleh...

REKOMENDASI