Jumat, Februari 26, 2021

Nobel Pasca Sarjana Gelar Lokakarya Pengembangan Kurikulum

Makassar, FajarPendidikan.co.id – Nobel Pasca Sarjana mengadakan kegiatan lokakarya pengembangan kurikulum dan penyusunan RPS untuk mata kuliah Program Studi Magister Manajemen PPs STIE Nobel Indonesia dengan mengangkat topik pembahasan “Pentingnya Pengembangan Kurikulum Program Magister Manajemen untuk Menghasilkan Alumni Berkualitas di Era Revolusi Industri 4.0″.

Lokakarya yang dilaksanakan di Gedung STIE Nobel Indonesia, Minggu, 23 Desember 2018 ini, diikuti oleh Pengurus Yayasan Pendidikan STIE Nobel Indonesia, Ketua STIE Nobel Indonesia, beserta jajaran birokrasi program Pasca Sarjana STIE Nobel Indonesia dan staf tenaga pengajar, dengan menghadirkan Prof Dr H Mansyur Ramly, SE., MSI., selaku Guru Besar Bidang Ekonomi/Manajemen FE-UMI Makassar dan juga Ketua BAN PT Periode 2012-2016 sebagai pembicara utama dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Dr H Mashur Razak, selaku ketua STIE Nobel Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan lokakarya pengembangan kurikulum dan penyusunan RPS untuk mata kuliah Program Studi Magister Manajemen PPs STIE Nobel Indonesia dianggap penting untuk dibahas dan ditetapkan dikarenakan STIE Nobel Indonesia ingin mencetak lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di era revolusi Industri 4.0 ini.

“Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada Prof Dr H Mansyur Ramly atas kesediannya hadir dalam pembahasan kegiatan kali ini untuk berbagi pengalaman dan wawasannya terkait era revolusi industri 4.0,” kata Ketua STIE Nobel.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Dr H Mansyur Ramly mengatakan, dalam Era Revolusi Industri 4.0 kompetensi lulusan berorientasi paling tidak pada empat hal yaitu, interconnection, big data, integration dan innovation.

“Selain itu, kompetensi yang dibutuhkan di masa depan fokus pada paling tidak lima jenis skill yaitu, compleks problem solving, social skill, process skill, system skill dan cognitive ability. Dimasa depan literasi baru yang perlu dikuasai oleh mahasiswa antara lain literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia,” paparnya.

 

Reporter: Ibhel

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Nurdin Abdullah Resmi Lantik 11 Kepala Daerah Sulsel

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Resmi Lantik 11 Kepala Daerah, Kemudian mengambil sumpah Jabatan Kepala Daerah yang berlansung di Rumah...

Kakan Kemenag Bone ke Pejabat Baru: Lahirkan Inovasi Ukir Prestasi

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kepala Kantor (Kakan) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum meminta pejabat yang menjabat jabatan...

Ketua DPW Kemenag Bone: Bantuan Sekecil Apapun Akan Manfaat

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Ketua DWP Kemenag Bone Hj. Asmawaty, S. Kep., Ns M.Kes. bersama pengurus inti mendatangi kantor Baznas di lantai dasar Masjid...

Besok, Pelantikan Bupati dan Wabup Barru Diadakan Secara Virtual

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Jumat Besok, merupakan hari pertama bagi lembaran baru kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Barru Periode 2021-2024. Untuk pertama kalinya, pelantikan...

KIR MAN 3 Kota Makassar Membuka Peluang Untuk Berkarya Bertajuk Journalist Competion

Makassar,FAJARPENDIDIKAN.co.id – Dalam rangka meningkatkan kreativitas dan inovasi di Era New Normal ini, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MAN 3 Kota Makassar membuka...

REKOMENDASI