Pahala Berpuasa di Bulan Syawal, Seperti Berpuasa Setahun Penuh

Puasa Syawal merupakan puasa sunnah selama 6 hari yang dikerjakan di bulan Syawal atau setelah Ramadhan. Simak pahala orang yang mengerjakan puasa di bulan Syawal dalam artikel ini.

Amalan puasa sunnah setelah bulan Ramadhan selama enam hari atau puasa syawal juga memiliki manfaat bagi umat muslim yang menjalankannya.

Pahala Puasa Syawal

Nabi Muhammad SAW bersabda, orang yang melaksanakan puasa Ramadhan dan diikuti dengan puasa Syawal maka pahalanya sama dengan puasa selama satu tahun.

Berikut hadistnya sebagaimana dikutip dari laman Kemenag:

“Barang siapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti ia berpuasa selama satu tahun.” (HR Muslim).

BACA JUGA :   Teks Khutbah Jumat 23 September 2022, Tema Merenungi Akhirat

1. Pahala berpuasa setahun penuh

Ganjaran pahala bagi yang berpuasa di bulan Syawal selama enam hari adalah pahala yang senilai dengan berpuasa selama setahun penuh.

Sebagaimana dalam sebuah hadits dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu ‘anhu mengatakan Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh.” (HR. Muslim no. 204).

BACA JUGA :   Renungan Harian Katolik, Selasa 27 September 2022: Yesus Mengarahkan Pandangan-Nya untuk Pergi ke Yerusalem

Selain itu, Ibnu Majah juga meriwayatkan hadist serupa tentang ganjaran pahala dari puasa Syawal yang berbunyi:

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، كَانَ يَصُومُ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ‏.‏ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ “‏ صُمْ شَوَّالاً ‏”‏ ‏.‏ فَتَرَكَ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ثُمَّ لَمْ يَزَلْ يَصُومُ شَوَّالاً حَتَّى مَاتَ

Artinya: “Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, ‘Puasalah di Bulan Syawal,’ lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat.”(HR Sunan Ibnu Majah).

1
2