Selasa, Januari 19, 2021

Pembelajaran Tatap Muka di Bone, Begini Penyampaian Wabup dan Satgas

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Bone Ambo Dalle menyampaikan harapannya kepada seluruh guru dan masyarakat agar bersinergi menyambut rencana Pembelajaran Tatap Muka pada Januari 2021 mendatang. Sinergi ini agar Pembelajaran Tatap Muka dapat berjalan sesuai harapan bersama.

Hal itu disampaikan Wabup yang juga selaku Ketua PGRI Kabupaten Bone saat momentum Hari Guru Nasional di depan corong Radio Suara Bone Beradat (SBB), Rabu 25 November 2020.

“Insya Allah, apabila seluruh elemen dan stakeholder bahu membahu, maka rencana pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya berjalan sesuai harapan kita bersama,”ungkap Wabup dua priode itu

Tentunya, kata Wabup, bahwa pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya, tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan agar tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Hal senada disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 (PPC) Bone, Yusuf. Ia mewanti-wanti masyarakat agar bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan.

Menurutnya, sinergi mencegah penyebaran Covid-19 saat ini, ikut menentukan bisa atau tidaknya dilaksanakan sekolah tatap muka pada awal Januari 2021 mendatang.

Selain itu, ia mengingatkan semua elemen sekolah untuk mempersiapkan dan memastikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 betul-betul dapat berjalan di sekolah saat pelaksanaan pembelajaran tata muka tahun depan.

Ia menjelaskan, mekanisme dan teknis pembukaan sekolah tatap muka, diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Pemda diberi kewenangan untuk menentukan sekolah yang bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka dan sebaliknya.

“Keputusan sekolah tatap muka dikembalikan ke Kepala Daerah (Pemda) masing-masing. Tentu setiap kepala daerah akan mempertimbangkan situasi penularan di daerahnya. Sama kita di Bone nanti kita lihat situasinya,”jelasnya

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Bone melalui Sekretaris Disdik Nursalam belum memberi respon saat ditanya terkait sudah sejauh mana persiapan menuju pembalajaran tatap muka di tengah pandemi ini.

Reporter: Abustan

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sah! STIE Nobel Jalin Kerja Sama dengan PT Sulsel Citra Indonesia (Perseroda)

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia Makassar sepakat melaksanakan kerja sama dengan PT. Sulsel Citra Indonesia (Perseroda), senin 18...

Jasa Raharja Peduli Sasar Masyarakat Terdampak Covid-19 di Empat Lokasi Ini

FAJARPENDIDIKAN.co.id- PT. Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan mengadakan giat pembagian sembako dengan mengusung tema “Pegawai dan Manajemen Jasa Raharja Berbagi Bantuan Donasi...

Peduli Gempa Sulbar, Sekolah Islam Athirah Galang Donasi

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah melalui Tim Athirah Peduli melakukan penggalangan donasi untuk korban terdampak gempa Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat,...

PBB Terbitkan Laporan Demografi; Populasi Laki-Laki Jauh Lebih Sedikit

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Baru-baru ini PBB menerbitkan laporang Demografi suku pertama 2019 yaitu manusia berjumlah 7.7 Milyar orang di planet bumi ini.

Opini : Potensi Unggul Generasi Terancam Demi Korporasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bersama Google, Gojek, Tokopedia, dan Traveloka menyelenggarakan program Bangun Kualitas...

REKOMENDASI