Pemberdayaan kelompok tani Maddaung melalui pemanfaatan tempurung kelapa, tongkol jagung dan sekam padi sebagai pestisida cair ramah lingkungan.

FAJAR Pendidikan

FAJARPENDIDIDKAN.co.id – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone tahun ini kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Kampus biru yang beralamatkan Jl. Abu Dg. Pasolong Watampone ini berhasil meloloskan 15 tim judul proposal penelitian pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun pendanaan 2020 yang diselenggarakan oleh Kementrerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristekdikti).

Program Kreativitas Mahasiswa ini merupakan sebuah ajang bergensi bagi mahasiswa diseluruh indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kemahasiswaan dan Pembelajaran Kemenristekdikti setiap tahunnya. Kegiatan bertujuan sebagai peningkatan mutu kompetensi mahasiswa se Indonesia.

Salah satu tim dari mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bone yang lolos pada bidang PKM- Pengabdian pada masyarakat yang diketuai oleh Nurlia, mahasiswa semester 6 Program Studi Pendidikan Matematika dengan 3 anggota lainnya yakni Muh. Ilham Ridwan semester 6 Program Studi Pendidikan Biologi, Nurwahyuni semester 8 Prodi Pendidikan Ekonomi, dan Andi Sri Rahayu semester 6 Program Studi Pendidikan Matematika.

Tim PKM-Pengabdian pada masyarakat ini mengusung proposal dengan judul “Pemberdayaan kelompok tani Maddaung melalui pemanfaatan tempurung kelapa, tongkol jagung dan sekam padi sebagai pestisida cair ramah lingkungan”
“Alhamdulillah, ini merupakan kali kedua saya diberikan kepercayaan oleh Kemenristekdikti untuk bisa meloloskan proposal PKM dan menjadi ketua tim. Ini merupakan sebuah pencapaian terbesar buat saya” tuturnya yang juga sebagai alumni PIMNAS 32 2019 di Bali.

Lanjutnya, kelolosan proposal PKM-Pengabdian pada Masyarakat ini tidak terlepas dari arahan dari A.M. Irfan Taufan Asfar MT.,M.M.Pd selaku dosen pembimbing dan juga A.M. Iqbal Akbar Asfar, MT.,M.M.Pd yang tak henti-hentinya memberikan support dan motivasi untuk terus bekerja keras dalam mengerjakan proposal ini.
“Tidak ada perjuangan yang instan, termasuk bisa lolos PKM 5 Bidang. Perlu asisensi, review dan pengawalan yang ketat. Semoga dengan bimbingan yang diberikan mampu mambawa mereka lolos ke tahap PIMNAS dan membawa medali”.

BACA JUGA :   Kejar Target, FKM Unhas Gelar Workshop Indikator Kinerja Utama

Bagikan:

Maaf komentar belum bisa digunakan

BERITA DAERAH

BACA JUGA

- ADV D1 -
- ADV D2 -

TERKINI