Saturday, August 15, 2020

Pendaftaran UMPTKIN 2020 Ditutup, UIN Alauddin Peringkat Pertama Kampus Paling Diminati

FAJARPENDIDIKAN.co.id – Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) tahun 2020 telah resmi ditutup pada Minggu (5/7/2020).

Dari data pendaftar UM-PTKIN 2020 tersebut, UIN Alauddin menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dengan jumlah pendaftar paling banyak, yaitu 24.482 orang.

Hal tersebut sekaligus menjadikan kampus yang kini dipimpin oleh Prof Hamdan Juhannis itu, berada di peringkat pertama PTKIN paling diminati di UM-PTKIN 2020.

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) Dr Hj Yuspiani menyampaikan rasa bahagia, diakuinya hal tersebut memang sesuai dengan target dan ekspektasi.

“Terima kasih kepada Rektor, segenap pimpinan, dan tim yang telah bekerja ekstra di tengah situasi penuh keterbatasan karena Pandemi Covid-19,” ungkapnya saat dihubungi via WhatsApp, Senin (6/7/2020).

Sementara itu Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis sangat berbangga atas pencapaian tersebut, baginya itu menjadi bukti kualitas yang dimiliki oleh kampus peradaban itu.

“Tentu kita berbangga, ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap UIN Alauddin sebagai universitas yang memiliki kredibilitas kelembagaan sangat tinggi,” imbuhnya.

Selirik dengan itu, Ketua Senat Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Fahri Badina juga mengapresiasi kinerja yang telah ditorehkan oleh pimpinan dan segenap sivitas akademik UIN Alauddin Makassar.

Menurut Fahri, alasan calon mahasiswa baru ingin masuk ke perguruan tinggi adalah karena kampus tersebut menunjukkan kualitas, kapabilitas dan fasilitas yang baik.

Hal itu, lanjut Fahri salah satunya dapat dilihat dari jumlah persentase pendaftar di masing-masing perguruan tinggi.

“Dengan adanya kenaikan signifikan jumlah pendaftar, UIN Alauddin dapat dikatakan sebagai salah satu PTKIN terbaik di Indonesia,” tutupnya. (*)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak
MAJALAH FAJAR PENDIDIKAN

TERKINI

Semarakkan Hari Kemerdekaan, Lantamal VI Tayangkan Ucapan HUT Ke-75 RI Tahun 2020 Di TV Tron

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka HUT Ke-75 kemerdekaan RI Tahun 2020 pada 17 Agustus 2020 nanti, Lantamal VI menyemarakkan Kegiatan Tahunan ini...

SMP Islam Athirah 1 Makassar Uji Kreativitas Peserta Didik Melalui Lomba

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Kegiatan Muharram dan Semarak Kemerdekaan di SMP Islam Athirah 1 Makassar diadakan secara virtual. Dua kegiatan itu untuk pertama kalinya...

Memperingati Hari Pramuka, Murid SDN Borong Kerja Bakti di Rumah

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - "Perkenalkan, nama saya Nur Aliah Suci Ramadhani dari kelas 4B, SD Negeri Borong. Saya akan melakukan kegiatan menyapu, menyiram...

Sambut HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, Lantamal VI Gelar Zikir Bersama

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Dalam rangka menyambut peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI Tahun 2020, Pangkalan Utama TNI AL VI (Lantamal VI) menggelar acara...

OPINI : Sekolah Tatap Muka Antara Harapan dan Minimnya Persiapan

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 saat ini masih belum usai, selama hampir 4 bulan lebih Indonesia Lockdown yang berarti segala aktivitas seperti sekolah,...

REKOMENDASI