Saturday, September 19, 2020

Pengabdian Tidak Pernah Putus, 17 Wartawan Senior Mendapatkan Penghargaan PCNO

Pengabdian yang tidak pernah putus di profesi kewartawanan, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, memberikan penghargaan Press Card Number One (PCNO) kepada 17 Wartawan senior dari berbagai daerah. Penghargaan ini, menjadi tradisi bagi PWI Pusat, setiap tahun dalam perayaan Hari Pers Nasional.

Dari 17 Wartawan senior tersebut, terbanyak dari Riau, 5 orang. Kelimanya, adalah Pengurus PWI Provinsi Riau. H. Zulmansyah Sekedang (Ketua PWI Riau), H. Novrizon Burman (Wakil Ketua), H. Helmi Burman (Ketua Dewan Penasehat), H. Fendry Jaswir (Sekretaris Dewan Kehormatan) dan Oberlin Marbun (Bendahara).

Penghargaan kartu wartawan nomor satu tersebut, diserahkan langsung Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari, pada acara syukuran Hari Pers Nasional tahun 2020, yang digelar Pemprov. Kalimantan Selatan, di Gedung Mahligai Pancasila (Rujab Gubernur Kalsel), 9 Pebruari 2020.

Acara tersebut disaksikan Gubernur Kalsel Syahbirin Noor bersama para pejabat nya, tokoh-tokoh pers, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat H. Ilham Bintang, dan ribuan Wartawan dari seluruh penjuru tanah air. “Hari Pers tahun 2020, menjadi sejarah bagi PWI Riau. Untuk pertama kalinya lima Pengurus PWI Riau yang mendapatkan penghargaan PCNO sekaligus,” ucap Zulmansyah Sekedang, Ketua PWI Riau.

Wajar bila Zulmansyah merasa bangga dan menganggap sebagai sebuah sejarah dengan PCNO tersebut. Apalagi lima pengurus organisasi wartawan yang dipimpinnya, mendapatkannya secara bersamaan. Sebab sangat tidak mudah mendapatkannya.

Hanya Wartawan yang berusia 50 tahun ke atas, dengan pengabdian terus menerus di dunia pers minimal 30 tahun tanpa pernah putus. “Pemilihan Wartawan penerima PCNO, dilakukan oleh sebuah tim Yuri yang bentuk PWI Pusat. Kemudian diputuskan melalui Rapat Pleno PWI Pusat,” tutur Sekjen PWI Pusat Mirza Zulhari, saat Mengumumkan nama nama yang terpilih mendapatkan PCNO.

Menurut Mirza, penghargaan PCNO diberikan berdasar surat keputusan yang ditanda tangani Ketum , Sekjen PWI Pusat, dan Ketua Panitia Pusat HPN, yang kebetulan tahun ini dijabat Auri Jaya. (ana)

- Advertisement -

Ini kekeliruan dunia pendidikan kita, yang menganggap mata pelajaran sains lebih penting, dan mendiskriminasi budi pekerti. Akibatnya banyak anak cerdas yang justru terjerumus dalam narkoba, seks bebas, tawuran, dan korupsi ketika dewasa.”

Seto Mulyadi

Pemerhati Anak

TERKINI

Sekolah Islam Athirah Berikan Penghargaan Guru dan Karyawan Berprestasi

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah kembali memberikan apresiasi kepada guru dan karyawan berprestasi. Pengumuman apresiasi bertajuk Human Capital Award 2020 itu dilaksanakan...

Luar Biasa, Guru TK Islam Athirah 2 ini Raih Penghargaan The Best Teacher

FAJARPENDIDIKAN.co.id - Sekolah Islam Athirah (SIA) menggelar kegiatan forum jumat pada hari Jumat, 18 September 2020. Kegiatan forum jumat kali ini berbeda...

BPJS Ketenagakerjaan Gencar Ajak Guru Mengaji Jadi Peserta, Ini Manfaatnya!

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id- BPJS Ketenagakerjaan gencar melakukan sosialisai mengajak penerimaan insentif guru mengaji untuk menjadi pesertanya. Hal tersebut seperti yang...

DKM Bakal Lakukan Pameran Daring ‘Semangat 2020’

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Pandemi Covid-19 telah berlangsung lebih dari setengah tahun. Semua lini kehidupan seperti sedang diuji daya tahannya, termasuk posisi seni...

Danlantamal VI Sambut Hangat Kunjungan Dirut PT. Semen Tonasa

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id - Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP., menyambut hangat kunjungan Direktur Utama...

REKOMENDASI