Pengurus PGRI Sulsel Hadiri ASEAN+1 Council of Teachers

FAJAR Pendidikan

Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulsel, hadir menjadi peserta pada ASEAN+1 Council of Teachers (ACT) Convention ke-36, digelar di Jakarta 2-4 September 2022.

“Peserta berasal dari negara-negara ASEAN sekitar 300 guru serta perwakilan dari Korea Selatan. Selain peserta dari negara anggota ASEAN, juga hadir sekitar 300 guru yang merupakan utusan pengurus PGRI dari seluruh Indonesia,” terang Sekretaris Umum PGRI Sulsel, H Muhlis Madani didampingi Wakil Sekretaris, Abdi kepada media, Senin, 12 September 2022.

Dijelaskan, utusan dari pengurus PGRI Sulsel sebanyak lima orang dan dipimpin langsung oleh Ketua PGRI Provinsi Sulsel, Hasnawi Haris dengan anggota delegasi, Muhlis Madani dan Abdi serta dua pengurus lainnya.

“Organisasi ACT ini adalah perkumpulan organisasi guru di Kawasan Asia Tenggara, pembentukannya diprakarsai Indonesia pada 1978,” katanya.

BACA JUGA :   30 Link Twibbon Tema Maulid Nabi 2022 Gratis, Buruan Ramaikan Sosmed

Organisasi ini rutin gelar pertemuan dan bergiliran para anggota jadi tuan rumah jadi wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman soal penyelenggaran proses pendidikan di negara masing-masing. Sejak 2012 organisasi para guru di Korea Selatan ikut bergabung sehingga perkumpulan beralih nama jadi ACT+1.

Konferensi ini berlangsung di Hotel Mercure Ancol dengan mengusung tema Pulih dari Pandemi, Merancang Pendidikan Pascapandemi di Dunia yang Menyatu dengan Teknologi Digital (Recovering from the Pandemic: Designing Post Pandemic Education in Digitally Infused World).

Pada konferensi ini, semua organisasi profesi guru peserta kegiatan ini menyampaikan pengalaman dan sumbang pemikiran untuk kemajuan pendidikan. Peserta dari Malaysia: Peran Orang Tua Selama dan Setelah Pandemi Covid-19. Thailand: Reskilling Guru untuk Pembelajaran Pascapandemi.

BACA JUGA :   Seleksi Guru ASN P3K 2022 Dibuka, Ini Jadwalnya

Delegasi Indonesia dengan tema; Dampak Keseluruhan Pandemi pada Guru dan Siswa. Vietnam: Tantangan Mengajar Selama dan Setelah Pandemi Covid-19. Brunei Darussalam: Isu Manajemen Sekolah Menuju Pendidikan Pascapandemi, ungkapnya.

Filipina: Mengatasi Learning Loss Selama Pandemi. Singapura: Meningkatkan Kesejahteraan Guru Setelah Pandemi. Korea Selatan: Belajar Pemulihan Setelah Pandemi.

Prosesi kegiatan ACT+1 ditutup dengan penampilan keunikan dan ciri khas budaya negara masing-masing melalui penampilan budaya dalam acara yang bertajuk Cultural Performance.

“PGRI selain aktif dalam ACT+1, organisasi guru setua republic ini juga berperan aktif dalam organisasi guru se-dunia (Education International) yang beranggotakan organisasi guru dari 172 negara di dunia,” tegasnya.*

Bagikan:

REKOMENDASI UNTUK ANDA